KoperasiMerahPutih

Apa Isi Koperasi Desa Merah Putih yang akan Diresmikan Prabowo? Ini Bocorannya, Usaha Lain Tunda Dulu

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, yang menjadi langkah awal transformasi ekonomi desa berbasis kebutuhan.

By Cikal Sundana  | Sokoguru.Id
12 Juli 2025
<p>Presiden Prabowo segera resmikan Koperasi Desa Merah Putih. Simak isi lengkap Koperasi Desa Merah Putih yang akan diluncurkan Presiden Prabowo. Dari layanan sembako, logistik, hingga apotek desa, koperasi percontohan ini ditargetkan hadir di 80 ribu desa hingga akhir 2025.</p>

Presiden Prabowo segera resmikan Koperasi Desa Merah Putih. Simak isi lengkap Koperasi Desa Merah Putih yang akan diluncurkan Presiden Prabowo. Dari layanan sembako, logistik, hingga apotek desa, koperasi percontohan ini ditargetkan hadir di 80 ribu desa hingga akhir 2025.

SOKOGURU - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan operasional perdana Koperasi Desa Merah Putih pada 19 Juli 2025 dari Klaten, Jawa Tengah. 

Koperasi ini hadir sebagai bagian dari upaya strategis pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus menyediakan kebutuhan pokok masyarakat melalui sistem yang terstruktur dan berkelanjutan.

Model koperasi desa ini dirancang sebagai proyek percontohan nasional, dengan fokus utama pada penyediaan bahan kebutuhan pokok, seperti sembako, layanan logistik, hingga gas rumah tangga. 

Dengan pendekatan ini, pemerintah ingin membuktikan bahwa desa bisa menjadi pusat kekuatan ekonomi yang mandiri dan tangguh.

Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan di Kemenko Pangan, Tatang Yuliono, mengungkapkan bahwa tiga lini usaha awal menjadi fokus utama pengembangan koperasi. 

“Yang sedang kita bangun sebenarnya adalah terkait dengan bisnis yang tadi. Bisnis gas, bisnis sembako, bisnis logistik. Itu yang kita buktikan dan kita jadikan contoh atau mock-up yang akan juga di-launching oleh Pak Presiden di tanggal 19,” ujar Tatang saat konferensi pers di Kantor PCO, Jumat, 11 Juli 2025.

Strategi awal koperasi ini tidak hanya sekadar membangun jaringan distribusi, tetapi juga mengedepankan efisiensi logistik agar produk-produk kebutuhan dasar bisa dijangkau masyarakat desa dengan harga terjangkau. 

Ketersediaan sembako dan gas bersubsidi melalui koperasi desa dinilai akan menstabilkan pasokan sekaligus mendorong daya beli masyarakat pedesaan.

Setelah tahap awal berjalan dengan baik, pengembangan koperasi akan difokuskan pada sektor-sektor yang sesuai dengan potensi lokal desa. 

“Berikutnya itu baru kita lihat potensi desa, itu akan kita tap in masuk. Apabila misalnya dia punya panen, bagaimana truk ini akan mengambil panennya tentu akan menjadi tahap berikutnya. Kalau desa itu memiliki perikanan, bagaimana tap in-nya masuk ke dalam koperasi,” lanjut Tatang.

Baca Juga:

Koperasi ini dirancang adaptif dan berbasis kebutuhan warga desa. Setiap desa akan memiliki model bisnis yang disesuaikan dengan karakteristik sumber daya alam dan kegiatan ekonomi lokal. 

Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi tempat belanja, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi desa.

Tatang menegaskan bahwa tahap pengembangan lanjutan akan dilakukan secara bertahap. 

Fokus utama pemerintah adalah memastikan unit-unit bisnis utama yang dirancang saat ini bisa beroperasi secara optimal sebelum memperluas ke sektor lain. 

“Semua akan kita laksanakan setelah bisnis yang sekarang sudah kita ajukan itu berjalan,” tambahnya.

Berdasarkan informasi resmi dari akun Instagram @pco.ri, koperasi percontohan ini akan hadir di 92 titik yang tersebar di 38 provinsi. 

Pemerintah menargetkan hingga akhir 2025 akan berdiri sebanyak 80.400 unit koperasi desa aktif di seluruh wilayah Indonesia.

Gerai-gerai koperasi yang akan diluncurkan mencakup berbagai jenis layanan, mulai dari gerai sembako, apotek desa, unit simpan pinjam, layanan logistik, gudang pangan, hingga klinik desa. 

Fasilitas-fasilitas ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi dan kesehatan yang kuat di tingkat lokal.

Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan nasional. 

Dengan sistem yang transparan dan partisipatif, koperasi desa berpeluang besar menjadi solusi nyata dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. (*)