Kementerian UMKM Gerakkan Kembali Ekonomi Pascabencana, Tahap Rekonstruksi dan Pemulihan Dimulai

Pemantauan dan pemetaan secara menyeluruh terhadap seluruh UMKM terdampak dilakukan agar program pemulihan berjalan komprehensif di tiga provinsi di Sumatra.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
08 Januari 2026
<p>Rapat koordinasi tingkat menteri bersama Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026. (Dok. Kementerian UMKM)</p>

Rapat koordinasi tingkat menteri bersama Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026. (Dok. Kementerian UMKM)

SOKOGURU, JAKARTA- Tahap rekonstruksi dan pemulihan ekonomi bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan dimulai pada 9 Januari 2026.

Kementerian UMKM pun mulai melakukan aktivasi pasar serta bergotong royong membersihkan warung dan toko di seluruh wilayah terdampak. Tujuannya agar perekonomian masyarakat kembali bergerak.

Demikian disampaikan Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam keterangan resmi Kementerian UMKM, Kamis, 8 Januari 2026.

Baca juga: Presiden Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Mendagri sebagai Ketua

Berdasarkan pendataan Kementerian UMKM bersama pemerintah daerah dan lembaga keuangan, ujarnya, terdapat 2.304.297 UMKM yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.

“Upaya pemulihan usaha para UMKM akan difasilitasi melalui delapan Klinik UMKM Bangkit yang tengah disiapkan di Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, Medan, dan Padang,” kata Maman saat menghadiri rapat koordinasi tingkat menteri bersama Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Jakarta, Rabu, 7 Januari.

Sesuai pendataan per 9 Desember 2025, sambungnya, tercatat lebih dari 200.000 UMKM merupakan debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

Baca juga: Seribu Praja IPDN Bantu Percepatan Pemulihan Aceh Tamiang Termasuk di Sektor Usaha Mikro dan Kecil

Menteri Maman menegaskan pemerintah akan memberikan relaksasi kredit bagi UMKM terdampak sesuai hasil pemetaan yang dilakukan bersama bank penyalur dan lembaga penjamin KUR.

Pemulihan ekonomi di tiga provinsi itu juga dilakukan melalui reaktivasi pasar rakyat dan pembersihan wilayah terdampak bencana, dengan dukungan 1.132 personel IPDN dan Aparatur Sipil Negara.

“Pemulihan UMKM ini ibarat sirkulasi darah dalam tubuh. UMKM harus mendapat layanan agar bisa kembali berproduksi. Setelah itu, kita bantu pemasarannya dan mendorong masyarakat membeli produk UMKM sehingga ekonomi daerah kembali bergerak,” imbuhnya.

Baca juga: Kabar Bahagia UMKM Sumatera! KemenUMKM Siapkan Modal & Akses E-Commerce di 8 Wilayah Ini

Meman menambahkan, pihaknya akan melakukan pemantauan dan pemetaan secara menyeluruh terhadap seluruh UMKM terdampak, sehingga program pemulihan berjalan komprehensif di tiga provinsi tersebut. 

Upaya itu dilaksanakan melalui koordinasi dengan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat untuk memastikan pemberdayaan ekonomi berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Muhaimin Iskandar menyampaikan, program pemberdayaan masyarakat terdampak bencana akan dilaksanakan melalui kelompok kerja lintas kementerian dan lembaga, yang terdiri dari Kementerian Sosial, Kementerian UMKM, Kementerian P2MI, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Desa, Kementerian Koperasi, serta lembaga terkait lainnya.

Seluruh program itu akan bersinergi dengan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Muhaimin menambahkan pemerintah juga melibatkan masyarakat setempat dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak melalui program padat karya.

“Keterlibatan masyarakat diharapkan memberikan manfaat berupa cash for work sehingga mereka tidak hanya terlibat dalam proses pemulihan, tetapi juga mendapatkan penghasilan,” ujarnya. (SG-1)