SOKOGURU, YOGYAKARTA- Guna mempromosikan praktik konservasi penyu di Pantai Goa Cemara, Kabupaten Bantul, Yogyakarta dan restorasi mata air di Desa Sidodadi, Kabupaten Malang, Kementerian Pariwisata lewat Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) melakukan kerja sama dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Kedua program Bakti Lingkungan tersebut dijalankan sebagai corporate shared value BCA di bawah payung Bakti BCA. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan citra pariwisata berkualitas dan berkelanjutan itu.
Demikian disampaikan konservator Kelompok Konservasi Penyu (KKP) Mino Raharjo, Fajar Subekti, dalam keterangan resmi Kementerian Pariwisata, Minggu, 22 Februari 2026.
“Kami memastikan pariwisata harus bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan, sehingga wisatawan yang datang ke Goa Cemara mempunyai pengalaman dan perenungan yang mendalam tentang kehidupan sesama yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Sinergi tersebut, sambungnya, menghasilkan film dokumenter yang mengangkat topik konservasi lingkungan dalam mewujudkan keseimbangan alam dan meningkatkan kualitas pengalaman wisata.
Pada kegiatan di Kabupaten Bantul, cerita yang diangkat merupakan aksi penyelamatan populasi penyu oleh KKP Mino Raharjo. Film tersebut membawa pesan untuk saling menjaga lingkungan agar tidak mengganggu keseimbangan ekosistem serta menawarkan pengalaman wisata berkualitas.
Baca juga: PENTAS Borobudur: Ngangeni Digelar 31 Oktober 2025, Kemenpar: Kembangkan Atraksi Destinasi Prioritas
Menurut Fajar, kegiatan konservasi tidak dapat dipisahkan dari pengembangan pariwisata yang berdampak baik terhadap kelestarian alam.
Pengabdian kepada lingkungan tersebut ditransformasikan kepada wisatawan melalui konsep wisata edukasi. Desa Wisata Patihan yang berdampingan dengan KKP Mino Raharjo menawarkan paket wisata pelepasan tukik sebagai sarana eduwisata.
Wisatawan disuguhkan pengalaman unik yang tidak hanya rekreatif, tapi juga berdampak dengan pelepasan tukik yang membawa dampak bagi lingkungan dan masa depan.
Baca juga: Di Awal 2026 Pariwisata Indonesia Raih Sederet Penghargaan Internasional, Bali Destinasi Terbaik
Pendapat senada disampaikan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Bendara.
“Yogyakarta dan Goa Cemara terkenal sebagai wisata mass tourism. tentu harapannya dengan adanya konservasi tukik yang lebih profesional ini, wisatawan tidak hanya mandi air, bermain pasir, dan menikmati pantai, tetapi juga bisa mengedukasi diri dengan konservasi tukik dan bagaimana pelestarian alam untuk kelestarian penyu-penyu kita di masa depan.” ujarnya.
Selain konservasi penyu di Pantai Goa Cemara, kerja sama juga dilakukan untuk mengangkat cerita restorasi mata air di Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
Restorasi sumber mata air tersebut merupakan pilar Bakti Lingkungan dalam program Bakti BCA.
Bermitra dengan Gabungan Kelompok Tani Hutan
Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA, Titi Yusnarti, mengatakan Kegiatan Bakti Lingkungan BCA bermitra dengan Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut), Kelanawisata, Jejakin, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), dan warga desa setempat.
Aksi tersebut, lanjutnya, dikemas secara visual oleh Kelana Wisata sebagai wujud kerja sama dengan BCA untuk menyebarluaskan informasi tentang upaya preservasi lingkungan.
Video dokumenter itu menceritakan proses gotong royong masyarakat desa untuk merestorasi sumber mata air serta membawa pesan penting akan peran air bersih untuk kehidupan masyarakat.
“Program revitalisasi mata air itu merupakan pengembangan program penanaman pohon yang telah dilakukan oleh Bakti BCA. Jadi di tahun ini kita menanam pohon tersebar di tiga lokasi, salah satunya di Desa Sidodadi ini sebesar 21.000,” ujar Titi.
“Kemudian kita berpikir selain dari dampak karbon, ekologi lainnya apa lagi yang bisa kita lakukan untuk masyarakat saudara-saudara kita di Desa Sidodadi,” imbuhnya.
Aksi pelestarian alam dan restorasi mata air tersebut menjadi gerakan untuk memberikan dampak baik bagi lingkungan yang ber-impact terhadap masyarakat.
Sementara itu, Ketua Gapoktanhut Desa Sidodadi, Joko Purnomo, menyatakan, sumber air di desanya menjadi sumber kehidupan masyarakat.
“Ini yang memanfaatkan itu seluruh desa, jadi air ini setelah dibawa pulang dari DAM itu kan penuh, jadi kalo sumber yang digunakan ini kecil, pengguna sawah juga kebingungan, bukan hanya di Sidodadi aja, ada beberapa desa yang memanfaatkan sumber air yang ada disini,” ujarnya.
Di sisi lain, salah satu anggota Gapoktanhut, Suwadi atau akrab disapa Mbah Di, mengatakan air menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat. Harapan masyarakat dengan kegiatan restorasi mata air tersebut yaitu akses air bersih warga dapat lancar dan bersih.
“Ini cita-cita saya, supaya masyarakat anak cucu saya bisa minum air jernih, jadi saya nelusur sumber-sumber itu saya kumpulkan, lalu saya bawa pulang”, ujarnya yang mengawali pencarian mata air sejak 1987.
Lewat film dokumenter, peningkatan citra pariwisata dilakukan melalui media promosi. Kelana Wisata sebagai kanal promosi pariwisata Badan Pelaksana Otorita Borobudur menggandeng berbagai pihak untuk berkolaborasi memproduksi film di Bantul dan video di Malang tersebut.
Penyampaian pesan menjadi sarana untuk mengkampanyekan pariwisata berkualitas. Hal tersebut turut menjadi strategi untuk mendukung program Kementerian Pariwisata dalam mewujudkan Gerakan Wisata Bersih dan Pariwisata Naik Kelas. (SG-1)