Inacraft Award 2026, Apresiasi untuk Inovasi Perajin, Digitalisasi, dan Perempuan Wirausaha

Standar penilaian mencakup aspek kualitas craftsmanship, orisinalitas desain, keberlanjutan, nilai budaya, hingga potensi pasar. Penjurian melalui tiga tahap.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
10 Februari 2026
<p>Inacraft Appreciation Night digelar Jumat, 6 Februari 2026 malam, menghadirkan tiga penghargaan utama, yakni Inacraft Award, Inacraft Digital Excellence Award, dan Inacraft Womenpreneurs Award. (Dok. ASEPHI)</p>

<p> </p>

<p> </p>

Inacraft Appreciation Night digelar Jumat, 6 Februari 2026 malam, menghadirkan tiga penghargaan utama, yakni Inacraft Award, Inacraft Digital Excellence Award, dan Inacraft Womenpreneurs Award. (Dok. ASEPHI)

 

 

SOKOGURU, JAKARTA-  Sebagai bentuk apresiasi atas kualitas, inovasi, serta kontribusi terhadap industri kerajinan nasional, Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026 menggelar Inacraft Appreciation Night.

Acara yang digelar Jumat, 6 Februari malam itu menghadirkan tiga penghargaan utama, yakni Inacraft Award, Inacraft Digital Excellence Award, dan Inacraft Womenpreneurs Award.

Dalam apresiasi tersebut menjadi momentum penting bagi Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) untuk menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan tradisi kriya sekaligus mendorong transformasi modern di sektor kerajinan.

Baca juga: Inacraft 2026 Ditutup, UMKM Binaan Pertamina Digemari Buyer Asing,Transaksi Tembus Rp7,5 Miliar

Program ASEPHI Inacraft Award, kata Ketua Umum ASEPHI, Muchsin Ridjan, bertujuan untuk mendorong para pengrajin menghasilkan produk kerajinan tangan dengan tetap mengandalkan keterampilan tradisional, pola khas daerah, dan tema budaya, namun dikembangkan secara inovatif dan relevan dengan pasar masa kini. 

Melalui program itu, ASEPHI ingin memastikan kelangsungan dan keberlanjutan tradisi kriya yang menjadi identitas budaya Indonesia.

Inacraft Award merupakan adaptasi dari kriteria dan program UNESCO, dan telah menjadi program unggulan World Craft Council (WCC) dalam mendukung produsen kerajinan di berbagai negara. 

Baca juga: Resmikan Inacraft 2026, Menteri Ekraf Riefky: Kepemimpinan Perempuan dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif

Standar penilaian mencakup aspek kualitas craftsmanship, orisinalitas desain, keberlanjutan bahan, nilai budaya, hingga potensi pasar.

“Sejak Inacraft Award 2016, ASEPHI telah melakukan terobosan dengan mengembangkan sistem seleksi berbasis aplikasi online, guna menyederhanakan proses pendaftaran, dan memperluas partisipasi perajin dari berbagai daerah,” kata Muchsin. 

Meskipun sistem telah beralih ke digital, lanjutnya, standar dan teknik penilaian tetap dipertahankan sesuai dengan kriteria internasional.

Baca juga: Merayakan Peran Womenpreneurs di Balik Kriya Nusantara, Inacraft 2026 Digelar 4-8 Februari 2026

Penjurian ketat

Pada Inacraft 2026, proses penjurian dilakukan melalui beberapa tahap yang ketat dan terstruktur. Penjurian tahap I dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026, di mana Dewan Juri menilai produk-produk yang didaftarkan langsung oleh para artisan atau pemilik produk selama pelaksanaan Inacraft. 

Dari 29 produk yang terdaftar secara online, hanya lima produk yang menyerahkan fisik produk kepada panitia. Selain itu, terdapat 21 produk yang didaftarkan secara offline dengan membawa fisik produk secara langsung. 

Untuk mengakomodasi karya mandiri para perajin, juri memutuskan untuk menambahkan 9 produk pilihan agar dapat ikut dinilai dalam proses seleksi.

Sementara itu, penjurian tahap II, yang juga berlangsung pada 5 Februari melibatkan total 50 produk, terdiri dari 29 produk online dan 21 produk offline

Setelah proses seleksi awal, Dewan Juri melanjutkan penilaian terhadap produk-produk yang telah disubmit dalam tujuh  kategori utama. 

Secara keseluruhan, terdapat 79 produk terpilih, termasuk kategori independen.

Di hari yang sama, penjurian tahap III kembali dilaksanakan dengan fokus pada pemilihan tiga nominasi tertinggi di setiap kategori melalui proses penilaian dan ‘tagging’ oleh para juri. 

Tahap itu menjadi penentu akhir untuk menetapkan para pemenang yang dinilai paling unggul dari segi kualitas produk, nilai inovasi, dan keberlanjutan usaha.

