SOKOGURU, BATAM- Untuk memperkuat ekosistem pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, Kementerian UMKM menggandeng Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Kolaborasi itu difokuskan pada perluasan akses pembiayaan, peningkatan investasi, serta integrasi pengusaha UMKM ke dalam rantai pasok industri yang berkembang di wilayah tersebut.
Demikian disampaikan Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, dalam keterangan resmi Kementerian UMKM, Jumat, 30 Januari 2026.
“Melalui kerja sama itu, para pengusaha UMKM di KPBPB Batam akan memperoleh dukungan strategis yang lebih menyeluruh, mulai dari pendampingan ekspor, peningkatan kapasitas usaha, pemanfaatan aset milik BP Batam, hingga pemetaan peluang untuk masuk ke dalam rantai pasok kegiatan investasi,” ujarnya dalam acara penandatanganan nota kesepahaman bersama BP Batam dan BRI di Batam, Kepulauan Riau, Kamis, 29 Januari.
Lewat penyediaan akses permodalan dan investasi yang lebih luas, sambung Wamen Helvi, peningkatan kapasitas pengusaha UMKM, serta integrasi UMKM ke dalam rantai pasok kegiatan investasi di KPBPB Batam, diharapkan dapat menaikkan kelas UMKM, menjadi penopang ekonomi lokal, dan mampu berkompetisi sebagai bagian dari rantai nilai global.
Menurut Wamen Helvi, kerja sama tersebut i didorong oleh besarnya potensi ekonomi Batam yang terus menunjukkan tren positif.
Baca juga: Bantu Percepat Pemulihan Pascabencana, Kementerian UMKM Resmikan Klinik UMKM Bangkit di Padang
Pada 2025, realisasi investasi di Batam tercatat mencapai Rp69,30 triliun, melampaui target Rp60 triliun atau sekitar 115 persen dari sasaran yang ditetapkan.
Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor domestik maupun asing terhadap Batam sebagai pusat perdagangan dan industri nasional.
Kondisi ini sekaligus membuka peluang besar bagi pengusaha UMKM lokal untuk menjadi bagian dari ekosistem industri, termasuk sebagai mitra rantai pasok dan offtaker bagi industri besar yang beroperasi di Batam.
Baca juga: Kementerian UMKM Perkuat Integrasi Usaha Kecil ke dalam Rantai Pasok Nasional
“Di balik derasnya arus investasi di Batam, terdapat denyut nadi perekonomian yang sesungguhnya, yaitu UMKM. Kontribusi pengusaha UMKM Batam tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka adalah penyerap tenaga kerja terbesar, penggerak ekonomi berbasis masyarakat, sekaligus benteng ketahanan ekonomi ketika terjadi gejolak,” imbuhnya.
Untuk itu, Kementerian UMKM, kata Wamen Helvi, berkomitmen untuk terus memastikan terciptanya iklim usaha yang kondusif melalui regulasi yang mendukung serta akses yang setara bagi seluruh pengusaha UMKM.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai titik awal untuk bersama-sama mendorong transformasi ekonomi melalui pengembangan ekosistem UMKM yang maju dan berdaya saing di KPBPB Batam,” ujarnya.
Sebagai langkah awal atau pilot project, melalui program (Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises (ACCES), Kementerian UMKM akan melakukan pendampingan akses pembiayaan serta pelatihan peningkatan kapasitas usaha bagi pengusaha UMKM di KPBPB Batam dalam waktu dekat. (SG-1)