Terungkap! Ternyata Ini Alasan Untung Bisnis Kuliner Cuma 20 Persen, Nomor 3 Sering Diabaikan

Banyak yang kaget! Ternyata margin bersih bisnis kuliner hanya 20-30 persen. Simak biaya tersembunyi dan bocoran tips kelola stok agar omzet tidak ludes.

Author Oleh: Cikal Sundana
23 Januari 2026
<p>Strategi Jualan Makanan - Jangan asal buka resto! Pelajari simulasi hitungan HPP dan risiko bahan terbuang yang bikin pengusaha pemula gigit jari. Untung sedikit asal lancar, ini kuncinya!</p>

Strategi Jualan Makanan - Jangan asal buka resto! Pelajari simulasi hitungan HPP dan risiko bahan terbuang yang bikin pengusaha pemula gigit jari. Untung sedikit asal lancar, ini kuncinya!

SOKOGURU - Kenapa Untung Bisnis Kuliner Cuma 20 Persen? Ternyata Ini Penyebab Margin Terasa Tipis tapi Tetap Sehat.

Pernahkah Anda merasa heran mengapa omzet bisnis kuliner terlihat sangat besar, namun saat dihitung bersihnya hanya tersisa sekitar 20 hingga 30 persen saja?

Banyak orang awam mengira jualan makanan itu sangat menguntungkan. Misalnya, modal ayam Rp 15 ribu lalu dijual Rp 25 ribu, maka untungnya dianggap langsung Rp 10 ribu.

Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu. Di balik sepiring hidangan yang tersaji, terdapat deretan biaya tersembunyi yang seringkali luput dari pengamatan mata teliti.

Mengutip penjelasan dari akun TikTok @tips.bisnis.pemula, dari harga jual tersebut, Anda harus membagi porsi untuk HPP atau modal bahan baku sebesar 35 hingga 45 persen.

Angka itu belum termasuk beban biaya operasional harian. Mulai dari tagihan listrik, air, gas, sewa tempat, hingga biaya kemasan yang harganya kini semakin merangkak naik.

Hal yang tak kalah krusial namun sering dilupakan adalah gaji. Banyak pemilik usaha lupa menyisihkan gaji untuk karyawan maupun gaji untuk dirinya sendiri sebagai owner.

Tantangan lainnya adalah risiko waste atau bahan baku terbuang. Sayuran yang layu, daging tidak segar, atau kesalahan saat memasak di dapur bisa memotong jatah profit.

Namun jangan berkecil hati, jika di akhir bulan Anda masih mengantongi untung bersih 20-30 persen, artinya kondisi keuangan bisnis Anda sudah termasuk kategori sehat.

Dalam dunia kuliner, strategi tidak boleh hanya sekadar "yang penting enak". Pengusaha wajib pintar mengelola stok agar perputaran barang di dapur berjalan dengan cepat.

Bahan baku yang terlalu lama mengendap di dalam kulkas adalah kerugian nyata. Hal tersebut perlahan akan menggerus modal dan keuntungan yang seharusnya bisa didapatkan.

Kunci utamanya adalah bagaimana memaksimalkan persentase margin yang kecil tersebut dengan volume penjualan yang tinggi agar total profit bulanan tetap terasa sangat gurih.

Jika merasa jualan masih sepi padahal margin sudah tipis, Anda perlu membedah kembali strategi pemasaran kepada pelanggan agar mereka merasa puas saat membeli produk Anda.

Melalui Ebook Psikologi Marketing, dibahas tuntas cara membuat konsumen merasa "worth it" berbelanja di tempat Anda sekaligus strategi jitu menaikkan omzet dunia kuliner. (*)