SOKOGURU, JAKARTA- Para pelaku usaha atau pihak manapun diminta tidak ada yang memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk memainkan harga pangan dan merugikan masyarakat.
Pemerintah dalam hal ini Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan akan bertindak cepat dan tegas terhadap pelaku yang terbukti melakukan pelanggaran.
Sebabnya, perusahaan yang sebelumnya terlibat pelanggaran distribusi pangan sudah diproses secara hukum dan tidak lagi beroperasi.
Baca juga: Program Intervensi Pangan Terbukti Ampuh, Bapanas: Tren inflasi Pangan Melandai Jelang Ramadan
Demikian disampaikan Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam keterangan resmi Kementerian Pertanian, Minggu, 22 Februari 2026.
“Sekali lagi kami minta, jangan main-main di bulan suci Ramadan. Kami tidak berniat mengganggu pengusaha. Silakan cari rezeki, tetapi jangan mengganggu rakyat yang sedang menjalankan ibadah puasa,” tegasnya, saat sidak di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat, 20 Februari.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran menyusul laporan kenaikan harga sejumlah komoditas, seperti ayam dan bawang putih. Ia mengungkapkan, setelah dilakukan koordinasi cepat dengan jajaran kepolisian, harga yang sempat melonjak langsung turun signifikan.
Baca juga: Bapanas Lipat Gandakan Pengawasan, Bidik Produsen dan Distributor Nakal Pembuat Anomali Harga Pangan
“Tadi pagi kami dapat laporan harga ayam naik sampai Rp 40.000–Rp 50.000 per kilogram. Setelah kami telepon Satgas Pangan, setengah jam kemudian turun menjadi Rp 25.000 per kilogram. Artinya ada yang bermain. Ini tidak boleh,” ujarnya.
Hal serupa terjadi pada bawang putih yang dilaporkan berada di angka Rp 38.000 per kilogram. Pemerintah segera melakukan koordinasi dan pengawasan agar harga kembali sesuai ketentuan.
Lebih lanjut, Amran menegaskan, pihaknya bersama Polri tidak akan ragu melakukan proses hukum apabila ditemukan pelanggaran, termasuk pada komoditas minyak goreng.
Baca juga: Bapanas Sebut Pangan Lokal Jadi Strategi Nasional Hadapi Perubahan Iklim dan Krisis Global
"Ini minyak goreng tertulis Rp 15.700. Tapi dijual tadi Rp 19.000. Ini kami minta Pak Dirkrimsus, aku serahkan ini diproses hukum, segel unit usahanya. Tapi jangan penjual pengecernya enggak boleh. Ini akan ditelusuri,” tegasnya.
Meski demikian, Kepala Bapanas memastikan secara umum kondisi pasokan pangan nasional dalam keadaan aman dan mencukupi. Pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan Ramadan jauh hari sebelumnya.
“Pasokan lebih dari cukup. Beras aman, ayam aman, daging aman, telur aman, bawang putih aman. Tinggal pengawasan agar tidak ada segelintir orang yang mencoba bermain harga,” imbuhnya.
Ia juga menambahkan, kenaikan harga cabai saat ini lebih disebabkan faktor cuaca dan curah hujan, namun pemerintah tetap melakukan langkah antisipatif agar lonjakan tidak berlebihan.
Amran menegaskan seluruh jajaran telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengawalan harga dan pasokan.
"Operasi terus. Kami bukan hanya Menteri Pertanian, tetapi juga sebagai Kepala Bapanas. Tim di seluruh Indonesia kami tempatkan sekarang. Ada laporan naik, langsung ditindak, tidak lagi dirayu-rayu, ditindak,” pungkasnya.
Sudah diproses
Saat meninjau langsung harga-harga di pasar, Amran mengakui mendapati masih ada produk Minyakita yang beredar dan dikaitkan dengan perusahaan yang sebelumnya telah ditindak.
Namun ia menegaskan, kasusnya sudah masuk tahap hukum dan perusahaan terkait telah berstatus tersangka.
"Ternyata perusahaan ini, PT Tunas Agro, ini sudah ditindak. Jadi ini kelihatan barang lama, sudah P21, sudah tersangka ya? Sudah tersangka," ungkap Amran di lokasi.
Menurutnya, barang yang ditemukan di pasar diduga merupakan sisa distribusi lama sebelum proses hukum berjalan penuh. Ia menekankan, apabila ditemukan kembali praktik serupa atau ada distribusi baru dari pola yang sama, maka tindakan tegas akan kembali ditempuh tanpa kompromi.
"Jadi ini adalah residunya. Kalau ada lagi barang-barang masuk, seperti ini lagi, kita tindak lagi, tersangka lagi. Udah lah, kita penjarakan aja," tambahnya.
"Pada seluruh saudaraku sahabatku pengusaha tolong deh jangan main-main di bulan suci Ramadhan. Kalau ada yang menaikkan harga pasti ditindak. Ini langsung turun dari Polri," tutupnya. (SG-1)