MODAL KEDELAI! Rahasia Keripik Tempe Ludes Ratusan Kilo, Ide Bisnis UMKM Takjil Ramadan

Sering dipandang sebelah mata, pengusaha ini buktikan tempe jadi ide bisnis UMKM gila. Strategi rahasia tembus ratusan kilo per hari untuk stok takjil puasa.

Author Oleh: Ratu Putri Ayu
01 Maret 2026
<p>Keripik Tempe - Bukan sembarang goreng! Intip proses fermentasi dan teknik rahasia agar keripik tempe renyah tahan lama. Cocok jadi ladang uang baru saat bulan puasa tiba. Cek di sini!</p>

Keripik Tempe - Bukan sembarang goreng! Intip proses fermentasi dan teknik rahasia agar keripik tempe renyah tahan lama. Cocok jadi ladang uang baru saat bulan puasa tiba. Cek di sini!

SOKOGURU - Siapa sangka, makanan merakyat seperti tempe bisa jadi mesin uang yang luar biasa jika dikelola dengan ketekunan tinggi.

Bagi Anda yang sedang mencari ide bisnis UMKM, kisah sukses pengusaha tempe ini bisa menjadi pemacu semangat yang sangat pas.

Apalagi menyambut bulan puasa Ramadan, camilan renyah berbahan kedelai ini selalu menjadi primadona untuk takjil maupun buah tangan Lebaran.

Mengutip inspirasi dari akun Instagram @helokuliner.id berjudul "Diremehin cuma karena jualan tempe Sekarang justru tembus ratusan kilo-hari", perjuangan ini berbuah manis.

"Diremehin cuma karena jualan tempe, sekarang justru tembus ratusan kilo per hari," tulis narasi dalam unggahan video viral tersebut.

Proses produksinya pun dilakukan secara teliti, dimulai dari pemilihan kedelai segar yang harus dicuci bersih dan direndam semalaman.

Langkah perendaman ini sangat krusial agar biji kedelai menjadi lebih lunak dan siap masuk ke tahap pengolahan selanjutnya.

Setelah itu, kedelai direbus selama satu jam dengan api besar hingga matang merata, lalu ditiriskan untuk mendinginkan suhu.

Kulit ari kedelai kemudian dilepaskan agar hasil akhir tempe terlihat lebih bersih, cantik, dan tentu saja menggugah selera pembeli.

Tahap berikutnya adalah pencampuran ragi, tepung tapioka, dan tepung sagu sesuai takaran agar menciptakan tekstur keripik yang pas.

Adonan kedelai lantas dimasukkan ke dalam plastik khusus yang sudah dilubangi kecil-kecil sebagai jalur sirkulasi udara selama fermentasi.

Butuh waktu sekitar satu hingga dua hari hingga jamur tempe menyelimuti seluruh permukaan kedelai dengan sempurna dan siap diiris.

Agar hasil irisan seragam dan tipis, penggunaan mesin potong menjadi rahasia di balik kerenyahan yang konsisten di setiap kemasan.

Setelah dibumbui, tempe digoreng dalam minyak panas selama 5 menit hingga berwarna kuning keemasan yang menggoda mata siapa pun.

Kini, produk yang dulunya dianggap remeh tersebut justru menjadi incaran banyak orang, terutama saat stok camilan Ramadan mulai menipis. (*)