Kemenag Luncurkan Program ‘Halal Goes to Campus’, Upaya Edukasi Halal bagi Generasi Muda

Kesadaran halal berkembang pesat di negara-negara Barat. Banyak negara nonmuslim percayai standar dan kualitas produk halal. Halal kini jadi gaya hidup global.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
04 Maret 2026
<p>Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad pada peluncuran  program Halal Goes to Campus, di Auditorium Bale Sawala Universitas Padjadjaran (Unpad),  Kampus Jatinangor, Selasa, 3 Maret 2026. (Dok. Kemenag)</p>

<p> </p>

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad pada peluncuran  program Halal Goes to Campus, di Auditorium Bale Sawala Universitas Padjadjaran (Unpad),  Kampus Jatinangor, Selasa, 3 Maret 2026. (Dok. Kemenag)

 

SOKOGURU, JATINANGOR- Untuk memperkuat literasi halal bagi mahasiswa sekaligus membangun kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi, Direktorat Jaminan Produk Halal (JPH) Kementerian Agama meluncurkan program Halal Goes to Campus, di Auditorium Bale Sawala Universitas Padjadjaran (Unpad),  Kampus Jatinangor, Selasa, 3 Maret 2026.

Program yang dirilis perdana di Unpad tersebut mengusung tema Ngobral (Ngobrolin Halal).

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, masyarakat Indonesia kerap merasa seluruh produk yang beredar sudah pasti halal, karena mayoritas penduduknya muslim. Padahal, sambungnya, kepastian halal tetap memerlukan sistem dan regulasi yang jelas.

Baca juga: Produk AS Tetap Wajib Sertifikasi Halal dan Izin BPOM, Seskab Teddy: Jangan Terpengaruh Informasi tidak Benar

Ia pun mengutip QS Al-Baqarah ayat 168 yang menyerukan seluruh manusia untuk mengonsumsi dan menggunakan produk yang halal dan tayib. 

“Ayat tersebut dimulai dengan ‘yaa ayyuhannas’, yang artinya ditujukan kepada seluruh manusia. Halal bukan hanya anjuran bagi umat Islam, tetapi prinsip universal tentang kebaikan dan kebermanfaatan,” jelasnya, dalam keterangan resmi Kemenag, Rabu, 4 Maret.

Menurut Abu Rokhmad, konsep halal dan tayib mencakup makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, hingga produk lainnya. Indonesia telah memiliki landasan hukum melalui Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang mengatur sistem sertifikasi dan label halal sebagai jaminan bagi konsumen.

Baca juga: Lembaga Pemeriksa Halal KKP Resmi Beroperasi, Siap Jadi Katalisator Produk Halal Perikanan

Ia menambahkan, halal kini berkembang menjadi gaya hidup global. Sejumlah negara Asia, seperti China dan Korea Selatan, memiliki pusat halal, bahkan banyak perusahaan asing mengajukan sertifikasi halal ke Indonesia.

“Kami ingin mengajak generasi muda agar memiliki pemahaman tentang halal. Banyak juga perusahaan besar China yang minta sertifikasi halal ke Indonesia. Ini kesempatan, lkhususnya buat mahasiswa agar mampu mengembangkan kemampuan dan jejaring dalam industri halal,” imbuhnya.

Abu Rokhmad mendorong perguruan tinggi membuka program studi industri halal yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, seperti kimia, fisika, dan farmasi. 

Baca juga: Kemendag Dorong Perluasan Pasar Produk Halal, Indonesia Posisi Ketiga Indikator Ekonomi Islam Global

Ia menilai, riset farmasi halal dapat menjadi kebanggaan nasional sekaligus mendorong lahirnya produk farmasi halal.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Widya Setiabudi Sumadinata mengatakan, halal bukan konsep eksklusif bagi umat Islam, melainkan bagian dari fitrah manusia untuk hidup sehat dan sejahtera.

“Halal sebetulnya bukan sesuatu yang istimewa hanya untuk umat Islam. Halal adalah fitrah manusia. Jika ingin hidup sejahtera dan sehat secara fisik, ruhani, dan sosial, maka makanan yang dikonsumsi harus halal,” ujarnya.

Ia menilai, kesadaran halal justru berkembang pesat di negara-negara Barat. Banyak negara nonmuslim mempercayai standar dan kualitas produk halal. Namun, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar masih perlu memperkuat kesadaran terhadap sertifikasi dan ekosistem industri halal.

“Kita sebagai umat Islam kadang kurang aware dengan ekosistem halal itu sendiri, terutama dalam konteks bisnis dan sertifikasi. Mudah-mudahan kegiatan ini menginspirasi kita untuk mulai peduli dan sadar pentingnya mengonsumsi produk halal,” tambahnya.

Dihubungi terpisah, Direktur Jaminan Produk Halal, Fuad Nasar, menyebut, kegiatan Halal Goes to Campus perdana di Unpad itu  digelar sebagai ajang edukasi dan deseminasi tentang kesadaran konsumsi dan gaya hidup halal bagi generasi muda.

"Halal telah menjadi isu populer di negara kita terutama sejak ekosistem halal dikenalkan kepada publik. Sertifikasi produk halal perlu terus ditingkatkan volumenya, namun tidak boleh berhenti sampai di situ. Riset halal perlu ditumbuhkan. Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik tentang  jaminan produk halal perlu didorong di kampus PTN dan PTKIN," ujar Fuad.

Program Halal Goes to Campus diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang tidak hanya memperkuat literasi halal dari sisi keagamaan, tetapi juga mendorong lahirnya ekosistem industri halal yang inklusif, modern, dan berbasis riset. Hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan Unpad, pejabat eselon II Kementerian Agama, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat. (SG-1)