SOKOGURU, JAKARTA- Sebanyak empat perusahaan unggulan Indonesia ikut dalam kegiatan jejaring bisnis (business networking) berupa diskusi langsung dengan perwakilan kedutaan besar dari enam negara, yakni Yordania, Nigeria, Pakistan, Amerika Serikat, Sudan, dan Iran.
Jejaring bisnis itu bertujuan untuk memperluas akses pasar ekspor produk-produk Indonesia ke negara-negara tujuan ekspor. Diskusi dibuka sekaligus dimoderatori oleh Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kemendag Bayu Wicaksono Putro.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kemendag, Fajarini Puntodewi, dalam keterangan resmi Kementerian Perdagangan (Kemendag), Sabtu, 17 Januari 2026.
Adapun acara tersebut digelar oleh Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor dan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag di Ruang Permanent Trade Exhibition (PTE), Kemendag, Jakarta, Kamis, 15 Januari.
“Melalui penyelenggaraan kegiatan jejaring bisnis itu, Kemendag menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan memfasilitasi para pelaku usaha nasional agar mampu bersaing di pasar global serta meningkatkan kontribusi ekspor Indonesia secara berkelanjutan,” ujarnya.
Keempat perusahaan Indonesia tersebut yakni PT Herisa Dwi Sejahtera, Moonbizt Oathentic.id, PT Victoria Care Indonesia Tbk, dan PT Mula Dravya. Mereka memaparkan potensi produk masing-masing yang telah memenuhi standar global.
Baca juga: Ekspor Perdana, Durian Beku Senilai Rp2,08 Miliar dari Sulawesi Tengah Tembus Tiongkok
Dari PT Herisa Dwi Sejahtera, misalnya, memaparkan produk turunan kelapa premium, seperti briket dan kelapa parut kering (dessicated coconut) yang telah menembus pasar Eropa hingga Timur Tengah. Selanjutnya, Moonbizt Oathentic.id memperkenalkan produk makanan sehat berbasis nabati yang dikembangkan bersama petani lokal di Bandung dan Bali.
Sementara itu, PT Victoria Care Indonesia Tbk mempresentasikan produk perawatan diri melalui merek Herborist dan Miranda yang telah diekspor ke berbagai negara di Asia.
Baca juga: Kelapa Indonesia Lagi Diminati Dunia, Kementan dan Kopek Bersepakat Pacu Hilirisasi Industri Kelapa
Kemudian, PT Mula Dravya Nusantara mempromosikan biji kopi Arabika dan Robusta pilihan yang bersumber langsung dari petani di Lampung dan Jawa Barat.
Bayu mengatakan jejaring bisnis merupakan forum strategis untuk memperkuat konektivitas pelaku usaha nasional dengan pasar global. Menurutnya, pelaku usaha Indonesia dapat memperoleh pemahaman mengenai karakteristik serta regulasi pasar negara tujuan.
“Melalui forum ini, eksportir Indonesia dapat mempresentasikan produk unggulannya secara langsung sekaligus memperoleh masukan mengenai karakteristik dan regulasi pasar negara tujuan,” imbuh Bayu.
Sesi diskusi dalam jejaring bisnis tersebut menghasilkan sejumlah masukan strategis dari para diplomat negara mitra, khususnya terkait peluang ekspansi ke pasar Afrika, Amerika, dan Timur Tengah.
Mereka menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi teknis produk makanan dan minuman, terutama untuk memasuki pasar Yordania. Selain itu, pelaku usaha juga didorong untuk menjalin komunikasi aktif dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) sebagai upaya memperkuat kerja sama bisnis dan memperkuat koneksi kerja sama internasional. Mengembangkan variasi produk juga keluar sebagai saran untuk mempermudah penetrasi global.
Perwakilan Moonbizt, Ivan, mengapresiasi Kemendag dan Inaexport atas fasilitasi jejaring bisnis yang diberikan.
“Kami bersyukur dapat memperoleh kesempatan untuk membangun jejaring dengan perwakilan berbagai negara mulai dari Amerika hingga Afrika. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka peluang ekspor yang lebih besar,” ujar Ivan.
Sementara itu, perwakilan PT Victoria Care Indonesia Tbk, Laurentia menilai, forum jejaring bisnis ini memberikan kesempatan yang berharga bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada perwakilan asing di Indonesia.
“Terima kasih kepada Kemendag atas kesempatan untuk mempresentasikan produk kami dan menjajaki peluang kerja sama dengan mitra internasional,” tuturnya. (SG-1)