SokoTekno

Ciptakan Inovasi dari Kulit Singkong, Jeruk dan Sekam Padi, Dua Mahasiswa Unpad Raih Penghargaan di AIGIS

Diah dan Hasya bawa karya berjudul BIOSTAY: Biopackaging Berbasis Selulosa Limbah Kulit Singkong dan Sekam untuk Green Economy dan Transformasi Bisnis Digital.

By Rosmery C Sihombing  | Sokoguru.Id
29 Agustus 2025
<p>Diah Nur Oktavia dan Hasya Zafira, mahasiswa Unpad yang meraih prestasi karena inovasi yang mereka ciptakan terpilih sebagai salah satu dari lima karya terbaik di AIGIS Green Scientific Competition Kementerian Perindustrian di Jakarta, pada 30 Juli 2025. (Dok. Kanal Media Unpad/ Dadan Triawan)</p>

Diah Nur Oktavia dan Hasya Zafira, mahasiswa Unpad yang meraih prestasi karena inovasi yang mereka ciptakan terpilih sebagai salah satu dari lima karya terbaik di AIGIS Green Scientific Competition Kementerian Perindustrian di Jakarta, pada 30 Juli 2025. (Dok. Kanal Media Unpad/ Dadan Triawan)

SOKOGURU- Awalnya, Diah Nur Oktavia dan Hasya Zafira, keduanya mahasiswa program studi Sarjana Terapan Teknologi Industri Kimia Universitas Padjadjaran (Unpad) melihat permasalahan sosial soal limbah.

Mereka pun tertuju pada pengolahan limbah, utamanya limbah styrofoam yang digunakan untuk mengemas makanan. 

Lalu mereka pun mendapat ide, bagaimana menggantikan styrofoam itu dengan biopackaging yang food grade

Baca juga: Unpad Gandeng PT DNIM Komersialisasi Hasil Riset Minyak Sacha Inchi, Kembangkan Produk Kesehatan

“Lalu kita cari bahan yang bisa digunakan untuk membuatnya, ketemu lah kulit singkong, sekam padi dan kulit jeruk,” jelas Hasya, seperti dikutip Kanal Media Unpad, Jumat, 29 Agustus 2025.

Karya kedua mahasiswa itu pun berbuah hasil yakni meraih prestasi membanggakan karena inovasi yang mereka ciptakan terpilih sebagai salah satu dari lima karya terbaik di AIGIS Green Scientific Competition yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian beberapa waktu lalu.

Penghargaan diserahkan di Jakarta pada 30 Juli 2025. Diah dan Hasya membawa karya berjudul BIOSTAY: Biopackaging Berbasis Selulosa Limbah Kulit Singkong dan Sekam Padi dengan Formulasi Antioksidan Kulit Jeruk Untuk Mendukung Green Economy dan Transformasi Bisnis Digital. 

Baca juga: Unpad Resmikan Tempat Pengolahan Sampah, Dukung Komitmen Wujudkan Kampus Hijau

Sebelumnya pada 30 Juni 2025, inovasi tersebut terpilih sebagai juara 1 pada kegiatan Toyota x AIGIS Goes To Campus 2025 di Unpad. Lalu di tingkat nasional, inovasi itu juga terpilih sebagai karya terbaik. 

Lebih lanjut, Diah menambahkan, tujuan utama karya itu adalah bagaimana mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat, terutama limbah pertanian lokal. 

Menurutnya, limbah biopackaging itu tersedia cukup melimpah di sekitar kita karena lahan pertanian tersebar luas sehingga persediaan sekam padi akan cukup, begitu pun dengan kulit singkong dan kulit jeruk. 

Baca juga: Riset ‘Cangkang Telur’ Mahasiswa FKG Unpad Sabet Prestasi di Kompetisi Science Bangkok

“Ada tiga fungsi dari limbah tersebut, sebagai agregat, pengerat dan antioksidan. Agregat itu struktur penguat, kita menggunakan sekam padi yang didalamnya ada komposisi hemiselulosa dan selulosa yang kuat strukturnya,” ujarnya.

Dari kulit singkong, sambung Diah, selulosanya mengandung kabohidrat sehingga dapat digunakan sebagai pengerat atau struktur pengikat. Di dalam ekstrak kulit jeruk, ada antioksidannya, ada antibakteri. 

“Kita memang menambahkan beberapa formulasi tambahan, tapi kita pilih bahannya yang food grade dan biodegradable,” jelas Diah. 

Saat mempresentasikan karya tersebut di Jakarta, Diah memperoleh respon dan saran positif dari para juri. Inovasi itu, menurut para juri, bisa dikembangkan ke skala lanjutan tidak sekadar biopackaging, misalnya ke furniture dan manufaktur otomotif. 

“Senang banget bisa menang di kompetisi ini. Biasanya kalau menang lomba, kita dapat uang dan piagam. Di sini, kita dapat juga kesempatan magang di perusahaan-perusahaan besar yang menjadi sponsor lomba,” ujar Hasya. 

Sebelumnya, Diah dan Hasya pernah juga menciptakan karya biopackaging lainnya dan meraih juara 1 mata lomba  Scientific Papers in Science and Technology pada Olimpiade Vokasi Indonesia (Olivia) IX pada 2024. 

Kini mereka telah menyelesaikan studinya dan sedang menunggu wisuda pada November 2025 mendatang. Mereka berharap, kesempatan magang tersebut dapat pula menjadi jembatan bagi mereka untuk bisa masuk ke dunia kerja. (SG-1)