SOKOGURU, JATINANGOR- Sebanyak 3.382 mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 203 desa yang tersebar di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mulai 10 Januari hingga 11 Februari 2026.
Ribuan mahasiswa KKN tersebut dilepas secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, di halaman Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor pada Jumat, 9 Januari 2026.
“Kunci penanggulangan kemiskinan itu ada dua, yaitu pendapatan harus ditingkatkan dan beban pengeluaran harus dikurangi. Oleh karena itu, adik-adik mahasiswa diharapkan bisa menyeberangkan dan mengantarkan masyarakat agar mampu mengakses peluang, meningkatkan pendapatan, serta mengurangi beban pengeluaran,” ujarnya, dalam keterangan resmi Unpad yang diterima Sokoguru, Sabtu, 10 Januari.
Baca juga: Unpad dan Pemprov Jabar Berkolaborasi Bekali Mahasiswa Laksanakan KKN di Indramayu dan Sumedang
Meskipun waktu pelaksanaan KKN relatif singkat (satu bulan), sambung Herman, mahasiswa diharapkan mampu memberikan dampak nyata melalui penguatan literasi keluarga dan literasi keterampilan hidup (life skill).
Menurutnya, masyarakat perlu dibekali pengetahuan untuk mengakses berbagai peluang, meningkatkan pendapatan, serta menurunkan beban pengeluaran.
Sementara itu, Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, mengatakan, kegiatan KKN merupakan peluang sangat besar bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari masyarakat.
Baca juga: Pesan Wagub Jabar kepada Mahasiswa KKN Unpad: Berdayakan Masyarakat, Bangun Desa di Lokasi
KKN tidak hanya menjadi ruang pembelajaran di luar kelas, tetapi juga berperan sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan yang diperoleh di kampus dengan berbagai permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat di lapangan.
“Selamat belajar di tempat KKN. Semoga ilmu yg didapatkan dapat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujarnya, seperti dikutip Kanal Media Unpad.
Para mahasiswa yang diterjunkan tersebut didampingi 203 dosen pembimbing yang tersebar dalam 46 kecamatan di dua kabupaten tersebut. Dari jumlah tersebut, 157 desa berada di 30 kecamatan di Kabupaten Indramayu, sementara 46 desa lainnya tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Sumedang.
Baca juga: 1.445 Mahasiswa Unpad Dilepas Ikuti KKN di 8 Kabupaten/Kota di Jawa Barat
Seluruh mahasiswa yang mengikuti KKN ini terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Program KKN itu berfokus pada penanganan kemiskinan dan pengelolaan sampah.
Di sisi lain, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, mengapresiasi Universitas Padjadjaran yang telah memilih Kabupaten Sumedang sebagai lokasi pelaksanaan KKN.
Ia meyakini kehadiran mahasiswa Unpad akan memberikan makna, manfaat, dan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami mendapat energi dari akademisi yang akan menjadi wahana solutif untuk menyelesaikan persoalan yang ada di Sumedang,” ujarnya.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyampaikan, pihaknya merasa bersyukur karena terpilih sebagai lokasi pelaksanaan KKN Unpad.
Di antara seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat, ia menilai Indramayu akan mendapatkan kebermanfaatan dengan hadirnya mahasiswa Unpad yang berkontribusi dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. “Kami siap secara data, kami serahkan semua para camat, dan juga kepala desa untuk ayo bekerja sama, ini satu kesempatan yang luar biasa,” imbuh Lucky.
Melalui pelaksanaan KKN itu, Unpad berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata.
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pembangunan berbasis pemberdayaan serta mendorong terwujudnya desa yang lebih mandiri dan sejahtera. (SG-1)