Sekarang Super Tajir, Ketua Kadin Bandung Boni Anggara ngaku Dapat Rp1 Miliar dari Kebohongan, Ternyata Ini...

Kisah inspiratif Ketua Kadin Bandung, Boni Anggara yang dulu rela kerja jadi SPB demi cicil motor, kini sukses raih omzet miliaran rupiah di usia muda. Kok bisa

Author Oleh: Cikal Sundana
22 Februari 2026
<p>Berapa omzet bisnis Boni Anggara saat ini? - Blak-blakan di Podcast Dari Nol, Boni Anggara ungkap rahasia dapat 1 miliar pertama lewat 'kebohongan publik'. Simak kisah lengkapnya di sini agar tidak gagal paham!</p>

Berapa omzet bisnis Boni Anggara saat ini? - Blak-blakan di Podcast Dari Nol, Boni Anggara ungkap rahasia dapat 1 miliar pertama lewat 'kebohongan publik'. Simak kisah lengkapnya di sini agar tidak gagal paham!

SOKOGURU - Kisah Inspiratif Boni Anggara, Ketua Kadin Bandung yang Raih 1 Miliar Pertama Lewat "Kebohongan Publik".

Siapa sangka, sosok Ketua Kadin Kabupaten Bandung, Boni Anggara, punya rahasia mengejutkan di balik kesuksesannya. 

Ia mengaku sempat melakukan 'kebohongan publik' demi meraih pundi-pundi rupiah di masa muda.

Kisah unik nan inspiratif ini terungkap dalam sebuah perbincangan hangat yang mengulik sisi lain sang pengusaha sukses.

 

Banyak yang penasaran, bagaimana mungkin sebuah kebohongan justru mengantarkannya pada gerbang kesuksesan finansial?

Dikutip dari tayangan video yang diunggah di akun YouTube @sokoguru berjudul "PODCAST DARI NOL | BONNI ANGGARA DAPAT 1 M PERTAMA DARI MELAKUKAN KEBOHONGAN PUBLIK", Boni blak-blakan soal masa lalunya.

Jurnalis Rizki Laelani mencoba mengulik pencapaian materi Boni sejak duduk di bangku sekolah. 

Ternyata, ekspektasi Boni awalnya sangat sederhana, yakni hanya ingin bisa menyicil motor sendiri.

Ia mengenang masa-masa saat dirinya masih berjuang menjadi seorang SPB (Sales Promotion Boy). 

Kala itu, targetnya tidak muluk-muluk, hanya ingin mendapatkan penghasilan sekitar Rp10 juta per bulan.

Namun, kenyataan justru berkata lain karena kerja kerasnya membuahkan hasil berkali-kali lipat. 

Boni mengaku terkejut melihat nominal uang yang berhasil ia kumpulkan dari hasil pameran.

"Dulu itu saya tuh cuman ekspektasi gimana caranya hanya untuk saya dapat uang tuh pokoknya mentok-mentok tuh dapatlah buat nyicil motor tuh waktu itu penginnya dapat Rp10 juta per bulan. Dapat itu Rp10 juta per bulan dapat bahkan lebih," ujar Boni dikutip pada Minggu, 22 Februari 2026.

Keberhasilannya meraup cuan tidak didapatkan dengan cara yang instan atau sekadar santai. 

Ia harus merelakan waktu bermainnya yang seharusnya dihabiskan bersama teman-teman sebaya untuk nongkrong.

Bagi Boni, pengorbanan masa muda adalah pilihan hidup yang harus ia ambil demi masa depan. 

Ia lebih memilih kehilangan waktu bermain saat SMA demi menata tangga kesuksesan lebih dini.

Ia pun membagikan prinsip hidupnya yang sangat mendalam mengenai pengelolaan waktu di masa muda.

"Waktu sih. Cuman saya balik lagi ya, ternyata lebih baik kehilangan masa muda dibandingkan kehilangan masa tua nanti gitu. Jadi tua belum tapi minimal muda masih menikmati gitu," ungkapnya tegas.

Hasil dari ketekunannya tersebut mulai terlihat nyata saat usianya menginjak angka 27 tahun. 

Di usia yang masih sangat belia, Allah SWT memberikan rezeki berupa omzet yang mencapai angka miliaran rupiah.

Prestasi tersebut bahkan membuatnya menyabet penghargaan sebagai pengusaha termuda tersukses di Bandung kala itu. 

Sebuah pencapaian yang bahkan tidak pernah ia bayangkan saat masih menjadi SPB.

Kini di usia 33 tahun, ia mengenang kembali bagaimana rasanya memegang uang jutaan rupiah per hari dari hasil pameran. 

Ia bercerita betapa besarnya potensi pendapatan jika pameran berlangsung lama.

Mengenai pendapatannya saat pameran, Boni menjelaskan secara rinci.

"Bahkan sehari itu saya bisa meraup dapat uang itu sejuta sampai 2 juta kalau lagi pameran. Saya jadi SPB dapat pameran tuh sejuta sampai 2 juta. Berarti kalau pamerannya seminggu tuh saya sampai dapat 14 juta dalam 2 minggu," jelas Boni.

Kisah Boni Anggara ini menjadi tamparan sekaligus motivasi bagi generasi muda untuk tidak takut lelah. 

Kerja keras yang dilakukan di masa muda terbukti akan membuahkan hasil manis di masa tua. (*)