SOKOGURU, JATINANGOR- Untuk mendukung ketahanan pangan nasiona, Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang magister.
Program tersebut meliputi Magister Ekonomi Pertanian Konsentrasi Kedaulatan Pangan di Fakultas Pertanian serta Magister Ilmu Peternakan Konsentrasi Manajemen Pembangunan Peternakan di Fakultas Peternakan.
Demikian disampaikan Direktur Akademik Unpad, Prof. Aliya Nur Hasanah, dalam keterangan resmi Kantor Komunikasi Publik Unpad, Selasa, 10 Februari 2026.
Baca juga: Mulai 2026 Unpad Buka Program Studi Strata 1 Rekayasa Kosmetik di Fakultas Farmasi
“Saat ini, program studi (prodi) yang telah diselenggarakan dalam bentuk PJJ yaitu Magister Ilmu Peternakan dan Magister Ekonomi Pertanian, yang keduanya telah memenuhi persyaratan akreditasi minimal,” jelasnya saat wawancara dengan Kanal Media Unpad, Senin, 2 Februari 2026.
penyelenggaraan PJJ tersebut, sambung Aliya, didukung oleh Kantor PJJ Unpad yang bekerja sama dengan Kantor Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran Unpad guna memastikan mutu pembelajaran tetap setara dengan program reguler.
Ia menegaskan tidak terdapat perbedaan dari sisi kualitas dan capaian pembelajaran antara kelas reguler dan PJJ.
Baca juga: Tambah Tiga Prodi Baru, Program Kelas Internasional Unpad Buka Pendaftaran Hingga 9 Maret 2026
“Pada PJJ, pembelajaran sebagian besar dilakukan secara jarak jauh melalui learning management system Unpad (menggunakan Learning in Virtual Environment atau LiVE Unpad), mulai dari penyediaan bahan ajar, pelaksanaan ujian, hingga model tutorial. Kami juga telah menyiapkan tutor berbasis AI yang banyak melibatkan kegiatan praktikum berbasis responden,” imbuhnya.
Menurut Aliya, Unpad memastikan tidak terdapat perbedaan mutu pendidikan antara pembelajaran jarak jauh dan tatap muka. Hal tersebut didukung oleh kesiapan sistem pembelajaran, di mana proses PJJ di Unpad dilaksanakan secara terintegrasi melalui LiVE Unpad untuk menjamin kualitas dan efektivitas pembelajaran.
“LiVE Unpad tersedia dalam versi mobile, baik iOS maupun Android, serta berbasis web. Sehingga, mahasiswa yang berada di berbagai wilayah dapat mengakses pembelajaran dengan mudah dan memperoleh pengalaman serta kualitas pembelajaran yang setara dengan perkuliahan tatap muka,” tuturnya.
Baca juga: Para Orang Tua dan Mahasiswa tidak Perlu Khawatir, Uang Kuliah Tunggal Unpad tidak Naik Sampai 2029
Lebih lanjut, Aliya menambahkan, Magister Ekonomi Pertanian Konsentrasi Kedaulatan Pangan telah ditetapkan sebagai salah satu program studi penerima Beasiswa Patriot 2026.
Beasiswa dari Kementerian Transmigrasi RI itu mencakup pendidikan dan penempatan peserta di kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi untuk mendukung swasembada nasional dan pembangunan ekonomi.
Bagi calon peserta yang ingin mendaftar pada Program PJJ, alur pendaftaran dan persyaratannya sama dengan prodi reguler melalui laman smup.unpad.ac.id.
Pada laman tersebut tersedia keterangan khusus PJJ untuk prodi yang bersangkutan. Ke depan, Unpad tengah merencanakan dan memproses pembukaan sejumlah program studi lain dalam skema PJJ.
Saat ini, program-program tersebut masih berada dalam berbagai tahapan proses, termasuk pendirian program studi baru serta menunggu pemenuhan dan penilaian borang dari lembaga akreditasi.
“Bagi calon mahasiswa yang berada di luar daerah dan mengalami kendala untuk hadir langsung di Unpad, namun tetap ingin merasakan pendidikan di Unpad, PJJ dapat menjadi pilihan yang sangat memungkinkan.,” ujar Aliya lagi.
Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan Unpad, Prof. Dr. Rahmat Hidayat, S.Pt., M.S, mengatakan, program itu fleksibel dalam lokasi dan waktu belajar.
Mandiri dalam belajar namun tetap difasilitasi dengan bantuan teknologi, modul-modul yang disertai kasus serta pengajar Unpad dan praktisi terkait. Menurutnya PJJ Unpad cocok untuk pengambil kebijakan, praktisi, dan akademisi.
“Program PJJ jenjang magister di Fakultas Peternakan dirancang dengan skema perkuliahan penuh di luar kampus. Seluruh proses pembelajaran dilaksanakan secara daring melalui sistem pembelajaran Unpad,” ujarnya. Sementara pelaksanaan Seminar Proposal dan Sidang Tesis, sambung Rahmat, dapat dilakukan secara luring di kampus maupun secara daring. Rahmat menyampaikan program PJJ itu akan berjalan dengan dukungan penuh fasilitas pembelajaran digital, seperti tutor, video ajar, serta materi pembelajaran yang terintegrasi dalam Learning Management System (LMS) Unpad dan dapat diakses oleh mahasiswa dari berbagai daerah. “Program PJJ ini kami rancang untuk memperluas akses pendidikan pascasarjana, khususnya bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) agar tetap dapat menempuh pendidikan magister tanpa harus meninggalkan daerahnya,” jelasnya.
Harapannya, tambah Rahmat, mahasiswa dapat mengembangkan riset berbasis pada fenomena dan kebutuhan daerah masing-masing, sehingga hasil tesis yang dihasilkan tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah tanpa mengurangi kualitas pendidikan yang diselenggarakan.
Inklusif
Di sisi lain, Dekan Fakultas Pertanian Unpad Dr. Ahmad Choibar Tridakusumah, S.P., M.P., menyampaikan, visi penyelenggaraan program PJJ adalah untuk menjadi pusat pendidikan dan pengetahuan bidang kedaulatan pangan yang inklusif, berkelanjutan dan berkelas dunia, serta mendorong inovasi dalam mewujudkan kedaulatan pangan masyarakat. Program itu juga menjunjung prinsip Bhineka Tunggal Ika, dengan mendorong keberagaman pangan lokal, agroekologi, dan sistem pangan berbasis kearifan budaya di berbagai wilayah Nusantara.
Penyelenggaraan program dalam format Pendidikan Jarak Jauh, menurutnya, mencerminkan komitmen terhadap nilai inklusifitas, pemerataan akses pendidikan, dan keberlanjutan dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat di berbagai daerah untuk mengakses pendidikan magister berkualitas tanpa hambatan geografis. “Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat menjadi pionir dalam memperkuat sistem pangan nasional, memperluas akses pendidikan pascasarjana berkualitas jarak jauh, dan membentuk agen perubahan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia,” tutupnya. (SG-1)