SOKOGURU, KUALA LUMPUR- Pelaksanaan penjajakan bisnis (business matching) di Kuala Lumpur, Malaysia pada 14 Mei 2025 yang difasilitasi Atase Perdagangan (Atdag) RI Kuala Lumpur berbuah hasil.
Produk kerajinan anyaman Indonesia hasil kreasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Jawa Timur, PT Sang Bamboo Alam Indonesia berhasil mendapatkan pesanan (purchase order/PO) dari buyer Malaysia, Cemara Ayu Sdn. Bhd.senilai Rp239,50 juta.
Demikian disampaikan Atdag RI Kuala Lumpur, Aziza Rahmaniar Salam, dalam keterangan resmi Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jumat, 22 Agustus 2025.
Baca juga: Produk Makanan Minuman RI Kian Kuat di Negeri Jiran, Tembus Jaringan Swalayan Besar Malaysia
“Keberhasilan UMKM kerajinan anyaman dari Jawa Timur mendapatkan pesanan Rp239,5 juta ke Malaysia menjadi sebuah kisah sukses Program UMKM BISA Ekspor,” ujarnya.
Hal itu juga, sambung Aziza, menunjukkan, produk-produk UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global dengan memenuhi permintaan buyer di sektor perhotelan dan pariwisata.
“Kami harap, lebih banyak UMKM ikut mencari peluang pasar ekspor melalui UMKM BISA Ekspor,” imbuhnya.
Baca juga: Bukan Indomie! Eksportir Asal Tulungagung Ini Sukses Jual Kerupuk ke Malaysia Selama 24 Tahun
Kerajinan anyaman Indonesia tersebut berupa topi dan tas pandan yang dilengkapi material kulit baik kulit asli maupun sintetis. Produk tersebut akan disalurkan ke sektor perhotelan dan pariwisata di Malaysia.
PO tertanggal 26 Juni 2025 itu merupakan buah keberhasilan dari pelaksanaan penjajakan bisnis (business matching) di Kuala Lumpur, Malaysia pada pertengah Mei 2025.
Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa business matching merupakan strategi efektif untuk mempertemukan produk-produk unggulan Indonesia dengan kebutuhan pasar global.
Baca juga: UMKM Bandung Dipuji Malaysia: Produk Perempuan Kreatif Tembus Pasar Internasional!
Business matching ini adalah bagian dari Program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) yang diinisiasi Kementerian Perdagangan RI untuk mencetak lebih banyak eksportir.
Aziza menerangkan, kesepakatan tersebut telah menggerakkan momentum ekspor ke Malaysia.
“Keberhasilan dari ekspor ini dapat menjadi pertimbangan untuk menjalin nota kesepahaman antara kedua belah pihak sehingga terjadi kesepakatan transaksi lebih lanjut,” tambah Aziza.
PT Sang Bamboo Alam Indonesia merupakan satu dari tiga peserta business matching. Peserta lainnya, yaitu Dona Doni Rattan dan PT Gondosuli Inovasi Multikarya.
Pelaksanaan business matching dengan buyer Malaysia kali ini turut bersinergi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur.
Pemilik PT Sang Bamboo Alam Indonesia, Pringga Aditiawan, mengapresiasi rekomendasi Disperindag Jawa Timur dalam proses kurasi oleh Atdag RI Kuala Lumpur.
“Semoga PT Sang Bamboo Alam Indonesia dapat terus berkontribusi dalam peningkatan ekspor UMKM, khususnya dari wilayah Jawa timur. Saya berharap, Atdag RI Kuala Lumpur dapat terus membantu menjadi mediator dalam mencari buyer,” katanya.
Perdagangan Indonesia-Malaysia
Pada Januari–Juni 2025, ekspor Indonesia ke Malaysia tercatat USD6,79 miliar atau meningkat 12,84% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Sedangkan, impor Indonesia dari Malaysia tercatat sebesar USD5,23 miliar. Indonesia surplus terhadap Malaysia sebesar USD1,56 miliar. Indonesia konsisten mencatatkan surplus dalam periode lima tahun terakhir (2020-2024) dengan tren 4,52%.
Sementara itu, total perdagangan Indonesia dengan Malaysia pada Januari-Juni 2025 tercatat senilai USD12,02 miliar. Nilai itu meningkat 9,94% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024 dengan nilai USD10,93 miliar. (SG-1)