SOKOGURU, JAKARTA- Perhelatan pameran kerajinan tangan terbesar dan terlengkap se-Asia Tenggara atau The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta resmi ditutup Minggu, 8 Februari 2026.
Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan PT Pertamina (Persero) sukses mencuri perhatian buyer dalam dan luar negeri dalam yang berlangsung selama 5 hari tersebut.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyatakan baru hari ketiga penyelenggaraan Inacraft, total transaksi UMKM binaan Pertamina mencapai Rp7,5 miliar, yang terdiri dari transaksi ritel sebesar Rp3,8 miliar dan komitmen buyer senilai Rp3,7 miliar.
“Capaian tersebut merupakan hasil dari pembinaan UMKM yang dilakukan Pertamina secara konsisten. Inacraft merupakan etalase strategis bagi UMKM binaan Pertamina untuk memperluas pasar dan membangun kepercayaan buyer global,” ujarnya.
Menurut Baron, pihaknya terus mendorong UMKM untuk tidak hanya mencetak penjualan, tetapi juga membangun keberlanjutan usaha agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar internasional.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, keikutsertaan UMKM binaan Pertamina dalam Inacraft 2026 sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat ekosistem UMKM nasional, memperluas akses pasar global, serta menjadikan UMKM sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Salah satu UMKM yang menjadi sorotan adalah Bali Ayu, merek wellness dan aromaterapi asal Bali milik Komang Yatik.
Produk yang dirintis dari Kramasan, Gianyar, ini berhasil menarik minat buyer dari berbagai negara.
“Saya tidak pernah membayangkan produk yang saya rintis dari Kramasan, Gianyar, Bali, bisa dipercaya dan diminati buyer dari berbagai negara.
"Melalui pameran seperti di Inacraft ini dan pendampingan Pertamina, benar-benar membuka jalan bagi kami untuk melangkah ke pasar global,” ujar Komang, seperti dikutip keterangan resmi Kementerian BUMN.
Baca juga: Di Inacraft Oktober 2025, UMKM Binaan Pertamina Membuahkan Hasil Gemilang, Raup Omzet Rp4,7 Miliar
Sejumlah buyer internasional dari Prancis, Belanda, Jerman, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Argentina, Chili, hingga beberapa negara Afrika tercatat melakukan transaksi langsung.
Selain itu, para buyer juga menjajaki peluang kerja sama jangka panjang dengan UMKM binaan Pertamina.
Buyer asal Malaysia tidak hanya membeli produk unggulan secara ritel, tetapi juga menyepakati rencana pasokan rutin untuk pasar ritel di negara tersebut.
Sementara itu, minat buyer internasional juga datang dari Prancis dan Maladewa.
Buyer dari Prancis, yang merupakan pemilik sejumlah outlet suvenir ternama, melakukan pemesanan awal sekaligus menyepakati komitmen pemesanan berkelanjutan dalam skala besar.
Adapun buyer asal Maladewa memesan ribuan unit lilin berbahan batok kelapa, menegaskan besarnya minat pasar global terhadap produk berbasis kearifan lokal dan prinsip keberlanjutan.
Daya tarik produk UMKM binaan Pertamina juga dirasakan oleh Agrominafiber yang berhasil menarik buyer dari Argentina dan Jepang. (SG-1)