Pertama Kali, Indonesia Debut di Kejuaraan Dunia Gelato, Tunjukkan Talenta Gelato Nasional

Meski belum meraih juara, keikutsertaan tim Indonesia pada Gelato World Cup 2026, mencerminkan kesiapan, dan komitmen dalam kembangkan ekonomi kreatif kuliner.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
23 Januari 2026
<p>Di kompetisi gelato kelas artisan SIGEP World — the World Dolce Expo, Indonesia ada di Grup Pertama, bertanding dengan Tiongkok, Jepang, Argentina, Meksiko, dan Belgia pada 16-17 Januari 2026. (Dok. Atase Perdagangan RI Roma)</p>

<p> </p>

Di kompetisi gelato kelas artisan SIGEP World — the World Dolce Expo, Indonesia ada di Grup Pertama, bertanding dengan Tiongkok, Jepang, Argentina, Meksiko, dan Belgia pada 16-17 Januari 2026. (Dok. Atase Perdagangan RI Roma)

 

SOKOGURU, RIMINI- Untuk pertama kalinya,Indonesia ikut serta dalam kejuaraan gelato paling bergengsi di dunia, yaitu Gelato World Cup 2026 di Rimini, Italia. 

Kompetisi gelato kelas artisan tersebut digelar bersamaan dengan pameran katering (food service) SIGEP World — the World Dolce Expo. 

Indonesia ada di Grup Pertama, bertanding dengan Tiongkok, Jepang, Argentina, Meksiko, dan Belgia pada 16-17 Januari 2026.

Baca juga: Kemenparekraf Dukung Peragaan Kain Tenun dan Batik Mendunia di Italia

Demikian disampaikan Atase Perdagangan (Atdag) RI Roma, Hesty Syntia Paramita, dalam keterangan resmi Kementerian Perdagangan, Jumat, 23 Januari 2026.

Menurutnya, keikutsertaan Indonesia di ajang tersebut sebagai torehan sejarah kuliner dan ekonomi kreatif Indonesia melalui gelato artisan.

“Keikutsertaan Indonesia pada Gelato World Cup 2026 menunjukkan talenta gelato artisan kita bersaing setara dengan talenta gelato artisan tingkat duni,” ujar Hesty.

Baca juga: Lewat Program S’RASA Kecap Indonesia Siap Maniskan Pasar Kuliner Belanda, Nilai Kontrak Capai Rp2 Miliar

“Momentum ini sekaligus membuka peluang ekspor dan memperluas promosi lebih banyak produk Indonesia di bidang kuliner, pastri, hingga jasa kreatif Indonesia di pasar Eropa,” imbuhnya.

Adapun tim Indonesia berasal dari Academy of Pastry & Culinary Arts (APCA) Indonesia, yang didukung oleh Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia dan Indonesian Pastry Bakery Society (IPBS). 

Kerja sama dan dukungan tersebut sukses mengantarkan Tim Indonesia untuk mengikuti Gelato World Cup 2026. Tim Indonesia sendiri dipimpin Chef Louis Tanuhadi sebagai gelato master sekaligus kapten tim. 

Baca juga: Kuliner Indonesia Berjaya di Festival Taste of Indonesia 2025-Melbourne, Perkiraan Transaksi Rp1,08 Miliar

Anggota tim terdiri atas Caesar Andy Priatno sebagai pastry chef, Andy Ramadhan sebagai culinary chef, dan Gilang Ramadhan sebagai chocolate artist.

Mengusung karya gelato bertema Goddess of the Sea, Tim Indonesia menghadirkan narasi Indonesia sebagai negara maritim. Gelato perdana Indonesia di kejuaraan dunia gelato tersebut memadukan teknik modern, nilai artistik, serta cita rasa khas Nusantara.

“Pengalaman kami ikut serta di kejuaraan dunia gelato bergengsi akan terus meningkatkan semangat kami untuk terus berkarya. Tentu kami berharap pemerintah terus memberikan dukungan sehingga lahir talenta-talenta baru di masa depan,” ujar Louis.

Keikutsertaan Indonesia tersebut merupakan buah manis dari keberhasilan lolos di gelaran Asian Gelato Cup 2024 lalu di Singapura pada 23-24 Oktober 2024. Indonesia melaju ke Gelato World Cup di Italia bersama Singapura, Jepang, dan Korea Selatan. 

Meskipun Indonesia belum meraih posisi juara pada Gelato World Cup 2026, partisipasi kali ini telah mencerminkan kesiapan, keberanian, dan komitmen talenta lokal dalam mengembangkan ekonomi kreatif subsektor kuliner.

Sementara itu, Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Milan, Seno Pratomo, menyampaikan, Gelato World Cup sebagai etalase global bagi inovasi kuliner telah meningkatkan citra Indonesia sebagai negara bertalenta yang berdaya saing. 

“Kehadiran Indonesia membuka peluang promosi produk unggulan nasional sekaligus memperkuat jejaring kerja sama dengan pelaku industri internasional,” jelasnya.

Singapura meraih juara pertama dalam kompetisi tersebut, disusul Prancis di tempat kedua, dan Argentina di peringkat ketiga. (SG-1)