SOKOGURU, JATINANGOR- Guna memenuhi kebutuhan industri kosmetik yang semakin berkembang di Indonesia, Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) menghadirkan Program Studi Rekayasa Kosmetik yang relevan dengan pertumbuhan kebutuhan tenaga profesional di masa yang akan datang.
Program Studi Rekayasa Kosmetik tersebut akan dibuka di Unpad pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027.
Demikian disampaikan Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dalam keterangan resmi Kantor Komunikasi Publik Unpad, Rabu, 21 Januari 2026.
Baca juga: Tambah Tiga Prodi Baru, Program Kelas Internasional Unpad Buka Pendaftaran Hingga 9 Maret 2026
“Dengan bekal pengalaman yang dimiliki oleh Fakultas Farmasi selama ini, kami yakin prodi ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, memberi dampak positif bagi industri kosmetika dan juga bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya, seperti dikutip Kanal Media Unpad.
Sementara Dekan Fakultas Farmasi Unpad Prof. Auliya Abdurrohim Suwantika, memaparkan, kebutuhan tenaga profesional di bidang rekayasa kosmetik semakin meningkat seiring pertumbuhan industri kosmetik. Prodi Rekayasa Kosmetik di Fakultas Farmasi Unpad ini telah lolos akreditasi pertama BAN-PT.
“Fakultas Farmasi Unpad memiliki Sumber Daya Manusia yang kompeten di bidang kosmetik, sarana dan prasarana yang memadai, serta laboratorium sebagai lahan penelitian mahasiswa,” ujarnya.
Baca juga: Para Orang Tua dan Mahasiswa tidak Perlu Khawatir, Uang Kuliah Tunggal Unpad tidak Naik Sampai 2029
Menurut Auliya, Program Studi Rekayasa Kosmetik di Unpad akan membuka daya tampung sebanyak 80 mahasiswa yang terbagi untuk tiga jalur masuk perguruan tinggi, yaitu SNBP, SNBT, dan jalur mandiri.
“Berbeda dengan Prodi Farmasi, kekhasan Prodi Rekayasa Kosmetik ini secara spesifik akan fokus mempelajari komoditas kosmetik, serta proyek dalam mengembangkan sebuah produk mulai dari sediaan farmasi, membuat formulasi, hingga produksi dan pemasarannya,” imbuhnya.
Karena berada di bawah Fakultas Farmasi, sambung Auliya, beberapa mata kuliahnya tentu akan sangat memiliki relasi dengan aspek kefarmasian.
Baca juga: Di MIHAS 2025 Malaysia, Kosmetik Halal Indonesia Bukukan Potensi Transaksi Rp213,79 Miliar
“Jadi bagaimana memformulasikan sebuah produk kosmetik yang baik, bagaimana dari segi regulasinya, quality control, hingga pemasarannya. Tidak hanya di aspek produksinya, tetapi secara keseluruhan aspek kefarmasiannya itu akan sangat kuat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Auliya menjelaskan,industri kosmetik yang pertumbuhannya sangat baik di Indonesia ini membuka peluang besar untuk berkarier di berbagai bidang terkait.
Oleh karena itu, melalui prodi Rekayasa Kosmetik itu mahasiswa dipersiapkan untuk memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga lulusannya diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan inovasi produk kosmetik.
Selain itu, penyelenggaraan prodi ini juga menjadi bagian dari upaya Unpad dalam mendukung pengembangan industri nasional.
Fakultas Farmasi Unpad telah melakukan inisiasi kerja sama dengan berbagai macam stakeholder, seperti PT Paragon, BPOM dan Kementerian Kesehatan RI.
Kurikulum disusun dengan mempertimbangkan feedback dan insight dari berbagai pihak yang berpotensi akan menjadi pengguna calon alumni.
“Dari Prodi Rekayasa Kosmetik ini terbuka lebar banyak peluang, baik itu bekerja menjadi formulator di industri kosmetik atau bekerja sebagai regulatornya, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa menjadi seorang entrepreneur di bidang kosmetik dengan bekal pengetahuan rekayasa kosmetik,” ungkapnya. (SG-1)