DI era digital saat ini, media digital memainkan peran krusial dalam memajukan bisnis, terutama dalam aspek pemasaran dan penjualan.
UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, harus mampu beradaptasi dengan perubahan ini agar dapat bertahan dan berkembang.
Menyadari pentingnya hal ini, dosen-dosen dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta (UPN Jogja) mengambil inisiatif untuk mengadakan program pengabdian masyarakat di Desa Sanggrahan, Banguntapan, Bantul.
Baca juga: Bank Mandiri Perkuat Digitalisasi UMKM melalui Mandiri Digipreneur Hub
Dengan mengusung tema "Sosialisasi dan Pelatihan Promosi Melalui Media Digital bagi UMKM," kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan promosi produk para pelaku UMKM, khususnya kelompok wanita tani (KWT) Sekar Melati, melalui platform e-commerce.
Program ini tidak hanya sekadar memberikan sosialisasi, tetapi juga pendampingan praktis dalam pembuatan dan pengelolaan platform e-commerce yang melibatkan mahasiswa UPN Jogja sebagai fasilitator.
KWT Sekar Melati merupakan kelompok perempuan yang mengelola usaha di bidang pertanian, mulai dari produksi ekstrak minuman jahe merah hingga batik eco print.
Namun, metode pemasaran mereka masih sangat konvensional, seperti menitipkan produk di warung-warung, menjual di pasar tradisional, dan mengandalkan promosi dari mulut ke mulut.
Baca juga: BSI Gandeng Startup Qasir.id Dorong Digitalisasi 24 Ribu UMKM
Sistem pemasaran ini jelas tidak memadai di era digital, yang menuntut kehadiran online yang kuat dan strategi pemasaran yang lebih modern.
Dosen UPN Jogja berusaha menjawab tantangan ini dengan mengajarkan teknik-teknik promosi melalui media digital dan penggunaan platform e-commerce yang efektif.
Mereka menekankan pentingnya adaptasi terhadap media digital, yang dapat membuka peluang pasar lebih luas dan meningkatkan penjualan produk UMKM.
Platform seperti Google Bisnis dan WhatsApp Bisnis dipilih sebagai langkah awal karena mudah diaplikasikan dan banyak dicari konsumen.
Namun, inisiatif ini bukan tanpa tantangan. Banyak UMKM di daerah seperti KWT Sekar Melati yang masih ragu atau kurang percaya diri dalam menggunakan teknologi digital.
Baca juga: Upaya Proaktif Pemprov DKI Jakarta Mendongkrak UMKM Melalui Digitalisasi
Mereka membutuhkan pendampingan dan pelatihan berkelanjutan agar mampu memanfaatkan media digital secara maksimal.
Di sinilah peran penting perguruan tinggi dan mahasiswa sebagai agen perubahan yang dapat mendampingi dan memberikan dukungan teknis yang diperlukan.
Selain itu, pemerintah juga harus lebih proaktif dalam memberikan dukungan dan fasilitas bagi UMKM untuk bertransformasi digital.
Program-program pelatihan dan pendampingan perlu ditingkatkan agar lebih banyak UMKM yang terpapar teknologi digital dan mampu bersaing di pasar global.
Antusiasme para peserta workshop di Desa Sanggrahan menunjukkan bahwa ada keinginan kuat dari pelaku UMKM untuk belajar dan beradaptasi. Mereka menyadari bahwa media digital adalah kunci untuk bertahan dan berkembang di era yang serba cepat ini.
Namun, upaya ini harus diikuti dengan komitmen dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat luas.
Ke depan, kita berharap agar semakin banyak UMKM yang mampu memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan bisnisnya.
Ini bukan hanya tentang meningkatkan penjualan, tetapi juga tentang memperkuat perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kerjasama yang baik antara semua pihak, kita bisa mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing tinggi. (SG-2)