SOKOGURU, JAKARTA- Selama bulan suci Ramadan hingga Idulfitri 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan pengawasan mutu untuk memastikan kualitas produk perikanan yang beredar di masyarakat.
Pengawasan mutu dilakukan menyeluruh, mulai dari aktivitas produksi di hulu sampai hilir.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, menyampaikan itu dalam siaran resmi KKP di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Jaga Geliat Ekspor Rajungan ke Amerika Serikat, KKP Terbitkan 292 Certificate of Admissible (CoA)
“Jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) di setiap provinsi melaksanakan penguatan pengawasan jelang Ramadan dari hulu sampai hilir, melalui kegiatan surveilan, inspeksi maupun pengujian laboratorium berbagai parameter keamanan pangan,” tuturnya.
Ishartini menjelaskan kegiatan pengawasan jelang Ramadan dilaksanakan mulai pertengahan Januari sampai masuk bulan puasa oleh 46 UPT Badan Mutu KKP di seluruh Indonesia.
Lokus pengawasan di hulu atau produksi primer, sambungnya, meliputi surveilan dan inspeksi Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) di tambak-tambak ikan maupun kapal-kapal perikanan penyuplai rantai pasok domestik maupun ekspor.
Baca juga: KKP Gandeng Polri Awasi Hasil Perikanan Bebas Radioaktif, Pastikan Aman Dikonsumsi Jelang Nataru
Sedangkan di bagian hilir, pengawasan mutu menyasar UPI melalui surveilan/inspeksi HACCP maupun GMP/SSOP.
"Beberapa UPT yang telah melakukan kegiatan pengawasan mutu jelang Ramadhan sejak 15 Januari lalu diantaranya Stasiun Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (PPMHKP) Bengkulu, Balai PPMHKP Medan II, Pontianak, Kendari, dan di Medan I,” imbuh Ishartini.
Selain inspeksi dan surveilan penerapan standar mutu dan keamanan pangan, tambahnya, uji lab juga dilakukan untuk mencegah food borne pathogen berjangkit kepada konsumen.
Baca juga: KKP Percayakan Pengujian Udang Bebas Cesium 137 pada BRIN, Kerja Sama juga Dilakukan dengan Bapeten
“Diantaranya, uji E. Coli, salmonela, listeria serta uji histamin, formalin, serta logam berat dan toksin. Semuanya untuk pastikan masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan tenang,” tutup Ishartini.
Sementara itu, Kepala Balai PPMHKP Medan I Nandang Koswara, menambahkan, pihaknya telah melakukan pengawasan budi daya tambak ikan serta monitoring kondisi perairan Danau Toba. Hasilnya dalam kondisi baik dan laik konsumsi.
Pendapat senada disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Stasiun PPMHKP Kendari, Kasrida, yang melaksanakan pengawasan mutu ikan di atas kapal di pelabuhan Kendari.
Menurutnya, hasilnya juga baik. Ikan-ikan berkualitas itu siap memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Sulawesi Tenggara selama Bulan Suci.
Sebelumnya dalam berbagai kesempatan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen KKP sebagai quality assurance body. Penerapan sanitasi, higiene serta prinsip keamanan pangan pada rantai produksi tidak bisa ditawar-tawar lagi untuk menghadirkan produk perikanan yang bermutu, bergizi serta aman konsumsi bagi kebutuhan domestik dan ekspor. (SG-1)