Kemenag Gelar Tadarus Al-Qur’an Braile dan Isyarat Buat Disabilitas Netra dan Tuli, Raih Keberkahan Ramadan

LPMQ telah menyusun Mushaf Al-Qur'an Isyarat yang menggunakan metode kitabah dan tilawah. Teman tuli dapat mempelajari makna ayat melalui gerakan tangan.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
22 Februari 2026
<p>Dok. Kementerian Agama</p>

Dok. Kementerian Agama

SOKOGURU, JAKARTA- Kesempatan untuk membaca dan memahami Al-Qur’an harus disiapkan bagi semua pihak, termasuk kalangan disabilas netra, tuli, dan bisu.

Untuk itu, di Ramadan 1447 H, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama (Kemenag)  menyajikan program baru dengan menggelar Tadarus Al-Qur'an Inklusi (TAQI) secara online melalui zoom, mulai 23 Februari – 12 Maret 2026.

Hal itu disampaikan Kepala LPMQ, Abdul Aziz Shidqi, dalam keterangan resmi Kemenag, Sabtu, 21 Februari 2026.

Baca juga: UIN Jakarta Luncurkan Podcast Fikih Gen Z Selama Ramadan, Bahas Seputar Hukum Islam yang Relevan bagi Gen Z

Ia mengatakan Ramadan mengingatkan umat Islam bahwa Al-Qur'an adalah petunjuk bagi seluruh manusia (Hudan lin-Naas). 

“Semangat TAQI memastikan saudara-saudara kita penyandang disabilitas tidak tertinggal dalam meraih keberkahan Ramadan,” tegas Abdul Aziz Shidqi di Jakarta.

TAQI, sambungnya, digelar secara online melalui zoom, setiap Senin sampai Kamis, pukul 12.50 – 14.00.

Menurut Abdul Aziz, LPMQ telah menyiapkan dua mushaf Al-Qur’an bagi disabilitas, yaitu Al-Qur’an Braille dan Al-Qur’an Isyarat.

Baca juga: Kerajaan Arab Saudi Beri Bantuan 100 Ton Kurma, Kemenag akan Distribusikan Sampai Habis, Tepat Sasaran

Mushaf Al-Qur'an Braille, disiapkan agar bisa menjadi cahaya bagi disabilitas netra. Bagi penyandang disabilitas netra, Mushaf Al-Qur'an Braille memudahkan mereka untuk berinteraksi dengan wahyu.

“Melalui Mushaf Al-Qur'an Braille yang telah ditashih (diperiksa ketepatannya) oleh LPMQ, jemari mereka kini menjadi "mata" yang mengeja setiap huruf firman Allah,” imbuhnya.

Abdul Aziz mengatakan Tadarus Braille menciptakan harmoni spiritual yang luar biasa, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menghafal dan mencintai Al-Qur'an.

Baca juga: Gerakan Utama Mengaji, Warga Pasirkaliki Bandung Antusias Tingkatkan Pemahaman Al-Quran

Al-Qur'an Isyarat, katanya,  menjadi terobosan LPMQ agar Firman Allah juga bisa terpancar lewat Gerak untuk dipahami disabilitas tuli dan bisu. Al-Qur’an Isyarat menjadi iInovasi LPMQ paling mutakhir dalam inklusivitas ibadah. 

Keberadaan Al-Qur’an Isyarat in diharapkan memudahkan akses teman tuli (tuli dan bisu) untuk memahami Al-Qur'an.

“LPMQ telah menyusun Mushaf Al-Qur'an Isyarat yang menggunakan metode kitabah dan tilawah. Dalam kegiatan Tadarus Al-Qur'an Inklusi (TAQI), teman tuli dapat mempelajari makna ayat melalui gerakan tangan yang sistematis dan terstandar,” sebutnya.

Dijelaskan Abdul Aziz, kehadiran Al-Qur'an Braille dan Al-Qur'an Isyarat adalah bentuk nyata dari pengamalan nilai-nilai Al-Quran di era modern. Jika dahulu Al-Qur'an turun untuk meruntuhkan sekat-sekat kelas sosial di Mekkah, maka hari ini, layanan LPMQ hadir untuk meruntuhkan sekat-sekat keterbatasan fisik.

"Keadilan Al-Qur'an berarti setiap hamba memiliki hak yang sama untuk mendekat kepada Sang Pencipta," jelasnya.

Melalui Tadarus Al-Qur'an Inklusi (TAQI), Abdul Aziz berharap, Ramadan tahun ini benar-benar menjadi musim semi bagi semua hati. Tidak ada lagi alasan tidak mampu membaca, karena akses telah dibuka lebar, baik melalui sentuhan jemari maupun bahasa isyarat yang penuh makna.

“Mari kita jadikan bulan suci Ramadan ini sebagai momentum untuk mendukung ekosistem Al-Qur'an yang inklusif. Ramadan adalah pengingat bahwa Al-Qur'an diturunkan sebagai rahmat bagi semesta alam, tanpa kecuali,” tutupnya. (SG-1)