Ekonomi

Bank Mandiri Perkuat Digitalisasi UMKM melalui Mandiri Digipreneur Hub

Program ini bertujuan untuk memperkuat transformasi digital dan pengelolaan keuangan bagi pelaku UMKM, sejalan dengan visi Bank Mandiri sebagai agen pembangunan.

Bank Mandiri terus berkomitmen untuk mengangkat kapasitas bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia melalui inisiatif Mandiri Digipreneur Hub (MDH). (Dok.Bank Mandiri)

BANK Mandiri terus berkomitmen untuk mengangkat kapasitas bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia melalui inisiatif Mandiri Digipreneur Hub (MDH).

 

Program ini bertujuan untuk memperkuat transformasi digital dan pengelolaan keuangan bagi pelaku UMKM, sejalan dengan visi Bank Mandiri sebagai agen pembangunan.

 

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Alexandra Askandar, menegaskan bahwa MDH merupakan kontribusi nyata bank bersandi saham BMRI ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Baca juga: Bank Mandiri Kembali Raih Peringkat Satu Bank Pemerintah Terbaik Versi Forbes

 

"Melalui MDH, Bank Mandiri ingin berperan meningkatkan kewirausahaan digital UMKM, sehingga mereka dapat berkembang dengan lebih efektif dan berkelanjutan," ujar Alexandra, yang juga Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia Kementerian BUMN sejak 2021 sebagaimana dilansir situs Bank Mandiri pada Rabu (12/6).

 

Transformasi Digital untuk UMKM

 

Sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 2022, MDH telah diikuti oleh lebih dari 600 pelaku UMKM dari berbagai sektor seperti fashion, makanan dan minuman (FnB), kerajinan, dan jasa.

 

Para pelaku UMKM ini harus menggunakan aplikasi Livin’ by Mandiri dan Livin’ Merchant by Mandiri untuk meningkatkan transaksi digital, termasuk melalui pemanfaatan QRIS.

 

Program ini tidak hanya mendorong digitalisasi, tetapi juga memberikan akses kepada layanan keuangan yang lebih luas, seperti pinjaman kredit usaha rakyat (KUR) dan kredit usaha mikro (KUM).

 

Baca juga: Kini, Bank Mandiri Layani Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dan Iuran Wajib di Sulsel

 

“Bank Mandiri melalui MDH juga mengedukasi UMKM tentang cara mengelola keuangan, agar mereka dianggap mampu menerima modal tambahan untuk mengembangkan usaha,” jelas Alexandra.

 

Dukungan dan Kolaborasi

 

MDH membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk saling berjejaring dan berkolaborasi. Ini termasuk dukungan untuk pengurusan perizinan berusaha melalui kerjasama dengan INAmikro, yang membantu pembuatan Nomor Induk Berusaha tanpa biaya.

 

Program ini juga membantu UMKM mendapatkan sertifikasi lingkungan seperti ISO 14001, yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk atau jasa mereka.

 

Pelatihan yang diberikan dalam program ini mencakup berbagai bidang, seperti pemasaran produk, pengemasan, perencanaan keuangan, dan pengembangan bisnis.

 

Salah satu UMKM binaan MDH, Ngopi Serius, mencatat peningkatan laba signifikan setelah mendapatkan pelatihan dan bimbingan dalam pemasaran digital serta legalitas usaha.

 

Usaha kopi ini berhasil merambah pasar nasional dengan branding produk yang lebih matang.

 

Komitmen Bank Mandiri

 

Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) Center Bank Mandiri, Dadang Suryadi, menambahkan bahwa MDH terbuka bagi UMKM di seluruh Indonesia, dengan fokus pelatihan di wilayah Solo Raya (Solo, Boyolali, Sragen, dan Wonogiri).

 

Baca juga:  Bank Mandiri Laporkan Realisasi Kredit Kuartal I 2024 Tembus Rp1,435 Triliun

 

"Bank Mandiri melalui MDH menggaet kerjasama dengan beberapa lembaga pemerintah seperti Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Solo Technopark, dan komunitas UMKM di Solo," jelas Dadang.

 

Komitmen ini adalah bagian dari upaya mewujudkan visi Bank Mandiri sebagai “Indonesia´s Sustainability Champion.”

 

Inisiatif Mandiri Digipreneur Hub merupakan bagian dari pelaksanaan kerangka environment, social, and governance (ESG) Bank Mandiri, khususnya pada pilar sustainability beyond banking.

 

Dengan inisiatif MDH, Bank Mandiri berharap dapat menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan, baik secara sosial maupun lingkungan, serta meningkatkan akses keuangan bagi kelompok yang kurang terlayani, termasuk masyarakat di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

 

Program ini tidak hanya mendukung UMKM untuk tumbuh dan berkembang, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan. (SG-2)