GAK NYANGKA! Dulu Dibuang Karena Bikin Gatal, Buah Gunung Ini Kini Jadi Incaran Takjil!

Siapa sangka buah yang dulunya dianggap sampah kini jadi primadona meja buka puasa. Intip rahasia olahan buah gunung yang kini jadi ide bisnis UMKM menjanjikan.

Author Oleh: Ratu Putri Ayu
01 Maret 2026
<p>MODAL RECEH! Rahasia Buah 'Gatal' Dieng Jadi Primadona Ramadan, Omzet UMKM Melejit Drastis. Dulu diremehkan, buah khas Wonosobo ini kini jadi buruan untuk takjil segar. Ternyata begini cara mengolahnya agar kenyal dan juicy, cocok untuk ide jualan Anda!</p>

MODAL RECEH! Rahasia Buah 'Gatal' Dieng Jadi Primadona Ramadan, Omzet UMKM Melejit Drastis. Dulu diremehkan, buah khas Wonosobo ini kini jadi buruan untuk takjil segar. Ternyata begini cara mengolahnya agar kenyal dan juicy, cocok untuk ide jualan Anda!

SOKOGURU - Dulu Dibuang Karena Bikin Gatal, Buah Gunung Ini Kini Jadi Incaran Takjil Segar Ramadan.

Siapa sangka, buah kuning mungil khas pegunungan yang dulunya dianggap sampah kini malah jadi primadona meja makan saat berbuka puasa.

Banyak orang tak meliriknya karena getahnya yang bikin gatal, namun kini pesonanya justru tak terbendung sebagai ide bisnis UMKM yang menjanjikan.

Dahulu, masyarakat di dataran tinggi Wonosobo seringkali membuang buah carika begitu saja karena dianggap tidak memiliki nilai jual sama sekali.

"Dari buah yang dulu diremehkan… Sekarang jadi primadona Wonosobo," tulis akun Instagram @helokuliner.id dalam unggahannya.

Transformasi besar dimulai saat para penggerak ekonomi kreatif melihat potensi tersembunyi di balik rasa asam segar yang dimiliki buah khas Dieng ini.

Proses pengolahannya pun unik, dimulai dengan tahap pengupasan kulit yang harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar getahnya tidak melukai tangan.

Setelah dikupas, buah carika harus direndam dalam larutan garam pegunungan untuk menetralisir rasa gatal yang menjadi ciri khas alaminya.

Baca Juga:

Langkah berikutnya adalah pencucian menggunakan air hangat untuk memastikan sisa kotoran hilang sebelum masuk ke tahap perebusan yang krusial.

Buah carika direbus selama kurang lebih 3 hingga 5 menit saja guna mendapatkan tekstur yang kenyal namun tetap lembut saat digigit nanti.

Rahasia kelezatannya terletak pada sirup original yang dibuat langsung dari sari buahnya dicampur gula murni tanpa bahan pemanis buatan.

Adonan sirup dan buah tersebut kemudian dimasak kembali selama 20 menit hingga mendidih sempurna dan sari-sarinya meresap ke dalam daging buah.

Meski sempat diremehkan di awal merintis, para perajin UMKM carika tetap fokus menjaga kualitas rasa hingga produk ini dikenal secara nasional.

Hasilnya adalah camilan dengan cita rasa manis segar serta tekstur juicy yang sanggup melepas dahaga seketika setelah seharian penuh berpuasa.

Sajian carika dingin sangat cocok dijadikan menu takjil andalan keluarga atau bahkan menjadi hampers Lebaran yang unik dan juga berkesan.

Bagi Anda yang ingin mencicipi kesegarannya atau tertarik belajar jadi konten kreator kuliner, jangan ragu untuk menghubungi kontak yang tersedia. (*)