SPKLU di Kemendag Diresmikan, Sinergi PLN dan Kemendag Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

SPKLU tidak hanya untuk pegawai Kemendag, tetapi terbuka bagi masyarakat umum yang melintas. Di area SPKLU juga akan dilengkapi fasilitas pendukung.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
05 Maret 2026
<p>Menteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan) bersama Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo melakukan uji coba Electric Vehicle Direct Current (EVDC) type Ultra Fast Charging di area parkir gedung Kemendag Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026. (Dok. Sokoguru/Rosmery)</p>

<p> </p>

Menteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan) bersama Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo melakukan uji coba Electric Vehicle Direct Current (EVDC) type Ultra Fast Charging di area parkir gedung Kemendag Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026. (Dok. Sokoguru/Rosmery)

 

SOKOGURU, JAKARTA- Sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar instansi guna mendukung percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional, PLN bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) meresmikan penggunaan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lingkungan Kementerian Perdagangan.

Peresmian SPKLU dilakukan langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan) bersama Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo di area parkir gedung Kemendag Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Dalam sambutannya, Mendag Busan mengatakan sejak Februari lalu sudah dilakukan uji coba penggunaan SPKLU oleh pegawai Kemendag. 

Baca juga: SPKLU di Lingkungan Unpad akan Hadir, Buah Kerja Sama dengan PLN

Tren penggunaan kendaraan listrik di kantor pemerintahan, termasuk di Kemendag, terus meningkat. Sebanyak 15% dari pegawai Kemendag sudah memakai mobil listrik, termasuk ibu Wamen,” ujarnya sambil menunjuk Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri yang disambut tepuk tangan hadirin. 

Lebih lanjut, Mendag Busan menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin antara Kemendag dan PLN dalam menghadirkan infrastruktur kendaraan listrik di lingkungan kementerian. 

Menurutnya, langkah itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong penggunaan energi bersih sekaligus mendukung transformasi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Baca juga: PLN Siapkan SPKLU Layani 716 Kendaraan Listrik yang Kawal HLF-MSP dan IAF 2024 di Bali

“Keberadaan SPKLU ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pegawai maupun masyarakat sehingga penggunaan kendaraan listrik semakin luas,” imbuh Busan.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan, pembangunan SPKLU merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung transisi energi dan mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. 

Ia menjelaskan kendaraan listrik tidak hanya lebih efisien dari sisi energi, tetapi juga mampu menekan emisi karbon secara signifikan.

Baca juga: Pengguna Mobil Listrik jangan Khawatir PLN Siagakan 47 SPKLU di Sepanjang Tol Jateng

“Penggunaan kendaraan listrik adalah bagian penting dari transformasi energi menuju sistem yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan. Kolaborasi PLN dan Kementerian Perdagangan ini menunjukkan sinergi antarlembaga dapat mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” katanya.

Ketika ditanya apakah PLN akan membangun SPKLU di kementerian-kementerian lainnya, Darmawan mengatakan, pada dasarnya PLN siap berkolaborasi dengan siapapun, termasuk pihak swasta.

“Kami siap bekerja sama dengan seluruh unit kementerian, pemerintah, swasta, kantor-kantor perbankan, mal dan semuanya. Ini program nasional di mana transisi energi Insyaallah bisa diwujudkan,” ujarnya.

“Dan dalam proses itu, kita juga meningkatkan energy security kita bagaimana transportasi juga lebih murah dan emisi gas rumah kaca bisa dikurangi,” tutupnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kemendag, Isy Karim, dalam laporannya menyebutkan,  SPKLU di Kemendag telah mulai beroperasi dan diuji coba sejak Desember 2025. Kemudian, sejak Februari 2026, tingkat pemanfaatannya terus meningkat.

“Berdasarkan catatan kami, sejak Februari 2026, jumlah transaksi pengisian sudah mencapai 2.460 kali dengan total energi listrik yang tersalurkan sebesar 62.598 kilowatt hour (kWh). Rata-rata pemanfaatan per bulan juga menunjukkan tren yang terus meningkat,” ujarnya Isy.

Isy menambahkan, fasilitas SPKLU tersebut tidak hanya untuk pegawai Kemendag, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum yang melintas. “Untuk selanjutnya, di sekitar area SPKLU juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti tempat bersantai agar pengguna dapat menunggu pengisian kendaraan dengan lebih nyaman,” pungkasnya.

Perluas jaringan infrastruktur kendaraan listrik

Pada kesempatan yang sama, General Manager PLN Unit Induk Distribus (UID) Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menjelaskan, kehadiran SPKLU di lingkungan Kementerian Perdagangan menjadi bukti komitmen PLN dalam memperluas jaringan infrastruktur kendaraan listrik di pusat-pusat aktivitas masyarakat dan pemerintahan. 

Langkah itu diharapkan dapat memberikan kemudahan akses pengisian daya bagi pengguna kendaraan listrik sekaligus mendorong peningkatan adopsi kendaraan ramah lingkungan.

“Kami terus memperluas pembangunan SPKLU di berbagai lokasi strategis agar masyarakat semakin mudah menggunakan kendaraan listrik. Kehadiran SPKLU di Kementerian Perdagangan ini menjadi simbol kolaborasi kuat antara PLN dan pemerintah dalam mendorong transisi menuju energi yang lebih bersih,” ujarnya.

Fasilitas SPKLU di area parkir Kementerian Perdagangan ini telah selesai dibangun dan mulai beroperasi efektif melalui PLN UID Jakarta Raya.

Fasilitas SPKLU tersebut dilengkapi dengan tiga unit Electric Vehicle Direct Current (EVDC) type Ultra Fast Charging dengan total enam konektor pengisian daya. 

Infrastruktur tersebut dirancang untuk menghadirkan layanan pengisian kendaraan listrik yang cepat dan andal guna mendukung kenyamanan pengguna kendaraan listrik di lingkungan Kementerian Perdagangan.

Hingga saat ini, imbuh Andy, PLN UID Jakarta Raya telah mengoperasikan sebanyak 683 unit SPKLU di 385 lokasi yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya. 

“Infrastruktur tersebut terdiri dari Ultra Fast Charging di atas 60 kW sebanyak 145 unit, Fast Charging 25–60 kW sebanyak 70 unit, serta pengisian daya Medium Charging 22 kW sebanyak 468 unit,” katanya.

Seperti diketahui, PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya adalah salah satu unit di bawah PT PLN (Persero) yang menjalankan fungsi pendistribusian listrik sampai ke pelanggan. 

PLN mengusung agenda Transformasi dengan aspirasi Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused demi menghadirkan listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik. 

Turut hadir pada acara peresmian tersebut Wakil Direktur Utama PT Unelec Indonesia, Aditya Yoga Nugraha dan Direktur Ritel dan Niaga PT PLN (Persero) Adi Priyatno. (Ros/SG-1)