SOKOGURU, BANDUNG- Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Ekonomi) meluncurkan Program Pelatihan Gig Economy bagi Gen Z dan AI Open Innovation Challenge di Bandung, Jawa Barat, Jumat 30 Januari 2026.
Launching Gig Economy merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan oleh Menko Prekonomian. Kemenko Ekonomi menyiapkan program itu untuk perluasan kesempatan kerja di kota-kota yang sudah ditetapkan di 15 kota.
Demikian disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, dalam keterangan resmi Kemenko Ekonomi.
Baca juga: Mendag: Ekonomi Digital Kunci Transformasi Ekonomi dan Daya Saing Global
Pemerintah, sambungnya, terus memperkuat strategi transformasi ekonomi nasional melalui pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan struktur pasar kerja global.
“Di tengah akselerasi ekonomi digital dan disrupsi teknologi, penciptaan peluang kerja baru yang inklusif dan berkelanjutan menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional ke depan,” ujarnya.
Program tersebut, tambah Ali Murtopo, merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) 2025 yang mencakup delapan program akselerasi, empat program lanjutan hingga 2026, serta lima program penyerapan tenaga kerja, dengan salah satu fokus utamanya adalah penguatan ekosistem gig economy.
Baca juga: Jadi Wadah Inspiratif, Industrial Festival Ajak Gen Z Bangun Masa Depan Industri Nasional
Lebih lanjut, ia mengatakan, ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar di kawasan ASEAN dan diperkirakan mencapai hampir USD100 miliar pada akhir 2025.
Pertumbuhan itu didorong oleh e-commerce dan layanan berbasis platform digital yang terus melahirkan sektor, profesi, dan peluang ekonomi baru, sekaligus mengubah pola pekerjaan menjadi lebih fleksibel dan berbasis proyek.
Program Penguatan Ekosistem Gig Economy dirancang secara menyeluruh (end-to-end), tidak hanya melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan (skilling), tetapi juga dengan penyediaan ruang kolaborasi (co-working) serta akses pasar kerja melalui marketplace digital.
Implementasi program ini akan dilaksanakan secara bertahap di 15 daerah terpilih. Setelah pilot project pertama diluncurkan di Jakarta Creative Hub pada Desember 2025, Provinsi Jawa Barat ditetapkan sebagai lokasi strategis berikutnya.
Jawa Barat dinilai memiliki ekosistem pendidikan, kreativitas, dan teknologi yang kuat, dengan kontribusi ekonomi kreatif mencapai 20,73% terhadap PDB ekonomi kreatif nasional atau sekitar Rp310 triliun, serta menyerap lebih dari 6,24 juta tenaga kerja kreatif.
Selanjutnya, pengembangan talenta digital di daerah menjadi fondasi penting dalam kesiapan Indonesia memanfaatkan peluang ekonomi digital kawasan, khususnya melalui implementasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang menargetkan nilai ekonomi digital ASEAN mencapai USD2 triliun pada 2030.
Melalui AI Open Innovation Challenge, ujarnya lagi, Pemerintah juga membuka ruang seluas-luasnya bagi kreativitas dan inovasi generasi muda untuk menghadirkan solusi konkret bagi tantangan ekonomi dan sosial.
Program tersebut diarahkan untuk membangun talent pool dan idea pool sebagai bagian dari New Engine Economy, sekaligus memperluas akses kerja dan mengurangi pengangguran.
“Diharapkan dengan Gig Economy ini para generasi muda dapat lebih berproduktivitas di era digital ini dengan teknologi-teknologi terkini dari digital. Kita harapkan generasi-generasi muda menjadi developer, menjadi membuat solusi bagi perusahaan-perusahaan nasional maupun global terkait dengan digital,” tutup Deputi Ali.
Turut hadir dalam kegiatan launching tersebut di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, dan Rektor Institut Teknologi Bandung Tatacipta Dirgantara.
Ada juga Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam, Direktur Utama PT Krakatau Steel Akbar Djohan, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Pujo Setio.
Tampak pula Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Digital Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Theodore Sutarto, Kepala Biro Umum dan Sumber Daya Manusia Kemenko Perekonomian Hari Nugroho, para perwakilan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah, para ketua asosiasi dan komunitas terkait, serta para peserta pelatihan gig economy. (SG-1)