Ekonomi

Wakil Ketua DPR RI Tebar Ribuan Benih Ikan, Dorong Kesejahteraan Nelayan Danau Toba

Aksi ini dilakukan di danau yang menjadi ikon keindahan alam dan legenda sejarah Indonesia sebagai bagian dari komitmennya untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung ekonomi lokal.

By Deri Dahuri  | Sokoguru.Id
13 Januari 2025
Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menebar ribuan benih ikan di Danau Toba.

DALAM upaya memperkuat ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menebar ribuan benih ikan di Danau Tioba, Sumatera Utara (Sumut). 

 

Aksi ini dilakukan di danau yang menjadi ikon keindahan alam dan legenda sejarah Indonesia sebagai bagian dari komitmennya untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung ekonomi lokal.

 

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Samosir, Sumut, pada Sabtu (11/1), Saan Mustopa menyatakan pentingnya menjaga populasi ikan di Danau Toba. 

 

Baca juga: DPR Dorong Solusi Jangka Panjang untuk Warga Terdampak Banjir Rob di Karawang

 

"Kami ingin memastikan nelayan sekitar memiliki penghidupan yang baik,” ujar Mustopa. 

 

“Salah satu langkahnya adalah dengan terus menebar benih ikan agar populasi tetap terjaga dan dapat memberikan sumber penghidupan yang berkelanjutan," ujarnya kepada Parlementaria, Minggu (12/1).

 

Sebagai politikus dari Fraksi Partai Demokrat, Saan menekankan bahwa penebaran benih ikan ini bukan hanya langkah ekologi, tetapi juga ekonomi. 

 

Baca juga: Tinjau Korban Longsor di Sukabumi, Saan Mustopa Soroti Relokasi dan Kesehatan Pengungsi

 

Ia berharap upaya ini bisa menjadi solusi jangka panjang untuk masyarakat di sekitar danau, sekaligus memperkuat sektor pariwisata di kawasan tersebut. 

 

"Dengan perbaikan infrastruktur yang memadai, kita bisa menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam negeri maupun internasional," tambahnya.

 

UMKM Mulai Olah Ikan Red Devil Jadi Bernilai Ekonomi

 

Sementara itu, Bupati Samosir, Vandiko Gultom, mengungkapkan tantangan lain yang dihadapi Danau Toba, yaitu hama ikan red devil yang mengancam keseimbangan ekosistem. 

 

Menurut Vandiko, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mengatasi permasalahan ini.

 

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Danau Toba mencakup tujuh kabupaten, sehingga butuh kolaborasi yang kuat untuk mengatasi hama red devil ini," jelas Vandiko. 

 

Sebagai solusi kreatif, beberapa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal mulai mengolah ikan red devil menjadi produk bernilai ekonomi seperti keripik dan ikan asin. 

 

Baca juga: Ketua DPR Desak Pemerintah Antisipasi Cuaca Ekstrem di Lokasi Wisata Jelang Nataru

 

"Ini memberikan nilai tambah bagi masyarakat, sekaligus menjadi cara untuk mengendalikan populasi hama," tambahnya.

 

Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan ekosistem Danau Toba dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

 

Selain itu, Danau Toba tidak hanya sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga pusat kesejahteraan dan inovasi lokal. (SG-2)