Unpad-Pemkab Bandung Perkuat Program Pendidikan Vokasional, Pertanian dan Peternakan Jadi Fokus Utama

Mahasiswa akan dibekali pembelajaran berbasis proyek, produksi, termasuk penetapan target hasil sebagai standar kompetensi. Program terintegrasi dengan SMA,SMK.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
03 Maret 2026
<p>Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita bertemu dengan Bupati Kabupaten Bandung, M. Dadang Supriatna, untuk membicarakan penguatan program pendidikan vokasional di Rumah Dinas Bupati Kabupaten Bandung, Soreang, pada Senin, 2 Maret 2026. (Dok. Kanal Media Unpad/Jalasenastri Saprala)</p>

Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita bertemu dengan Bupati Kabupaten Bandung, M. Dadang Supriatna, untuk membicarakan penguatan program pendidikan vokasional di Rumah Dinas Bupati Kabupaten Bandung, Soreang, pada Senin, 2 Maret 2026. (Dok. Kanal Media Unpad/Jalasenastri Saprala)

SOKOGURU, JATINANGOR- Bidang pertanian dan peternakan berbasis kebutuhan industri akan menjadi fokus utama kerja sama Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan Pemerintah Kabupaten Bandung untuk penguatan program pendidikan vokasional.

Kerja sama itu sedang dijajaki dalam pertemuan Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna dengan Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, di Rumah Dinas Bupati Kabupaten Bandung, Soreang, Senin, 2 Maret 2026.

“Pemerintah memiliki program khusus vokasional, terutama di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Ini bukan program pendidikan biasa, tapi di tingkat S-1 dan D-4. Program ini tidak berfokus pada IPK, tetapi skill dan nilai hasil perusahaan,” ujarnya, seperti dikutip keterangan resmi Kantor Komunikasi Publik Unpad, Selasa, 3 Maret 2026.

Baca juga: Kerja Sama Tridarma Perguruan Tinggi Ditingkatkan, Unpad dan BP2D Jawa Barat Tandatangani Perjanjian

Dalam diskusi bersama bupati, sambung Arief, skema yang dibahas adalah mahasiswa akan dibekali dengan pembelajaran berbasis proyek dan produksi, termasuk penetapan target hasil sebagai bagian dari standar kompetensi. 

Program itu juga dirancang berjenjang dan terintegrasi dengan pendidikan menengah, baik SMK maupun SMA, sehingga pembinaan dapat dilakukan sejak dini melalui seleksi dan penguatan kualitas peserta didik.

Sementara itu, Bupati Dadang mengatakan, penguatan pendidikan vokasi berbasis praktik merupakan langkah yang selama ini dinantikan. 

Baca juga: Mulai 2026 Unpad Buka Program Studi Strata 1 Rekayasa Kosmetik di Fakultas Farmasi

Ia menilai, tanpa adanya inisiatif dan kolaborasi dari perguruan tinggi, dikhawatirkan akan terjadi penurunan minat dan keberlanjutan sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Bandung.

“Selama ini saya berdiskusi dengan para petani, dan memang salah satu persoalan yang sering muncul adalah kesulitan mencari regenerasi petani. Karena itu, apabila lahan yang ada dapat dimanfaatkan melalui pola pendidikan vokasi berbasis praktik, ini akan menjadi terobosan yang sangat luar biasa,” ujar Dadang.

Konsep yang ditawarkan Unpad, sambungnya,  model pendidikan vokasional berbasis praktik dan produksi, di mana proses pembelajaran terintegrasi langsung dengan kegiatan usaha di lapangan. 

Baca juga: Unpad dan Pemprov Jabar Berkolaborasi Bekali Mahasiswa Laksanakan KKN di Indramayu dan Sumedang

Kegiatan usaha tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan sekaligus sumber pembiayaan pendidikan. 

Hasil produksi yang diperoleh dapat dikelola untuk mendukung operasional program, sehingga peserta didik tidak sepenuhnya terbebani biaya pendidikan secara mandiri.

Dalam kegiatan pertemuan tersebut turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Prof. Rizky Abdulah, dan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, serta jajaran pimpinan Pemerintah Kabupaten Bandung.

Dengan kolaborasi itu, diharapkan pendidikan vokasional di bidang pertanian dan peternakan tidak hanya mencetak lulusan yang terampil dan siap kerja, tetapi juga mendorong keberlanjutan sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Bandung serta menciptakan model pendidikan terintegrasi. (SG-1)