SOKOGURU, JATINANGOR- Setidaknya hingga 2029, Universitas Padjadjaran (Unpad) berkomitmen tidak menaikkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang harus dibayarkan para mahasiswa setiap semester.
Selain memiliki UKT dengan rentang nominal yang relatif terjangkau, Unpad juga menawarkan banyak beasiswa bagi mereka yang membutuhkan dukungan finansial untuk kelanjutan studi.
Demikian disampaikan Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita dalam kegiatan Ayo Kenal Unpad, Open Campus 2026, di Bale Santika Unpad Jatinangor, Sabtu, 10 Januari 2026.
“Untuk biaya, alhamdulillah Unpad salah satu yang rendah, dan kami berkomitmen dalam beberapa tahun ke depan, setidaknya sampai 2029 kami tidak akan menaikkan UKT,” ujarnya seperti dikutip Kanal Media Unpad, Minggu, 11 Januari.
“Kami juga menyiapkan beasiswa, banyak beasiswa untuk adik-adik semua, mulai dari beasiswa pemerintah, beasiswa yang dikeluarkan oleh Unpad, dan juga beasiswa-beasiswa lainnya untuk mahasiswa yang memang membutuhkan,” imbuh Rektor Arief.
Untuk itu, sambungnya, para orang tua dan mahasiswa tidak perlu khawatir terhadap UKT. Unpad adalah kampus negeri yang dibangun dan dijalankan dengan uang pajak masyarakat.
Baca juga: Ikano Unpad Telah Berkontribusi Rp1,75 Miliar, Rutin Donasi untuk Dana Abadi
Seluruh jajaran Unpad, kata Arief lagi, akan berusaha agar pendidikan di Unpad tetap berkualitas dan mereka yang mengalami kendala finansial akan dibantu agar tetap dapat melanjutkan studi.
Salah satu sumber beasiswa Unpad berasal dari pengembangan Dana Abadi Unpad yang saat ini berjumlah kurang lebih Rp74 miliar.
Pada kegiatan peringatan Dies Natalis ke-68 Unpad September 2025, Unpad memberikan beasiswa kepada 400 mahasiswa dan juga membeli sejumlah peralatan pendidikan dengan dana yang berasal dari hasil pengembangan Dana Abadi Unpad.
Baca juga: Mahasiswa Unpad yang Terdampak Bencana Sumatera Diprioritaskan Dapat Beasiswa
Pada kesempatan yang sama, Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, Ph.D., memaparkan data, kurang lebih 24% atau hampir seperempat mahasiswa Unpad tercatat telah menerima beasiswa dari berbagai sumber, baik internal maupun eksternal.
Menurutnya, data pertengahan tahun 2025 lalu menunjukkan, dari total sekitar 32.000 mahasiswa, kurang lebih 7.600 di antaranya terbantu melalui beragam program beasiswa.
Capaian itu menunjukkan komitmen Unpad dalam mendukung akses pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas.
Tidak gunakan TKA di 2026
Terkait kebijakan seleksi masuk Unpad di 2026, Rektor Arief mengatakan, pihaknya tetap menempatkan nilai rapor dan prestasi akademik sebagai dasar utama penilaian calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
“Sedangkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) digunakan sebagai pertimbangan tambahan jika diperlukan. Tahun ini mungkin Unpad tidak akan menggunakan TKA, insya Allah kami tidak menggunakan nilai itu. Kami menggunakan nilai rapor sebagai patokan utama,” jelasnya. (SG-1)