SOKOGURU - Kabar gembira bagi para orangtua dan siswa di seluruh Indonesia. Terdapat informasi penting mengenai libur sekolah Lebaran 2026.
Pemerintah telah menetapkan jadwal libur sekolah dalam rangka menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Bahkan tidak tanggung-tanggung, masa libur sekolah kali ini cukup panjang, yakni mencapai 16 hari kalender.
Libur panjang ini akan dimulai pada hari Sabtu, 14 Maret 2026, dan berakhir pada Minggu, 29 Maret 2026.
Berdasarkan jadwal tersebut, seluruh siswa dijadwalkan kembali masuk ke sekolah pada hari Senin, 30 Maret 2026.
Penetapan masa libur ini tertuang dalam Surat Edaran Bersama (SEB) yang melibatkan tiga kementerian, Kemendikdasmen, Kemenag, dan Kemendagri.
Surat Edaran itu mengatur tentang pedoman pembelajaran di bulan Ramadan 2026, serta jadwal libur hari besar keagamaan.
Langkah ini juga diselaraskan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri terkait Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2026.
Rincian Kalender Libur Lebaran 2026
Agar rencana mudik dan libur keluarga lebih matang, maka perlu diketahui rincian jadwal libur sekolah berdasarkan SEB Nomor 5/2026, Nomor 2/2026, dan Nomor 400.1/857/SJ;
14-15 Maret 2026: Libur akhir pekan (Sabtu-Minggu).
16-20 Maret 2026: Periode awal libur Lebaran dan rangkaian Hari Raya Nyepi.
21-22 Maret 2026: Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
23-27 Maret 2026: Lanjutan libur Lebaran dan Cuti Bersama.
28-29 Maret 2026: Libur akhir pekan penutup masa liburan.
Baca Juga:
Sinkronisasi dengan Libur Nasional & Nyepi
Masa libur sekolah tahun 2026 ini terasa lebih panjang karena adanya penggabungan antara momen Idul Fitri dan Hari Suci Nyepi.
Mengacu pada SKB Nomor 1497, Nomor 2, dan Nomor 5 Tahun 2025, terdapat beberapa tanggal merah penting yang jatuh di periode tersebut:
Dalam SKB tersebut, terdapat tujuh hari libur terkait periode Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah, yaitu: 18 Maret (Cuti Bersama Nyepi), 19 Maret (Hari Raya Nyepi), 20 Maret (Cuti Bersama Idul Fitri), hingga rangkaian libur nasional Idul Fitri pada 21-22 Maret serta cuti bersama lanjutannya.
Pemerintah berharap sinkronisasi jadwal antara kalender pendidikan dan kalender nasional ini dapat memberikan kepastian bagi masyarakat.
Dengan mengetahui jadwal sejak jauh hari, para orang tua diharapkan bisa merencanakan perjalanan mudik atau aktivitas keluarga lainnya dengan lebih tertib dan nyaman. (*)