SOKOGURU - Intip Modal Jualan Es Buah Takjil Ramadan, Ternyata Cuan Bersih Bisa Tembus Rp5 Juta Sebulan!
Momen Ramadan selalu jadi ladang pahala sekaligus ladang cuan bagi para pemburu peluang usaha musiman di pinggir jalan.
Banyak orang mendadak jadi pedagang takjil karena pasarnya yang sudah pasti ada, namun sayangnya seringkali hanya berujung lelah tanpa sisa.
Penyebab utamanya sepele, yakni banyak pedagang yang asal jualan tanpa menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dengan detail sejak awal.
Berdasarkan unggahan dari akun Instagram @santaiscale berjudul "HPP Jualan Takjil Es Buah", perhitungan modal ini ternyata sangat krusial agar tidak boncos.
Jika kita melihat contoh riil jualan es buah untuk takjil, HPP per cup ternyata hanya menyentuh angka Rp5.792 saja.
Angka tersebut bukan sekadar harga bahan baku, tapi sudah mencakup biaya tetap lainnya yang sering terlupakan oleh pedagang pemula.
"HPP per cup cuma Rp5.792, udah termasuk biaya tetap," tulis keterangan dalam sumber edukasi bisnis tersebut.
Dengan asumsi Anda menjual es buah di harga Rp10.000 per cup, maka keuntungan bersih yang didapat mencapai Rp4.208 per gelasnya.
Baca Juga:
Jika Anda memiliki target laba bersih sebesar Rp5 juta dalam sebulan, maka Anda hanya perlu mengejar penjualan sekitar 70 cup setiap hari.
Secara akumulasi, Anda harus menjual total 2.100 cup dalam satu bulan, angka yang sebenarnya sangat masuk akal saat musim puasa.
Sebab saat Ramadan tiba, mulai jam 5 sore biasanya orang-orang sudah antre mencari takjil layaknya sedang melakukan war tiket konser.
Dengan skema penjualan konsisten 70 cup sehari, potensi omzet atau pendapatan kotor Anda bisa menyentuh angka Rp21 juta per bulan.
Kuncinya bukan terletak pada enak atau tidaknya es buah tersebut, melainkan pemahaman Anda terhadap angka pasti modal dan keuntungan.
Jika ingin terjun ke bisnis musiman, pastikan margin keuntungan Anda tidak ikut-ikutan bersifat musiman alias tidak stabil.
"Hitung HPP dulu, baru gas jualan," pungkas saran dalam edukasi tersebut untuk memastikan usaha Anda tetap sehat secara finansial. (*)