Menag Nasaruddin: Peringatan Nuzulul Qur’an Digelar di Istana Negara

Nuzulul Qur’an momentum untuk meneguhkan komitmen kebangsaan. Nilai keadilan, persaudaraan, dan kepedulian sosial sangat relevan dalam kehidupan berbangsa.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
04 Maret 2026
<p>Menteri Agama Nasaruddin Umar memberi keterangan kepada wartawan seusai bertemu Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 4 Maret 2026. (Dok. Kementerian Agama)</p>

<p> </p>

Menteri Agama Nasaruddin Umar memberi keterangan kepada wartawan seusai bertemu Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 4 Maret 2026. (Dok. Kementerian Agama)

 

SOKOGURU, JAKARTA- Peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini akan digelar di Istana Negara, Jakarta. Pemilihan Istana Negara sebagai lokasi peringatan memiliki makna simbolik yang kuat. 

Pasalnya, Nuzulul Qur’an bukan hanya momentum spiritual umat Islam, tetapi juga pengingat nilai-nilai kebangsaan, keadilan, dan kemanusiaan yang sejalan dengan ajaran Al-Qur’an.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan hal itu seusai bertemu Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Baca juga: Peringatan Nuzulul Quran, Menag Sebut Teknologi Ungkap Kebenaran Ilmiah Al-Quran

“Saya baru saja bertemu dengan Bapak Presiden untuk membicarakan persiapan peringatan Nuzulul Qur’an. Insya Allah, peringatan Nuzulul Qur’an direncanakan akan dilaksanakan di Jakarta, tepatnya di Istana Negara,” ujarnya kepada awak media.

Menurutnya, dalam pertemuan tersebut turut dibahas sejumlah alternatif lokasi pelaksanaan. Di antaranya di Ibu Kota Nusantara (IKN), Masjid Istiqlal, Istana Negara, maupun tempat lainnya. 

“Dan Bapak Presiden memberikan arahan agar kegiatan tersebut dilaksanakan di Istana Negara,” imbuhnya. 

Baca: Peringatan Nuzulul Quran, Farhan Serukan Kebersamaan untuk Membangun Kota yang Lebih Baik

“Ini bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan komitmen kebangsaan kita. Nilai-nilai Al-Qur’an seperti keadilan, persaudaraan, dan kepedulian sosial sangat relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Lebih lanjut, Menag menyampaikan, Kementerian Agama akan menyiapkan konsep acara yang khidmat namun tetap inklusif. Peringatan tersebut rencananya akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari tokoh agama, duta besar negara sahabat, hingga perwakilan generasi muda.

“Kami ingin agar peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi ruang silaturahmi kebangsaan. Istana Negara sebagai simbol negara diharapkan dapat menjadi tempat yang merekatkan nilai spiritual dan nilai kenegaraan,” ungkapnya.

Baca juga: Ramadan, Nuzulul Quran: Penjabat Wali Kota Bandung Ajak Warga Introspeksi Diri

Ia juga memastikan seluruh teknis pelaksanaan akan dikoordinasikan secara matang dengan pihak Istana agar acara berjalan tertib dan lancar.

“Kami akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya, baik dari sisi substansi acara maupun teknis pelaksanaannya. Insya Allah, ini akan menjadi peringatan yang penuh makna,” tutup Menag. 

Nuzulul Quran diperingati setiap 17 Ramadan sebagai momentum turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira. Sementara Lailatul Qadar diyakini hadir pada salah satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. 

Dengan demikian maka 17 Ramadan diperkirakan bertepatan dengan 6 Maret 2026. Malam Nuzulul Quran dimulai sejak Maghrib pada 5 Maret 2026. (SG-1)