Gagal Cuan Gara-gara Mood? Simak Tips Kelola Ego Bisnis UMKM Menjelang Ramadan agar Jualan Makin Berkah

Pelanggan tidak peduli suasana hatimu! Pelajari cara bangun sistem bisnis UMKM yang disiplin agar tetap operasional meski motivasi sedang turun. Klik lengkapnya

Author Oleh: Cikal Sundana
15 Februari 2026
<p>Bisnis UMKM - Persaingan pasar Ramadan sangat ketat! Jika UMKM Anda masih jualan pakai ego, siap-siap ditinggal pelanggan. Ini cara atasi mentalitas 'baper' dalam berbisnis.</p>

Bisnis UMKM - Persaingan pasar Ramadan sangat ketat! Jika UMKM Anda masih jualan pakai ego, siap-siap ditinggal pelanggan. Ini cara atasi mentalitas 'baper' dalam berbisnis.

SOKOGURU - Menjelang bulan suci Ramadan, antusiasme pelaku bisnis UMKM biasanya mulai memuncak untuk meraup keuntungan berlipat dari daya beli masyarakat yang meningkat.

Namun, persiapan teknis saja tidak cukup jika mentalitas pedagang masih terjebak pada suasana hati atau sekadar mengikuti ego sesaat dalam berjualan.

Mengutip pesan dari akun TikTok @tips.bisnis.pemula yang berjudul: "Ini Alasan Kenapa, Jangan Jualan Atas Dasar Ego dan Mood," hal ini menjadi pengingat krusial bagi kita.

Banyak pebisnis pemula yang menjalankan usahanya mengikuti suasana hati. Kalau lagi semangat, promosi kencang. Kalau lagi malas atau baper, toko malah tutup.

Padahal, konsistensi adalah kunci utama, terutama saat melayani pelanggan yang sedang mencari kebutuhan berbuka puasa atau perlengkapan Lebaran di pasar digital.

Motivasi memang sering datang dan pergi, tetapi roda operasional bisnis UMKM harus tetap berputar setiap hari tanpa peduli bagaimana kondisi perasaan pemiliknya.

Pelanggan tidak peduli kamu lagi sedih atau malas; yang mereka peduli adalah apakah produkmu tersedia saat mereka butuh. Jika tidak, mereka akan pindah.

Selain faktor suasana hati, ego yang terlalu tinggi seringkali membuat pedagang enggan menerima kritik terhadap produk takjil atau busana muslim yang mereka jual.

Di dunia bisnis, pasar adalah hakimnya. Jika pasar bilang produkmu kurang, jangan baper. Turunkan ego, terima kritik dari pembeli, dan segera lakukan perbaikan.

Jangan pula mengambil keputusan besar, seperti menambah stok barang Ramadan secara berlebihan, hanya karena merasa sedang bersemangat atau sekadar "lagi pengen".

Gunakan data penjualan sebagai acuan utama. Perasaan sering menipu dalam menentukan tren, tetapi angka statistik penjualan tidak pernah berbohong kepada Anda.

Bisnis yang sehat harus dijalankan dengan logika dan strategi matang, bukan sekadar mengikuti kata hati yang sedang naik turun layaknya roller coaster setiap saat.

Jika ingin usaha Anda tumbuh besar, perlakukan bisnis tersebut secara profesional sejak hari pertama dengan membangun sistem kerja yang sangat disiplin dan kuat.

Kedisiplinan adalah modal utama agar UMKM bisa bertahan jangka panjang, terutama dalam menghadapi persaingan ketat di pasar Ramadhan yang sangat dinamis ini.