KDEI Taipei Luncurkan Inovasi Pembayaran Digital Layanan Paspor, Bisa Bayar di Minimarket

Jumlah WNI di Taiwan meningkat setiap tahunnya. KDEI Taipei merasa wajib berinovasi dalam pelayanan kepada WNI agar semakin baik, mudah, cepat, dan efisien.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
28 Januari 2026
<p>Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei meluncurkan Sistem Pembayaran Digital untuk Layanan Paspor di Taiwan, Senin, 26 Januari 2026. (Dok. KDEI Taipei)</p>

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei meluncurkan Sistem Pembayaran Digital untuk Layanan Paspor di Taiwan, Senin, 26 Januari 2026. (Dok. KDEI Taipei)

SOKOGURU, TAIPEI- Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei meluncurkan Sistem Pembayaran Digital untuk Layanan Paspor di Taiwan, Senin, 26 Januari 2026.

Setelah diresmikan, Warga Negara Indonesia (WNI) di negara itu kini bisa membayar layanan pengurusan paspor di minimarket seluruh Taiwan. 

Pembayaran dapat dilakukan di 7-Eleven, Family Mart, Hi-Life, dan berbagai minimarket lainnya. 

Baca juga: Jajaki Potensi Komoditas Teh di Jawa Barat dan Pakan Ternak di Jawa Timur, KDEI Taipei Fasilitasi Buyer Taiwan

Demikian disampaikan Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo, dalam keterangan resmi Kementerian Perdagangan (Kemendag), Rabu, 28 Januari.

“Sistem itu langsung aktif saat itu juga. Peluncuran di kantor KDEI Taipei tersebut bertepatan dengan Hari Bakti Imigrasi yang ke-76 yang mengusung tema Imigrasi Berbakti, Indonesia Maju,” ujarnya saat peluncuran.

Menurut Arif, jumlah WNI yang terus meningkat setiap tahunnya di Taiwan mewajibkan KDEI Taipei untuk terus berinovasi dalam hal pelayanan kepada WNI. 

Baca juga: Pameran TEI 2025 Berakhir, KDEI Taipei Catat Potensi Transaksi Rp4,4 Miliar antara UMKM Indonesia dan Taiwan

“Pembayaran layanan paspor melalui minimarket menjadi inovasi agar pelayanan semakin baik, mudah, cepat, dan efisien,” imbuhnya.

Sebelum sistem tersebut aktif, WNI di Taipei hanya punya satu opsi pembayaran layanan paspor, yaitu secara langsung di Bank Chang Hwa. Oleh karena itu, sistem pembayaran digital di minimarket akan mempermudah WNI dalam membuat paspor di KDEI Taipei.

Berdasarkan data Imigrasi Taiwan, tren kedatangan WNI di Taiwan semakin meningkat tiap tahun. Tercatat selama lima tahun terakhir (2021–2025), peningkatannya mencapai 70%. 

Baca juga: Waralaba Kopi Indonesia Bukukan Potensi Transaksi Rp9,6 Miliar di TEI 2025, Fasilitasi dari KDEI Taipei

setiap harinya, sambung Arif,  KDEI Taipei melayani 300–400 orang untuk permohonan paspor maupun pengesahan (endorsement).

 “Mutlak diperlukan sebuah sistem untuk melayani WNI yang semakin bertambah,” ujarnya

Selain peluncuran sistem pembayaran layanan paspor, di hari yang sama digelar pula seremoni kerja sama Pengembangan Sistem Pelayanan Berbasis Digital di KDEI Taipei.

Kerja sama itu dijalin melalui nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Arif dengan Managing Director PT Telekomunikasi Internasional Indonesia Taiwan (Telin Taiwan) Kartia Rausen Irwandi. 

Turut hadir General Manager Bank Rakyat Indonesia Cabang Taipei Andik Kurniawan, perwakilan organisasi masyarakat Indonesia di Taiwan, para pelajar dan mahasiswa, serta para diaspora Indonesia.

Sistem Pembayaran Digital untuk Layanan Paspor menjadi produk digital yang semakin melengkapi digitalisasi pelayanan digital KDEI Taipei. 

Pada 2024, KDEI Taipei meluncurkan Sistem Endorsement V3 untuk pelayanan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sistem ini mempermudah pengurusan dokumen PMI tanpa harus datang ke kantor KDEI Taipei. 

 

Resmikan kantor layanan

Setelah meluncurkan Sistem Pembayaran Digital untuk Layanan Paspor, Arif meresmikan Kantor Layanan di lantai 2 kantor KDEI Taipei yang baru selesai direhabilitasi. 

Rehabilitasi Kantor Layanan KDEI Taipei diharapkan dapat memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi WNI di Taiwan. Salah satu tambahan fasilitasnya, yaitu berupa ruang menyusui bagi ibu yang membawa balita. 

“Untuk memberikan kenyamanan kepada pemohon yang membawa bayi ketika menyusui atau ganti popok,” ujar Arif.

Pemohon paspor, Sobirin dan Wati mengaku merasakan langsung Kenyamanan ruang menyusui itu. Pasangan asal Cilacap itu datang dari Kaohsiung, sekitar empat jam perjalanan ke Taipei, untuk mengurus paspor anak mereka yang berusia tiga bulan. 

Mereka menggunakan ruang menyusui di sela-sela pengurusan paspor untuk memenuhi kebutuhan anak mereka selama berada di Kantor Layanan KDEI Taipei. (SG-1)