SOKOGURU, JAKARTA- Di setiap momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Pemerintah secara reguler terus memberikan dukungan bagi seluruh aktivitas ekonomi masyarakat.
Untuk itu, Pemerintah meluncurkan Program Stimulus Ekonomi yang diharapkan dapat meningkatkan mobilitas dan menjaga daya beli masyarakat, serta sekaligus mampu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal itu dalam Konferensi Pers Stimulus Ekonomi HBKN Idulfitri 2026: Diskon Tarif Transportasi, WFA, dan Bantuan Pangan di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Baca juga: Diskon Tiket Pelni MasihTersisa 32 Persen, Program Stimulus Lancar dan Diminati Masyarakat
“Idulfitri terbukti di periode yang lama, termasuk Natal dan Tahun Baru (Nataru) meningkatkan mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat yang kemarin sampai dengan 5,39% ,” ujarnya, seperti dikutip keterangan resmi Kemenko ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan terjadi lonjakan mobilitas masyarakat dalam setiap periode HBKN termasuk peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di berbagai daerah.
Dengan dukungan Pemerintah melalui Program Stimulus Ekonomi, sambung Menko, diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan selama libur HBKN dan sekaligus membantu mengurangi kemacetan yang kerap terjadi selama periode libur tersebut.
Baca juga: Beri kuliah umum di ITB, Menteri UMKM Tegaskan Paket Stimulus Ekonomi Stabilkan Performa UMKM
“Peningkatan mobilitas pada periode Lebaran dan Idulfitri 2025 itu mencapai mobilitas masyarakat 154,62 juta orang dan libur Nataru 110,43 juta, dan secara year on year satu tahun di tahun 2025 itu 5,11% , dan pada Desember penyumbang wisman 1,41 juta dan wisnus 105,98 juta,” imbuh Airlangga.
Dalam rangka HBKN Idulfitri 2026, Pemerintah kembali merilis stimulus berupa diskon tarif transportasi dengan total anggaran yang dipersiapkan mencapai sebesar Rp911,16 miliar.
Untuk moda transportasi kereta api, diberikan potongan tarif sebesar 30% dari harga tiket untuk periode perjalanan 14–29 Maret 2026 dan angkutan laut PT Pelni diberikan diskon 30% dari tarif dasar untuk periode perjalanan 11 Maret–5 April 2026.
Selain itu, angkutan penyeberangan ASDP diberikan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan pada 12–31 Maret 2026, serta angkutan udara diberikan diskon tarif 17%–18% dari harga tiket untuk penerbangan domestik kelas ekonomi pada 14–29 Maret 2026.
Pembelian tiket untuk periode perjalanan yang mendapatkan diskon tarif transportasi tersebut dapat dilakukan masyarakat mulai tanggal 11 Februari 2026.
Pemerintah juga akan menerapkan skema Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) pada16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 bagi ASN dan pekerja swasta untuk mengoptimalisasi dampak positif lonjakan mobilitas masyarakat dalam periode libur HBKN tahun ini. Selain itu, Pemerintah juga telah menyiapkan skema Bantuan Pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan bagi sekitar 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan estimasi anggaran mencapai sebesar Rp11,92 triliun, yang akan diserahkan sekaligus untuk dua bulan di awal bulan Ramadan.
Melalui pelaksanaan Stimulus Ekonomi HBKN Idulfitri 2026 ini, Pemerintah berharap peningkatan mobilitas masyarakat dapat berlangsung lebih terkelola, aktivitas ekonomi daerah tetap terjaga, serta kontribusi sektor transportasi dan pariwisata terhadap perekonomian nasional terus berlanjut.
“Catatan terakhir, kami harapkan seluruh unit usaha, termasuk BUMN yang menjalankan program diskon, dapat menjaga agar pelaksanaannya berjalan dengan baik sampai dengan implementasinya. Hal itu juga termasuk industri swasta yang telah diberikan pengaturan dan regulasi terkait dengan program tersebut,” tutup Menko Airlangga.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, di antaranya yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.
Kemudian tampak Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, serta Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto. (SG-1)