SOKOGURU, BANYUASIN- Sebanyak tiga kontainer produk makanan hewan peliharaan (pet food) produksi PT Evo Manufacturing Indonesia (EMI) senilai USD176 ribu atau setara Rp3 miliar diekspor ke Filipina.
Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) melepas ekspor perdana tersebut di pabrik PT EMI di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, Kamis, 12 Februari 2026.
Adapun produk yang diekspor berupa 2.300 boks makanan basah dalam kaleng (canned wet food), 11.200 boks pasta dalam kemasan (pouch pâté), serta 12.000 boks daging kaldu dalam kemasan (pouch chunk in gravy).
Baca juga: Mendag Busan Lepas Ekspor Serentak Delapan Provinsi Senilai Rp978 miliar, Dorong Ekspor Inklusif
“Ekspor perdana ini menunjukkan daya saing produk pet food Indonesia semakin diperhitungkan. Bagus sekali, apalagi ini ekspor perdana yang diproduksi lokal. Kita sudah bisa membuat makanan kucing yang diekspor dan kucing jenis apa pun di dalam negeri bisa makan ini. Kucing boleh impor, tapi makanan harus lokal,” katanya, seperti dikutip keterangan resmi Kemendag.
Secara nasional, kinerja ekspor pet food Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan positif. Pada periode 2020–2024, ekspor produk ini tumbuh signifikan sebesar 158,27%.
Sementara itu, pada Januari–November 2025, nilai ekspor pet food Indonesia tercatat mencapai USD8,25 juta. Negara tujuan ekspor meliputi India, Malaysia, Jepang, Filipina, dan Hong Kong. Filipina menjadi salah satu pasar potensial dengan permintaan pet food dari Indonesia yang terus meningkat.
Berdasarkan data International Trade Center (ITC), produk pet food Indonesia masih memiliki peluang pasar yang besar. Tidak hanya ke pasar tradisional seperti Amerika Serikat dan Jepang, pet food Indonesia juga mempunyai daya tarik di pasar nontradisional seperti Taiwan dan Selandia Baru.
Mendag Busan mengajak eksportir pet food untuk semakin meningkatkan ekspor dengan memanfaatkan berbagai perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia dengan negara-negara mitra.
Pasar-pasar negara tujuan telah dibuka melalui Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), Indonesia-Australia CEPA, dan Indonesia-Chile CEPA.
“Membuka pasar-pasar baru ini melalui perjanjian dagang adalah kesempatan besar bagi eksportir kita. Kalau ekspor meningkat, ekosistem ekonomi kita jalan,” kata Mendag Busan.
Mendag Busan juga mengajak para pelaku usaha melihat peluang yang terbuka dari Indonesia- European Union CEPA yang telah selesai secara substansial. Melalui perjanjian itu, akan terbuka pasar di 27 negara Uni Eropa dengan jumlah penduduk lebih dari 400 juta jiwa.
Untuk menjembatani pembukaan pasar di berbagai negara tujuan ekspor, Kementerian Perdagangan memiliki 46 perwakilan perdagangan (perwadag) di 33 negara.
Para perwadag akan memfasilitasi penjajakan bisnis (business matching) antara pelaku usaha Indonesia dan buyer mancanegara melalui kegiatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor).
Ikuti business matching
PT EMI juga telah mengikuti business matching yang digelar Kemendag untuk menembus pasar negara teluk. Business matching ini difasilitasi Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Dubai dan ITPC Jeddah.
Dari business matching tersebut, PT EMI telah dipertemukan dengan empat calon buyer potensial.
Kemendag juga mempersiapkan kegiatan Desa Bisa Ekspor yang mencakup peningkatan kapasitas dan daya saing komoditas khas desa. Selain itu, Kemendag memiliki program Campuspreneur yang bermitra dengan perguruan tinggi untuk mendorong ekspor.
Pada kesempatan yang sama, Co-Founder Evo Group, Dimas Baskoro, optimistis ekspor pet food lokal produksi PT EMI akan berkontribusi terhadap peningkatan ekspor dan daya saing pet food Indonesia di tingkat global.
Ia berharap, pelepasan ekspor perdana ini menjadi awal langkah strategis bagi Evo Group dan industri manufaktur Indonesia untuk bersaing dan beradaptasi di pasar global.
“Pelepasan ekspor ke Filipina ini menjadi kontribusi kami terhadap Indonesia karena produk ini 100 persen buatan PT EMI di Banyuasin, Sumatra Selatan. Terima kasih karena atas dukungan Kemendag, kami sedang menjajaki ekspor ke Timur Tengah dan negara-negara Asia lainnya seperti Vietnam,” kata Dimas.
PT EMI merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di industri pet food. Berdiri sejak 2023, pelepasan ekspor kali ini menjadi langkah strategis memperluas penetrasi pet food Indonesia ke pasar internasional sekaligus semakin memperkuat citra Indonesia sebagai produsen makanan hewan peliharaan berstandar global.
Dalam pelepasan ekspor tersebut, turut hadir Wakil Gubernur Sumatra Selatan, Cik Ujang, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatra Selatan Henny Yulianti, dan sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga lainnya.
Sementara itu, Mendag Busan didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal S. Shofwan. (SG-1)