SOKOGURU, JAKARTA- Tiga model pria mengenakan kemeja lengan panjang bermotif tenun dengan kerah koko (shanghai). Ada yang memadukannya dengan celana panjang, peci dan sarung yang juga ada motif tenunnya.
Ketiga model tersebut berjalan menunjukkan detil motif tenun ke sejumlah undangan di acara peluncuran Ramadhan Collection Preview & Talk Show koleksi persembahan Intresse x Sandiaga Uno, di Metro Pondok Indah Mall (PIM) 1 Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
Sore itu, Intresse yang digawangi Fanny Kurniawan lewat PT Naga Intan Sentosa asal Bandung, Jawa Barat meluncurkan koleksi terbaru bertajuk Noesantara Ramadhan Collection 2026.
Baca juga: Wamendag Roro Tinjau Kampung Tenun Kediri, Pelaku UMKM Diminta Dalami Preferensi Pembeli
Turut hadir dalam acara tersebut Sandiaga Uno yang juga mengenakan salah satu koleksi Intresse. Adapun tema dari koleksi busa yang ditampilkan adalah Tanah Kelahiran Sandiaga Uno.
Seperti diketahui mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif era Presiden Jokowi itu berdarah Gorontalo dan lahirnya di Riau.
“Motif-motif tenun yang kami tampilkan diambil dari songket Melayu. Dari Riau, Palembang. Ini ada motif pucuk rebung, bintang, bunga tabur, tumpok manggis, dan rumah adat. Kemudian ada motif belah ketupat, wajik yang banyak dipakai di songket Sumatra,” ujar Sussane Lim dari PT Naga Intan Sentosa sambil menunjuk motif-motif tenun yang dikenakan oleh para model.
Baca juga: Batik hingga Tenun Ikat! Festival Swarna Wastra Nusantara 2025 Ramaikan Bandung, Tiket Cuma Rp10.000
Ia juga menjelaskan bagaimana gradasi warna yang lembut dihadirkan di setiap item kain maupun kemeja. Selain itu penggunaan serat alam, seperti katun bambu dan rayon premium membuat kemeja nyaman digunakan.
Dalam suasana Ramadan dan menyambut Idulfitri 1447 H (2026), Intresse yang sudah 25 tahun berkecimpung dalam dunia fesyen pria itu memperkenalkan produknya hasil kolaborasi dengan Sandiaga untuk koleksi busana pria.
Sedangkan untuk koleksi gaya busana perempuan, Intresse menggandeng perancang Tuty Cholid dengan jenama INTRESSE by Tuty Cholid.
Baca juga: Kunci Kemajuan Modest Fashion Kolaborasi, Penguatan Ekosistem Industri Kreatif, dan Libatkan UMKM
“Noesantara Ramadhan Collection 2026 menampilkan kombinasi motif tenun ikat dan bordir dalam palet warna yang terinspirasi dari kekayaan alam wilayah timur Indonesia,” ujar Fanny yang merancang motif-motif tenun tersebut..
“Setiap desain mencerminkan harmoni antara modernitas dan tradisi, menciptakan busana muslim yang elegan namun tetap nyaman untuk berbagai kesempatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fanny yang membangun Intresse pada 2001 itu mengatakan, meskipun alat tenunnya dengan mesin buatan Italia, namun tetap melibatkan sentuhan tangan manusia terutama dalam pencelupan benang.
“Supaya presisi, kita mesti menghitung berapa kilo warna yang dibutuhkan untuk benang putih, krem, cokelat dan seterusnya. Mana yang bisa dikombinasikan. Kemudian ditempatkan ke mesin-mesin sesuai kapasitas celupnya,” jelasnya.
Pencelupannya, sambung Fanny, juga harus sempurna sebelum dipasang ke jarum-jarum di mesin. Jadi untuk menghasilkan minimal 1.500 meter kain dibutuhkan waktu dua bulan.
Presisi warna, sambung perempuan kelahiran 1968 itu, sangat penting untuk menghasilkan gradasi warna yang halus dan rapih.
“Saya masih melibatkan UMKM di sekitar pabrik, baik untuk mengerjakan bordir dan penjahitnya,” imbuhnya.
Hingga saat ini, Intresse memproduksi sebanyak 100 ribu pcs kemeja per tahun yang disebar ke seluruh daerah di Indonesia. Dan 95% untuk busana pria.
“Untuk koleksi busana wanita saya baru berkolaborasi dengan perancang Tuty Cholid,” ujarnya.
Intresse awalnya berfokus pada pakaian pria kasual, namun sejak 2008 beralih ke busana muslim dan modest wear.
Libatkan UMKM dan 500 tenaga kerja
Sementara itu, Sandiaga Uno mengatakan kebanggaannya kepada Fanny yang tetap melibatkan UMKM dalam usahanya. Ia mengaku senang memakai koleksi Intresse karena nyaman dipakai.
“Kita tahu UMKM juga kekuatan ekonomi nasional. Ibu Fanny mulai dari satu mesin tenunb sekarang punya empat mesin dan ada 500 tenaga kerja. Pekerja perempuan mengerjakannya dengan kualitas bagus, tetapi harganya terjangkau,” jelasnya.
Sandiaga mengatakan Intresse menghasilkan wastra Indonesia yang berkualitas bisa dipakai untuk susana serius dan santai .
“Kolaborasi ini, baik dengan Metro dan Intresse menghasilkan begitu banyak inovasi sehingga menghasilkan profit yang bukan instan cuan, tetapi berkelanjutan. Kita mendapatkan produk sangat berkualitas dengan harga terjangkau untuk bulan suci Ramadan dan kesiapan lebaran,” tutupnya.
Sandiaga berharap konsumen yang datang menjadi para Rojali yaitu rombongan jadi beli. Bukan roh halus, rombongan yang cuma mengelus-ngelus kainnya tetapi tidak membeli.
Menyongsong Tren Modest Fashion Global dengan Noesantara Ramadhan Collection 2026, Intresse berkomitmen untuk terus mengembangkan modest wear yang tidak hanya memenuhi selera pasar lokal, tetapi juga bersaing di kancah global, yang selaras dengan tren fashion muslim global saat ini. (Ros/SG-1)