SOKOGURU, LAMONGAN- Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sunan Drajat Paciran, Lamongan, Jawa Timur membentuk divisi bisnis baru Sundra Family Care.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) menilai pembentukan divisi bisnis baru berupa gerai ritel modern, klinik kesehatan, apotik, playground hingga restoran itu sebagai teladan bagi kopontren-kopontren lainnya di seluruh Indonesia.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan penilaiannya itu saat menghadiri Grand Opening Sundra Family Care di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Selasa, 10 Maret 2026.
Baca juga: Kopontren Al-Ittifaq di Kabupaten Bandung Jadi Role Model Koperasi Desa Merah Putih
“Kami siap mendukung pengembangan ekonomi Ponpes Sunan Drajat. Ini bakal menjadi cabang ekonomi baru dari Pondok Pesantren Sunan Drajat,” ujarnya dalam sambutannya, seperti dikutip keterangan resmi Kemenkop, Rabu, 11 Maret.
“Kopontren Sunan Drajat sangat ideal untuk menjadi kakak asuh bagi puluhan ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang saat ini sedang dikebut pembangunan aset fisiknya.,” imbuh Menteri Ferry.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi inisiatif Kopontren Sunan Drajat yang mampu melakukan diversifikasi usaha sehingga menjadikan Kopontren semakin kuat basis fundamentalnya dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik bagi para santri dan masyarakat sekitar.
Baca juga: Wamenkop Ajak Inkopontren Perkuat Ekonomi Pesantren Melalui Koperasi
Kehadiran Sundra Family Care itu, sambung Ferry, menjadi tonggak penting dalam penguatan ekonomi pesantren melalui koperasi.
Turut menghadiri acara tersebut antara lain, Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur; Direktur Utama Perekonomian Ponpes Sunan Drajat, Anas Al Hafni; Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdiyanto dan Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Faiz Abdul Haq Zaini (Gus Faiz).
“Kyai Ghofur dengan Ponpes Drajat dan Kopontrennya menjadi referensi terbaik bagi koperasi pesantren di seluruh Indonesia. Ponpes ini bisa menjadi contoh bagaimana bisnis dikelola dengan sangat baik,” imbuh Ferry.
Baca juga: Kopontren Al-Ittifaq Siap Jadi Andalan Suplai Bahan Baku Program Makan Bergizi Gratis
Ia juga mendukung penuh upaya dari Ponpes Sunan Drajat yang sedang mengembangkan entitas bisnis berupa pusat distribusi yang nantinya diharapkan dapat mendukung suplai logistik bagi kebutuhan gerai Kopdes/Kel Merah Putih.
Dukungan akan diberikan kepada Kopontren Sunan Drajat oleh Kemenkop berupa pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) dari Kementerian. Selain itu dukungan teknis berupa peningkatan kapasitas SDM juga dipastikan akan diberikan apabila dibutuhkan.
“Insyaallah ini akan menjadi kebanggaan kita semua karena dirintis oleh Ponpes Sunan Drajat,” tambahnya.
Menkop Ferry menyebut inisiatif yang dilakukan Kopontren Sunan Drajat sejalan dengan cita-cita pendiri bangsa yang ingin menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian.
Langkah itu juga, sambung Menkop, menjadi bagian dari amanah besar yang diemban Kemenkop untuk mengembalikan koperasi ke posisi strategis di dalam pembangunan ekonomi nasional.
Ia pun mendorong agar Kopontren Sunan Drajat khususnya Sundra Family Care dapat turut mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Berbagai produk yang dihasilkan masyarakat seperti hortikultura, perikanan, pertanian, kerajinan, kuliner dan lain-lain diharapkan dapat dikurasi untuk kemudian didistribusikan melalui unit bisnisnya tersebut.
"Insyallah Sundra Family Care dapat memberikan manfaat bagi kita semua, ini menjadi langkah yang besar untuk kita bersama-sama tumbuh," kata Menkop.
Dukungan masyarakat dan santri
Direktur Utama Perekonomian Ponpes Sunan Drajat, Anas Al Hafni, menekankan, bahwa keberhasilan usaha Ponpes Sunan Drajat tidak lepas dari dukungan masyarakat dan juga para santri serta alumni.
Sebagai bentuk syukur atas keberhasilan membuka unit bisnis baru, Kopontren Sunan Drajat menggelar santunan bagi anak yatim dan dhuafa.
Anas menjelaskan Sundra Family Care menyediakan kebutuhan dasar dengan harga murah dan berkualitas. Ditegaskan bahwa seluruh produk berasal dari masyarakat dan kembali untuk masyarakat, sehingga menciptakan siklus ekonomi yang sehat.
"Semoga dengan doa dan dukungan dari semua pihak, Sundra Family Care menjadi berkah dan teladan bagi pesantren lain di Indonesia," tutupnya. (SG-1)