Hadapi Tantangan Global, BRI Terapkan Strategi Cerdas untuk Jaga Kinerja Solid

Dengan strategi cermat dan fondasi keuangan yang kuat, BRI membuktikan bahwa di tengah gejolak global, ketahanan dan fleksibilitas adalah kunci untuk tetap tumbuh dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Author Oleh: Deri Dahuri
19 Februari 2025
Direktur Utama BRI, Sunarso. (Ist/BRI)

KETIDAKPASTIAN global terus menghantui berbagai sektor, termasuk perbankan. Fluktuasi pasar, isu-isu ekonomi global, dan dinamika domestik menuntut kesiapan strategi yang tepat. 

 

Namun, di tengah tantangan ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) justru tetap menunjukkan kinerja solid dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

 

Direktur Utama BRI, Sunarso, menegaskan bahwa bank pelat merah ini tetap berkomitmen terhadap perekonomian nasional. 

 

Baca juga: BRI Perkokoh Komitmen, UMKM Jadi Pilar Pertumbuhan Ekonomi Nasional

 

Meskipun berhadapan dengan berbagai tekanan, BRI optimistis terhadap tren profitabilitas hingga 2026. 

 

Terapkan ‘Wait and See’ untuk Hadapi Dinamika Pasar

 

Dengan prinsip kehati-hatian, BRI mengadopsi strategi "wait and see" untuk menghadapi dinamika pasar, seraya menyiapkan langkah-langkah antisipatif jika kondisi memburuk.

 

“Jika tantangannya tidak lebih buruk dari sekarang, kita masih bisa bertahan. Namun, jika memburuk, kita harus punya Plan B,” ujar Sunarso.

 

Pernyataan Sunarso disampaikan dalam podcast “BBRI Pilar Utama Perbankan Nasional: Peluang Besar di 2025” di kanal YouTube Hermanto Tanoko, Selasa (18/2) ini.

 

Baca juga: Konsisten Perkuat UMKM, BRI Catatkan Laba Rp60,64 Triliun di 2024

 

Menariknya, Sunarso menganalogikan strategi BRI dengan permainan sepak bola. 

 

Dalam kondisi normal, BRI bisa menang telak 3-0—artinya likuiditas, kualitas, dan profitabilitas dalam kondisi prima. 

 

Namun, dalam situasi yang lebih sulit, kemenangan tipis 2-1 pun sudah cukup, dengan tetap menjaga likuiditas dan kualitas meskipun profitabilitas sedikit menurun.

 

Rasio Kecukupan Modal BRI Capai Lebih dari 28 Persen

 

Daya tahan BRI juga diperkuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang mencapai lebih dari 26%, jauh di atas standar Basel III. 

 

Dengan CAR setinggi ini, BRI memiliki ruang ekspansi bisnis yang besar tanpa perlu menahan laba untuk memperkuat modal.

 

Baca juga: BRI Pacu UMKM Melesat, Strategi Cerdas Perkuat Perbankan di 2025

 

Selain itu, pengelolaan portofolio kredit secara hati-hati serta pencadangan yang mencukupi menjadi strategi utama dalam menjaga kualitas aset. 

 

Langkah ini memastikan bisnis BRI tetap berkelanjutan dalam jangka panjang.

 

Dengan strategi cermat dan fondasi keuangan yang kuat, BRI membuktikan bahwa di tengah gejolak global, ketahanan dan fleksibilitas adalah kunci untuk tetap tumbuh dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. (SG-2)