SOKOGURU - Mungkin banyak yang menganggap remeh jualan sempol ayam. Padahal jika ditekuni, jajanan tusuk ini bisa menjadi sumber penghasilan harian yang stabil.
Untuk memulai, Anda membutuhkan dana sekitar Rp4 juta. Angka ini sudah cukup untuk membuat bisnis tetap berjalan dengan fasilitas lengkap.
Terdapat dua pilihan sistem yang mungkin bisa cocok dengan Anda untuk memulai usaha sempol ayam tersebut.
1. Sistem Kemitraan (Franchise)
Dengan budget Rp3-4 juta, Anda biasanya sudah mendapat paket lengkap untuk memulai berjualan.
Baca Juga:
Mulai dari booth portable, peralatan masak, bahan baku awal, hingga branding (banner atau logo). Dan kelebihannya, Anda hanya tinggal jualan tanpa pusing memikirkan konsep dari nol.
2. Jalur Mandiri
Jika ingin lebih hemat, Anda bisa memulai usaha tersebut dengan semuanya dari diri sendiri. Dengan rincian dana yang diperlukan, sebagai berikut;
Gerobak: Rp1.000.000 – Rp2.000.000
Peralatan (Kompor, Wajan, Wadah): Rp500.000 – Rp1.000.000
Bahan Baku Awal: Rp300.000 – Rp500.000
Secara keseluruhan, modal di bawah Rp5 juta sudah sangat aman untuk menjalankan usaha kaki lima yang menjanjikan ini.
Baca Juga:
Strategi Balik Modal Cepat dalam 2 Bulan
Dalam kondisi jualan normal, modal awal bisa saja sudah balik modal di bulan kedua atau bulan ketiga dengan strategi berikut;
- Pasar Luas: Sempol digemari semua kalangan, mulai dari anak SD hingga mahasiswa.
- Harga Merakyat: Harga jual yang murah (biasanya Rp1.000 per tusuk) membuat orang tidak ragu untuk membeli dalam jumlah banyak.
- Margin Keuntungan Tinggi: Meski harga jualnya murah, biaya produksi per tusuk tergolong rendah.
- Momen Emas: Saat bulan Ramadan, omzet biasanya melonjak tajam karena sempol menjadi buruan favorit untuk takjil berbuka puasa.
Tips Tambahan untuk Pemula
Jika Anda belum berani mengeluarkan modal penuh, bisa mengikuti sistem Franchise atau bekerja sama dengan pemilik modal dan menyetorkan sekian persen dari hasil penjualan.
Bukan itu saja, kunci sukses lainnya adalah cara menentukan lokasi. Carilah titik mangkal yang strategis, seperti di dekat sekolah, area kampus, atau pusat keramaian.
Terakhir, jadilah pedagang yang konsisten. Dengan berjualan setiap hari, Anda akan membangun basis pelanggan tetap yang akan mencari dagangan Anda. (*)