Kerajaan Arab Saudi Beri Bantuan 100 Ton Kurma, Kemenag akan Distribusikan Sampai Habis, Tepat Sasaran

Kemenag mendistribusikan kurma ke pesantren, masjid, musala, jurnalis, dan ormas Islam. Distribusi kurma dilaksanakan secara tertib, transparan, dan akuntabel.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
19 Februari 2026
<p>Kementerian Agama mendapat bantuan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebanyak 100 ton kurma yang diserahkan secara simbolis oleh Duta Besar Arab Saudi di Jakarta,  pada 11 Februai 2026. (Dok. Kemenag)<br />
<br />
 </p>

Kementerian Agama mendapat bantuan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebanyak 100 ton kurma yang diserahkan secara simbolis oleh Duta Besar Arab Saudi di Jakarta,  pada 11 Februai 2026. (Dok. Kemenag)

 

SOKOGURU, JAKARTA- Kementerian Agama (Kemenag) menerima bantuan sebanyak 100 ton kurma dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tahun ini. 

Kurma yang diserahkan secara simbolis oleh Duta Besar Arab Saudi pekan lalu itu akan didistribusikan sampai habis kepada umat Islam Indonesia.

Demikian disampaikan Kepala Biro Umum Kemenag, Aceng Abdul Azis, dalam keterangan resmi Kemenag, Kamis, 19 Februari 2026.

Baca juga: 1 Ramadan Jatuh pada Kamis 19 Februari, Hilal Ramadan 1447 H di Bawah Ufuk, Mustahil Terukyat

“Kurma bantuan dari Arab Saudi akan didistribusikan pada Ramadan 1447 H. Dari 100 ton yang diberikan, sebanyak 10 ton didistribusikan oleh Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta,” terangnya di Jakarta, Rabu, 18 Februari.

Menurut Aceng, Kemenag telah menerbitkan edaran Sekjen Kemenag terkait Pelaksanaan Distribusi Kurma Bantuan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi Tahun 2026. 

Edaran diterbitkan untuk memastikan proses distribusi berjalan secara tertib, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel kepada umat Islam Indonesia.

Baca juga: Menag Nasaruddin: Sidang Isbat Sudah Jadi Mekanisme Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan

Selain melalui Kedutaan Arab Saudi di Jakarta, kurma itu juga disalurkan melalui lembaga DPR dan DPD. Di samping itu, Kemenag mendistribusikan kurma tersebut ke pesantren, masjid, musala, jurnalis, dan ormas Islam. 

"Sehingga penerima sebagian besar juga melakukan peran penyaluran atau redistribusi. Kurma ini didistribusikan sampai habis, tanpa sisa atau zero waste distribution policy di Ramadan 2026," katanya.

Distribusi kurma itu, sambung Aceng, dilaksanakan berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, pemerataan, dan tepat sasaran. 

“Alangkah eloknya jika 100 ton bisa sampai ke umat. Tapi rasanya belum cukup. Namun sebagai amanah, kurma bantuan ini akan segera kami bagikan sesuai target,” ujarnya lagi. (SG-1)