UMKM Mimide Indramayu Raih Juara 1 Bogasari Young Flour Foodpreneur 2026, Berkat Kolaborasi Pentahelix

Pendampingan berbasis pentahelix mampu mengangkat UMKM lokal bersaing di tingkat nasional. Proses pendampingan intensif meningkatkan kapasitas UMKM lokal.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
15 Februari 2026
<p>UMKM Mimide dari Indramayu  merupakan UMKM binaan IHK FTIP Universitas Padjadjaran dan PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi, meraih juara 1 Tingkat Nasional pada ajang Bogasari Young Flour Foodpreneur 2026 di Jakarta, 4-6 Februari 2026. (Foto  Kanal Media Unpad/Humas FTIP Unpad)<br />
<br />
 </p>

UMKM Mimide dari Indramayu  merupakan UMKM binaan IHK FTIP Universitas Padjadjaran dan PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi, meraih juara 1 Tingkat Nasional pada ajang Bogasari Young Flour Foodpreneur 2026 di Jakarta, 4-6 Februari 2026. (Foto  Kanal Media Unpad/Humas FTIP Unpad)

 

SOKOGURU, JATINANGOR- Kue nastar biasanya diisi olahan selai nanas, namun UMKM Mimide mengembangkan potensi mangga lokal khas Indramayu (Gedong Gincu) sebagai bahan baku utama kue nastar. 

Kreativitas itulah yang membawa Mimide meraih Juara 1 Tingkat Nasional pada ajang Bogasari Young Flour Foodpreneur 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada  4-6 Februari 2026. 

Keberhasilan Mimide ternyata tidak terlepas dari peran Unit Inkubasi Hilirisasi dan Komersialisasi Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (IHK FTIP Unpad) yang telah membina UMKM asal Indramayu, Jawa Barat tersebut.

Baca juga: Terkait Ketahanan Pangan Nasional, Unpad Buka Program Pendidikan Jarak Jauh untuk Magister, Tersedia Beasiswa

Tak hanya sekadar bisnis, Mimide yang juga binaan PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi telah membawa dampak sosial dengan memberdayakan pekerja purna migran sebagai tenaga produksi untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi lokal. 

Demikian disampaikan  Kepala IHK FTIP Unpad, Dr. In-In Hanidah, dalam keterangan resmi Kantor Komunikasi Publik Unpad, Minggu, 15 Februari 2026.

Keberhasilan Mimide, ujarnya, merupakan kolaborasi strategis antara perguruan tinggi, sektor usaha, pemerintah dan komunitas. 

Baca juga: Kerja Sama Tridarma Perguruan Tinggi Ditingkatkan, Unpad dan BP2D Jawa Barat Tandatangani Perjanjian

“Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi semata, namun sebagai model kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan sektor usaha untuk mendorong UMKM agar naik kelas, berkelanjutan, serta memberikan dampak sosial yang nyata,” jelas In-In. 

Melalui pencapaian itu, kata In-In, Unpad berharap keberhasilan Mimide dapat menjadi sumber inspirasi bagi para pelaku UMKM lainnya untuk lebih berani berinovasi dan memanfaatkan teknologi. 

Ia mengatakan dengan membangun bisnis yang berbasis pada potensi lokal melalui pendekatan dan proses pendampingan yang kuat, UMKM diharapkan mampu tumbuh menjadi pilar ekonomi yang tangguh di masa depan.

 

Penguatan pendampingan 

Lebih lanjut, In-In mengatakan, keberhasilan yang diraih UMKM Mimide merupakan buah dari proses panjang dan pendampingan intensif oleh tim IHK FTIP Unpad yang berfokus pada penguatan kapasitas bisnis, inovasi, serta daya saing. 

Baca juga: Tambah Tiga Prodi Baru, Program Kelas Internasional Unpad Buka Pendaftaran Hingga 9 Maret 2026

Melalui pendekatan komprehensif itu, tim memberikan bimbingan strategis yang mencakup penguatan branding merek Mimide, penyusunan business plan, hingga optimalisasi digital marketing dan e-commerce. 

Selain dukungan akademisi, kolaborasi itu semakin kuat dengan kehadiran mahasiswa KKN Unpad di Desa Jayalaksana yang turut mendampingi Mimide di setiap rangkaian kompetisi. 

Rangkaian pendampingan tersebut mengantarkan Mimide sukses melewati berbagai tahapan seleksi yang ketat, mulai dari seleksi video, hingga wawancara daring. 

Puncaknya, pada Grand Final Pitching Business Strategy yang digelar di Jakarta pada 5 Februari 2026. Mimide tampil impresif di hadapan dewan juri nasional seperti Chef Edwin Lau, Chef Ryan Grady, dan Fildzah Sabrina. 

Penampilan yang matang hasil bimbingan intensif tersebut berhasil meyakinkan para juri, hingga akhirnya Mimide dinobatkan sebagai yang terbaik di tingkat nasional. 

Pendiri 

Sementara itu, pendiri Mimide, Cartinih, menyampaikan rasa syukur

atas pencapaian yang telah diraih UMKM miliknya. 

Penghargaan itu , katanya, menjadi bukti UMKM dari daerah pun memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan diapresiasi di tingkat nasional. “Proses Panjang yang kami lalui, mulai dari belajar, dibimbing, hingga berani tampil, menjadi pengalaman berharga bagi Mimide untuk terus berkembang,” tambah Cartinih. 

Ia pun berharap langkah itu menjadi pintu kesuksesan bagi Mimide serta dapat menginspirasi UMKM lain untuk berani berinovasi dan menciptakan dampak sosial lebih luas. 

“Terima kasih kepada para petani mangga Indramayu, Tim Mimide, IHK FTIP Unpad, Pertamina EP, dan Bogasari atas dukungan yang telah diberikan,” ujar Cartinih. 

Keberhasilan Mimide meraih juara pertama menjadi bukti, pendampingan berbasis pentahelix mampu mengangkat UMKM lokal bersaing di tingkat nasional sekaligus menjadi bukti konkret bahwa melalui proses pendampingan intensif mampu meningkatkan kapasitas UMKM lokal hingga siap bersaing di level nasional.  

Di lain pihak, Head of Communication, Relation & CID Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi,  mengatakan, konsep produk dan validasi produk yang dikembangkan UMKM tetap sesuai potensi wilayah dan segmen pasar. 

“Kami berkomitmen memberdayakan UMKM menjadi naik kelas. keberhasilan Mimide merupakan buah dari komitmen kami yang berkolaborasi dengan IHK sebagai inkubator sekaligus akademisi yang dapat mendampingi UMKM bukan hanya dari sisi pengembangan bisnis tapi juga melalui revisi konsep produk dan validasi sehingga produk yang dikembangkan UMKM tetap sesuai potensi wilayah dan segmen pasar” ujarnya. (SG-1)