Bantu Akses Pasar UMKM Terdampak Bencana Sumatera, Kementerian UMKM Hadirkan Layanan Belanja Via E-commerce

Kolaborasi layanan belanja produk UMKM terdampak bencana diwujudkan dalam fitur landing page UMKM Bangkit melalui Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
27 Januari 2026
<p>Landing page UMKM Bangkit telah diluncurkan Shopee dan Tokopedia per 26 Januari 2026. Sementara Lazada menyusul pada 29 Januari 2026. Peluncuran inisiatif landing page di e-commerce untuk mendukung promosi produk UMKM dari tiga provinsi terdampak bencana Sumatra. (Dok. Kementerian UMKM)</p>

Landing page UMKM Bangkit telah diluncurkan Shopee dan Tokopedia per 26 Januari 2026. Sementara Lazada menyusul pada 29 Januari 2026. Peluncuran inisiatif landing page di e-commerce untuk mendukung promosi produk UMKM dari tiga provinsi terdampak bencana Sumatra. (Dok. Kementerian UMKM)

SOKOGURU, JAKARTA- Sebagai langkah memastikan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terdampak bencana mendapat akses pasar, Kementerian UMKM berkolaborasi dengan platform e-commerce menghadirkan layanan belanja online khusus produk asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kolaborasi layanan belanja produk UMKM terdampak bencana diwujudkan dalam bentuk fitur landing page UMKM Bangkit melalui Shopee, Tokopedia & TikTok Shop, serta Lazada.

Demikian disampaikan Menteri UMKM Maman Abdurrahman, dalam keterangan resmi Kementerian UMKM, Selasa, 27 Januari 2025.

Baca juga: Bantu Percepat Pemulihan Pascabencana, Kementerian UMKM Resmikan Klinik UMKM Bangkit di Padang

"Lewat layanan belanja produk, kita pasarkan produk-produk dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat agar masyarakat bisa beli sehingga menggerakkan ekonomi daerah terdampak bencana," tuturnya di Jakarta, Senin, 26 Januari.

Maman mengungkapkan, landing page UMKM Bangkit telah diluncurkan Shopee dan Tokopedia per 26 Januari 2026. Sementara Lazada menyusul pada 29 Januari 2026.

Kementerian UMKM, sambungnya,  mencatat hingga 18 Januari 2026, terdapat 34.030 UMKM di tiga provinsi yang terdampak bencana sehingga membutuhkan bantuan pembiayaan, alat produksi, atau pemasaran produk. 

Baca juga: Kementerian UMKM Gerakkan Kembali Ekonomi Pascabencana, Tahap Rekonstruksi dan Pemulihan Dimulai

Sekitar 3.018 UMKM sulit mendapat akses pasar sehingga banyak produknya yang menumpuk dan menghambat perekonomian mereka.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Kementerian UMKM menghadirkan landing page UMKM Bangkit di e-commerce, memfasilitasi business matching, menyediakan konsultasi dan pendampingan pemasaran, serta memberikan layanan informasi dan promosi produk lokal.

Landing page UMKM Bangkit memuat produk-produk terkurasi dari sektor fesyen, makanan-minuman, gaya hidup, serta kerajinan tangan yang dijual 3.321 UMKM asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca juga: Gandeng ID FOOD, DWP Kementerian UMKM Salurkan Bantuan Perlengkapan Bayi untuk Korban Bencana di Sumatera

Selain promosi produk lewat landing page, para platform e-commerce juga berkomitmen menyediakan pelatihan bagi para UMKM terdampak bencana, serta memberikan bantuan lain seperti pembangunan fasilitas umum.

"Kita mendorong ke semua masyarakat Indonesia bantu saudara-saudara yang ada di tiga provinsi ini. Caranya tidak hanya donasi, tapi belanja produk mereka," lanjut Maman.

Menteri UMKM menambahkan, landing page UMKM Bangkit akan berlangsung selama dua tahun. Dia mempersilahkan masyarakat masuk ke landing page ini untuk membantu saudara-saudara di Sumatera dengan berbelanja produk-produk UMKM terdampak bencana.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, menuturkan, peluncuran landing page UMKM Bangkit menjadi inisiatif pemerintah bersama para platform e-commerce sebagai bentuk afirmasi pasar bagi produk UMKM terdampak bencana.

"Kami sepakat meluncurkan inisiatif landing page di e-commerce untuk mendukung promosi produk UMKM dari tiga provinsi. Selain itu, pelatihan bagi UMKM juga menjadi fokus supaya meningkatkan kapasitas usaha mereka," ujarnya.

Riza menekankan sinergi antara pemerintah pusat melalui Kementerian UMKM dengan platform e-commerce dapat menjadi solusi bagi UMKM terdampak bencana yang masih dapat berproduksi namun sulit mendapatkan akses pasar pascabencana.

Dia berharap UMKM di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan pulih sekaligus bertransformasi menjadi lebih adaptif, produktif dan berkelanjutan melalui kolaborasi ini. (SG-1)