ASEPHI berharap pada tahun-tahun mendatang akan semakin banyak perajin dan artisan yang mampu menghadirkan produk dengan standar tinggi sesuai dengan kriteria Inacraft Award. 

Untuk itu, organisasi tersebut mendorong adanya sosialisasi aktif oleh pengurus BPD dan BPC kepada anggota di daerah, agar semakin banyak produk unggulan yang dapat berpartisipasi dalam kompetisi prestisius ini.

Sementara itu, Inacraft Digital Excellence Award, diberikan kepada pelaku usaha dan brand kriya yang dinilai berhasil dalam mengadopsi teknologi digital untuk memperluas pasar, meningkatkan branding, serta mengoptimalkan strategi pemasaran daring.

Penghargaan itu menyoroti pelaku UMKM yang aktif memanfaatkan e-commerce, media sosial, website resmi, serta strategi digital marketing untuk menembus pasar nasional maupun global. 

Program tersebut sejalan dengan visi ASEPHI dalam mendorong transformasi digital industri kerajinan, sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha di era ekonomi kreatif.

Sedangkan Inacraft Womenpreneurs Award diberikan sebagai bentuk apresiasi khusus bagi perempuan wirausaha yang berperan besar dalam pengembangan industri kerajinan. 

Award itu diberikan kepada sosok-sosok perempuan yang dinilai berhasil membangun usaha berkelanjutan, memberdayakan komunitas lokal, menciptakan lapangan kerja, serta melestarikan budaya melalui kriya.

Melalui penghargaan itu, Inacraft  menegaskan peran strategis perempuan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif, sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk terjun ke dunia usaha berbasis budaya dan kreativitas.

Momentum Penguatan Ekosistem Kerajinan Nasional

ASEPHI berharap Inacraft Appreciation Night 2026 dapat mendorong standar kualitas yang lebih tinggi, memperluas inovasi berbasis tradisi, mempercepat digitalisasi UMKM, serta memperkuat peran perempuan dalam industri kriya Indonesia.

 

Para pemenang Inacraft Award 2026:

A. Kategori Keramik:
Pemenang pertama diraih  Bale Series – Cemara Ceramic; Kedua,  Meow Tcha Bowl – Antin Sambodo; dan ketiga,  Ikebana – Creami.co

B. Kategori kayu:
Pemenang pertama,  Kipas Kayu Lukis Wayang Kamasan – Wiracana Hand Fan; Kedua, Carved Batur – Mitra Bali Fair Trade. 

C. Kategori Stones (Batu-batuan)
Pemenang pertama, Duo Kudo dari Symmetric Designer, Kedua, Arum Merapi dari  Sanzcraft Studio. 

D. Kategori tekstil:
Pertama, Ulos Pewarna Alam Sibolang oleh Elseria Ulos. Kedua,  Ulos & Mandar Liris Namarsimata dari Dame Ulos. Ketiga,  Kain Tenun Sidan dari Dekranasda Kabupaten Kapuas Hulu Susiana; Kain Batik  dari Kebersamaan Yang Abadioleh  Catur Wijaya

E. Kategori Metal:
Pemenang pertama Vas Gelas Tembaga dari Nuansa Art. Kedua, Medividi Kucing Claudia Brooch dari PT Rona Nirwana Asa, 

F. Kategori Natural Fibers: 

Takui dari  PT Dmoroy Kreasi Alam Nusantara,  Agel Round Basket dari  PT Nine Square Home, ketiga,Gedebog Tote Bag Nusa Roundie dari PT Bavana Catha Nusantara

 

Daftar Pemenang INACRAFT Womenpreneurs Award

A. Kategori Best Senior Craft Exporter Womenpreneur
1. Ekawati Prayogo (PT. Pivico Manunggal) – BPD ASEPHI DKI Jakarta
2. Deasy Priska (Valerie Crochet) – BPD ASEPHI Banten

B. Kategori Best Social & Cultural Preservation Womenpreneurs
1. Reni Katrina Manurung (Dame Ulos) – BPD ASEPHI Sumatera Utara
2. Farhaniza (Yagi Forest) – BPD ASEPHI NAD
3. Patricia Ardiani (Long Story Short) – BPD ASEPHI DKI Jakarta

Daftar Pemenang INACRAFT Digital Excellence Award

A. Best Digital Branding Category
1. Boolao
2. Craftdenim.id
3. Studio Dapur

B. Best Digital Marketing Performance Category
1. Shoeka
2. Craftdenim.id
3. Sovlo

C. Best Digital Innovation Category
1. Leswan Leather
2. Sovlo
3. OG Jewelry

D. Best Of The Best IDEA 2026
1. Boolao

Best Of The Best All Category

Ulos Pewarna Alam “Sibolang” – Elseria Ulos

(SG-1)