Wamendag Roro Buka LapakGaming Battle Arena Series 3, Gim Beri Peluang Ekspor Berbasis Kekayaan Intelektual

Potensi besar pasar gim Indonesia belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan oleh pengembang gim nasional. Pasalnya, nilai pasar gim asing di Indonesia lebih besar.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
26 Januari 2026
<p>Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyaksikan salah satu gim seusai membuka resmi LapakGaming Battle Arena Series 3 di Jakarta, Sabtu, 24 Januari 2026. (Dok. Kemendag)</p>

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyaksikan salah satu gim seusai membuka resmi LapakGaming Battle Arena Series 3 di Jakarta, Sabtu, 24 Januari 2026. (Dok. Kemendag)

SOKOGURU, JAKARTA-  Potensi pasar gim Indonesia sangat besar. Nilai pasar gim nasional diperkirakan mencapai USD2,5 miliar. Untuk itu Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkomitmen terus mendukung industri gim nasional.

Berdasarkan data Agate Whitepaper pada 2025, Indonesia menempati posisi ketiga terbesar di dunia dari sisi jumlah unduhan gim, serta memiliki lebih dari 192 juta pemain gim (gamer) atau sekitar 43% dari total pemain gim di Asia Tenggara.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan hal itu dalam keterangan resmi Kemendag, Minggu, 25 Januari 2026.  

Baca juga: Latih 500 Pengembang Gim Lokal, Kemenekraf dan Google Luncurkan Google Play x Unity Game Developer Training

“Komitmen Kemendag itu dilakukan melalui penyediaan pasar khusus (captive market) serta sinergi promosi lintas kementerian dan platform,” ujarnya saat membuka LapakGaming Battle Arena Series 3 di Jakarta, Sabtu, 24 Januari lalu. 

Dalam konteks perdagangan, sambung Roro, gim merupakan komoditas kreatif yang mampu menggerakkan berbagai subsektor ekonomi, sekaligus membuka peluang ekspor berbasis kekayaan intelektual Indonesia.

Lebih lanjut, ia mengatakan, dukungan Kemendag terhadap industri gim nasional diwujudkan melalui berbagai penguatan akses pasar, baik di dalam negeri seperti kampanye Ayo Hari Game Indonesia (Hargai) pada 2024, Indonesian Games Week dan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 2025, maupun perluasan ke pasar internasional melalui perwakilan perdagangan RI di berbagai negara.

Baca juga: Di Gamescom 2025 Jerman, Kemendag Fasilitasi Temu Bisnis Pelaku Industri Gim Indonesia 

Wamendag Roro menambahkan, gim merupakan sumber kekayaan intelektual yang memiliki rantai nilai ekonomi panjang. Monetisasi industri gim tidak berhenti pada penjualan gim atau isi ulang (top up), tetapi juga mencakup dagangan pendukung (merchandise), komik, animasi, hingga kolaborasi dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ritel.

Selanjutnya, Wamendag Roro mengungkapkan, potensi pasar gim Indonesia yang besar tersebut belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan oleh pengembang gim nasional. 

Pasalnya, saat ini, nilai pasar gim asing di Indonesia masih relatif lebih besar dibandingkan gim lokal.

“Tantangan yang dihadapi pengembang gim nasional bukan terletak pada kualitas maupun kreativitas produk, melainkan pada keterbatasan akses terhadap etalase digital, visibilitas, distribusi, serta pengembangan mekanisme monetisasi yang selaras dengan karakter konsumen Indonesia,” imbuhnya.

Baca juga: Di Gamescom 2025 Jerman, 10 Studio Gim Indonesia Siap Tunjukkan Keunggulan Industri Gim Nasional

Sebab itu, ujar Wamen Roro lagi, diperlukan pembangunan jalur monetisasi yang konkret dan inklusif bagi pengembang gim lokal agar dapat menjembatani antusiasme konsumen dengan transaksi ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

Menurutnya,  kegiatan seperti LapakGaming Battle Arena Series 3 memiliki peran strategis dalam membangun infrastruktur pasar bagi gim lokal. Kegiatan itu diharapkan dapat menjadi sarana bagi pengembang gim nasional untuk memperluas jejaring, meningkatkan eksposur produk, serta memperkuat koneksi antara kreator, platform, dan konsumen. “Ke depan, tugas kita bersama bukan hanya menciptakan gim yang berkualitas, tetapi memastikan potensi pasar yang besar ini benar-benar terkonversi menjadi nilai ekonomi bagi pengembang gim nasional. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis industri dan ekosistem gim Indonesia akan tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing global,” pungkas Wamendag Roro.

 

Ekosistem gim Indonesia dinamis

Pada kesempatan yang sama, Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam, menyampaikan, apresiasi atas penyelenggaraan LapakGaming Battle Arena Series 3 sebagai ruang temu dan kolaborasi ekosistem gim nasional. 

Kegiatan itu dinilainya mencerminkan ekosistem gim Indonesia yang dinamis serta mendorong peningkatan apresiasi masyarakat terhadap gim buatan dalam negeri. 

Upaya fasilitasi juga dilakukan melalui kehadiran Booth Games from Indonesia yang menampilkan 12 gim lokal hasil kurasi bersama sebagai sarana promosi gim buatan pengembang Indonesia langsung kepada komunitas gamer.

Sementara itu, sari sisi penyelenggara, Direktur BUKA Group, Victor Putra Lesmana menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri gim nasional yang inklusif dan berkelanjutan. 

Melalui kegiatan ini, BUKA Group berupaya menghadirkan wadah kolaboratif bagi pelaku ekosistem, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi talenta muda Indonesia di sektor gim dan ekonomi kreatif.

Ditemui di lokasi acara, perwakilan dari Game Dev Jakarta Jouza, Muhammad Akbar Pahlawan, menyambut positif, dukungan pemerintah dan platform digital dalam memperkuat ekosistem industri gim. 

Ia berharap dukungan tersebut tidak hanya terbatas pada aspek pembiayaan, tetapi juga dapat berupa penyediaan fasilitas, ruang promosi, hingga kebijakan yang mendorong pertumbuhan pengembang gim lokal secara berkelanjutan

Pada acara tersebut hadir mendampingi  Wamen Roro, Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik dan Perdagangan Jasa Kemendag Dwinanto Rumpoko. 

Kemudian ada CEO Gaming BUKA Group Prasetya Setiawan dan Ketua Umum AGI Shafiq Husein. (SG-1)