GEGER! Cuma Modal 50 Ribu Kini Bisa Beli Mobil, Intip Rahasia Sukses Keripik Gembus Jogja

Demi hasilkan keripik renyah, pemilik UMKM ini rela rakit alat potong harga jutaan. Hasilnya? Keripik gembus setipis kartu ATM yang bikin pembeli ketagihan.

Author Oleh: Ratu Putri Ayu
03 Maret 2026
<p>Kuliner Jogja - Siapa sangka ampas tahu bisa beli mobil? Berawal modal Rp50 ribu, UMKM keripik gembus di Jogja ini viral usai raup cuan melimpah. Simak rahasia resep dan triknya!</p>

Kuliner Jogja - Siapa sangka ampas tahu bisa beli mobil? Berawal modal Rp50 ribu, UMKM keripik gembus di Jogja ini viral usai raup cuan melimpah. Simak rahasia resep dan triknya!

SOKOGURU - Kisah Inspiratif Keripik Gembus Jogja: Berawal dari Modal Rp50 Ribu, Kini Bisa Beli Mobil Penunjang Usaha.

Momen Puasa Ramadan selalu menjadi magnet tersendiri bagi munculnya berbagai ide bisnis UMKM yang menjanjikan. 

Di tengah suasana bulan suci, masyarakat cenderung mencari camilan gurih untuk teman berbuka maupun hidangan menyambut hari raya. 

Fenomena ini dimanfaatkan betul oleh para pelaku usaha kreatif yang jeli melihat peluang pasar.

Bicara soal camilan, Jogja tak pernah kehabisan cerita. Salah satu yang sedang viral adalah kisah sukses pengusaha keripik gembus yang membuktikan bahwa modal kecil bukan penghalang untuk meraih mimpi besar. Siapa sangka, kudapan sederhana berbahan dasar ampas tahu ini bisa menjadi mesin pencetak cuan yang luar biasa.

Dikutip dari unggahan akun Instagram @helokuliner.id, perjalanan bisnis ini dimulai dari angka yang sangat rendah. 

Ketekunan sang pemilik dalam merintis usaha dari nol menjadi bukti nyata bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil, terutama saat permintaan pasar melonjak tajam menjelang lebaran.

"Padahal dulu cuma modal 50 ribu beli tepung sama gembus, sekarang bisa kebeli mobil. Masya Allah, mantap bener," ujar narasumber mengawali ceritanya.

Rahasia Adonan yang Pas dan Melimpah

Proses pembuatan keripik gembus ini dimulai dengan penyiapan adonan tepung dalam jumlah besar. 

Untuk sekali produksi, pemilik menggunakan sekitar 13 kilogram atau 26 bungkus tepung beras merek ternama yang memang dikhususkan untuk tekstur keripik agar renyah maksimal.

Air dicampurkan perlahan ke dalam tepung hingga mencapai konsistensi yang tepat—tidak terlalu encer namun juga tidak kental. 

Dari takaran tepung sebanyak itu, adonan mampu menyelimuti sekitar 15 hingga 17 kilogram gembus yang siap olah.

Bumbu Rahasia "Sehalus Kulit Artis"

Kunci kelezatan keripik ini terletak pada bumbu halusnya. Komposisinya terdiri dari kemiri, bawang putih, kencur, dan ketumbar. Semua bahan tersebut diblender selama kurang lebih 10 menit.

"Ini blender sekitar 10 menitan sampai benar-benar halus, sehalus kulit artis," canda sang pemilik saat menjelaskan proses penghalusan bumbu.

Setelah halus, bumbu tersebut dicampurkan ke dalam adonan tepung. Di sinilah konsentrasi penuh diperlukan untuk memasukkan penyedap rasa dan garam batu yang sudah dihancurkan agar rasanya pas di lidah pelanggan.

"Garamnya pakai garam batu yang sudah dihancurkan sesuai takaran juga. Kalaupun kurang, kalian bisa nambah sesuai selera masing-masing ya guys," tambahnya.

Teknik Aduk Manual Demi Tekstur Sempurna

Meski teknologi sudah canggih, pemilik Keripik Gembus Jogja ini tetap memilih mempertahankan cara tradisional dalam mencampur adonan. Penggunaan tangan secara manual dipercaya memberikan hasil yang berbeda dibandingkan menggunakan mesin mixer.

"Sebenarnya bisa pakai mixer, tapi owner mempertahankan pakai tangan aja. Soalnya biar nggak terlalu lembut banget gitu. Nanti malah jadi roti katanya," tulis keterangan dalam video tersebut.

Setelah adonan siap, langkah selanjutnya adalah mengolah gembus. Gembus dipotong-potong dan diangin-anginkan terlebih dahulu untuk mengurangi kadar air, sehingga saat digoreng nanti bisa benar-benar kering dan renyah.

Inovasi Alat Potong "Setipis ATM"

Satu hal yang paling unik dari dapur produksi ini adalah penggunaan alat potong khusus. Tak tanggung-tanggung, demi mendapatkan irisan yang konsisten dan tipis, pemilik merancang sendiri alat pemotongnya dengan biaya yang cukup lumayan.

"Dipotong menggunakan alat pikiran sendiri. Buatnya menghabiskan dana 3 juta demi alat secanggih ini. Dipotong setipis ATM biar bisa menghasilkan cuan yang banyak," ungkapnya bangga.

Irisan tipis ini sangat krusial karena menentukan tingkat kerenyahan keripik. Semakin tipis irisan, semakin mudah bagi bumbu untuk meresap dan tekstur "kres-kres" yang dicari pembeli bisa didapatkan.

Teknik Goreng Dua Kali untuk Kerenyahan Maksimal

Proses penggorengan dilakukan dengan teknik khusus agar keripik tidak cepat melempem. Rahasianya adalah penggorengan sebanyak dua kali. Tahap pertama hanya dilakukan selama 5 menit hingga setengah matang, mirip dengan tekstur mendoan.

Setelah itu, keripik masuk ke penggorengan kedua selama 15 menit. Minyak yang digunakan pun harus melimpah agar suhu tetap stabil dan keripik matang merata tanpa menyerap terlalu banyak minyak.

Filosofi Rezeki yang Takkan Tertukar

Di akhir sesi berbagi, sang pemilik memberikan pesan menyentuh bagi siapa saja yang ingin memulai usaha serupa. Ia tidak merasa takut tersaingi meskipun rahasia produksinya kini diketahui oleh banyak orang melalui media sosial.

"Gak apa-apa sama sekali mas, riski sudah diatur masing-masing. Dipastikan kalau kita selalu memikirkan, melakukan, ikuti prosesnya, pasti akan tercapai hasilnya," tutup sang owner dengan bijak.

Bagi Anda yang tertarik mencicipi atau bahkan ingin menjadi mitra untuk menjual kembali keripik legendaris ini, bisa langsung menghubungi kontak yang tertera di akun media sosial mereka. 

Sebuah bukti bahwa dari ampas tahu dan modal seadanya, kemakmuran bisa diraih dengan kerja keras. (*)

Video Menarik untuk Anda!

URL Instagram tidak valid. Gunakan format: https://www.instagram.com/p/... atau https://www.instagram.com/reel/...