Peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara Angkat Tema Amanah Ekologis dan Jalan Perdamaian Dunia

Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an memberi panduan moral bagi manusia untuk jaga keseimbangan alam dan bangun harmoni sosial di masyarakat global.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
09 Maret 2026
<p>Kementerian Agama menggelar rapat internal untuk mematangkan persiapan peringatan Nuzulul Qur'an yang akan diselenggarakan di Istana Negara pada Selasa, 10 Maret 2026. (Dok. Kemenag)<br />
<br />
 </p>

Kementerian Agama menggelar rapat internal untuk mematangkan persiapan peringatan Nuzulul Qur'an yang akan diselenggarakan di Istana Negara pada Selasa, 10 Maret 2026. (Dok. Kemenag)

 

SOKOGURU, JAKARTA- Peringatan Nuzulul Qur'an akan diselenggarakan di Istana Negara Jakarta pada Selasa, 10 Maret 2026. Untuk itu, Kementerian Agama (Kemenag) menggelar rapat internal untuk mematangkan persiapan peringatan itu.

Rapat tersebutr membahas rangkaian acara serta substansi pesan yang akan diangkat dalam peringatan turunnya Al-Qur’an tersebut.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan hal itu dalam keterangan resmi Kemenag, Senin, 9 Maret 2026.

Baca juga: Menag Nasaruddin: Peringatan Nuzulul Qur’an Digelar di Istana Negara

Ia menjelaskan peringatan Nuzulul Qur'an tahun ini mengangkat tema Al-Qur’an, Amanah Ekologis, dan Jalan Perdamaian Dunia. Tema itu dipilih untuk menegaskan relevansi pesan Al-Qur’an dalam menjawab berbagai tantangan global, termasuk isu lingkungan dan perdamaian.

“Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan manusia dengan alam dan sesama. Karena itu, pesan amanah ekologis dan perdamaian dunia menjadi sangat penting kita tekankan,” ujarNasaruddin.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an memberikan panduan moral bagi manusia untuk menjaga keseimbangan alam sekaligus membangun harmoni sosial di tengah masyarakat global.

Baca juga: Peringatan Nuzulul Quran, Menag Sebut Teknologi Ungkap Kebenaran Ilmiah Al-Quran

“Kita ingin menunjukkan bahwa Al-Qur’an mengajarkan tanggung jawab ekologis dan semangat perdamaian. Ini menjadi pesan penting bahwa agama hadir sebagai solusi bagi berbagai persoalan kemanusiaan,” tambahnya.

Menag juga menekankan peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara merupakan momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa nilai-nilai Al-Qur’an harus diwujudkan dalam kehidupan nyata.

“Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga pengingat bahwa pesan Al-Qur’an harus diterjemahkan dalam tindakan nyata, merawat bumi, membangun solidaritas, dan menghadirkan kedamaian,” tegas Menag.

Dalam rangkaian acara tersebut, Kementerian Agama juga akan menghadirkan 30 anak yatim dari panti asuhan yang akan menerima paket bantuan sebagai bagian dari penguatan nilai kepedulian sosial yang diajarkan dalam Al-Qur’an.

Baca juga: Kapan Malam Nuzulul Quran 2026? Cek Jadwal, Makna, dan 4 Amalan Utama yang Dianjurkan

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan, di acara Nuzulul Qur'an itu juga akan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qari nasional.

“Tilawah Al-Qur’an akan dilantunkan oleh M. Fauzi Ridwan, juara STQH Nasional Cabang Tilawah Al-Qur’an tahun 2025. Kehadiran qari terbaik ini diharapkan menambah kekhidmatan peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara,” ujarnya.

Seluruh rangkaian acara, imbuhnya, dirancang untuk menghadirkan suasana religius sekaligus menyampaikan pesan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an memiliki relevansi kuat bagi kehidupan berbangsa dan bagi perdamaian dunia. (SG-1)