SOKOGURU - Kisah Inspiratif Boni Anggara, Ketua Kadin Kabupaten Bandung yang Merintis Bisnis dari "Minus Satu".
Sebuah kisah inspiratif datang dari sosok pengusaha muda yang kini menjabat sebagai Ketua Kadin Kabupaten Bandung, Boni Anggara.
Mengutip tayangan video yang diunggah di akun YouTube @sokoguru berjudul "PODCAST DARI NOL | BONNI ANGGARA DAPAT 1 M PERTAMA DARI MELAKUKAN KEBOHONGAN PUBLIK".
Baca Juga:
Dalam obrolan santai tersebut, Boni blak-blakan mengungkap perjalanan hidupnya yang ternyata tidak semulus bayangan banyak orang saat ini.
Ia menegaskan bahwa kesuksesan yang diraihnya sekarang merupakan hasil kerja keras sebagai seorang pejuang, bukan karena faktor warisan keluarga.
Bahkan, Boni menyebut titik awal perjuangannya dimulai dari angka di bawah nol karena keterbatasan ekonomi yang dialaminya sejak kecil.
"Jadi kalau ngomongin bahas judul kita dari nol sebetulnya relate banget karena saya itu adalah salah satu pejuang bukan pewaris gitu," ujar Boni Anggara dikutip pada Minggu, 22 Februari 2026.
Nyalinya dalam dunia usaha rupanya sudah terasah sejak duduk di bangku sekolah dasar, tepatnya saat ia masih kelas 4 SD.
Uniknya, bisnis pertama yang ia jalani tergolong sangat nekat karena ia menjual isi kulkas milik orang tuanya sendiri tanpa modal.
Ia menjajakan nasi dan nugget goreng di depan rumahnya seharga Rp5.000 per porsi demi mendapatkan uang jajan tambahan.
"Jadi kalau ngomongin dari nol kayaknya perjalanan hidup saya tuh dari -1 kayaknya. Jadi -1 min 1 bukan bukan nol lagi tapi -1," ungkapnya.
Orang tuanya kala itu hanya bisa memaklumi tingkah kreatif sang anak yang asyik berjualan meski bahan bakunya diambil dari dapur sendiri.
Memasuki masa SMA, mentalitas pejuang Boni semakin teruji saat ia memutuskan untuk mulai bekerja di sebuah industri konveksi.
Di sana, ia melakoni berbagai peran sekaligus, mulai dari bagian pengepakan hingga menjadi tenaga pemasar demi menyambung hidup.
Meski jabatannya terdengar mentereng sebagai "direktur", nyatanya ia mengerjakan segala hal dari hulu ke hilir dengan gaji yang sangat minim.
"Saya kerja pertama saya di konveksi. Di konveksi sebagai jabatan direktur ee tukang packing, SPB, all in lah pokoknya mah dari depan sampai belakang dengan gaji alhamdulillah Rp800.000 per bulan," tutur Boni.
Rutinitas kerjanya pun sangat padat, bahkan ia mengaku harus bekerja dari Senin hingga Minggu tanpa mengenal hari libur nasional.
Pengalaman pahit dan kerja keras di masa remaja itulah yang akhirnya membentuk karakter dan mental bisnisnya menjadi sangat kuat hingga sekarang.
Kini, sebagai tokoh muda di Jawa Barat, Boni terus berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM di wilayahnya.
Perjalanan dari "minus satu" ini diharapkan mampu memotivasi generasi milenial untuk tidak takut memulai usaha dari kondisi sesulit apa pun. (*)