SokoKreatif

Menteri Ekraf Ingin Aceh Masuk 15 Provinsi Prioritas Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional

Berdasarkan data BPS, Provinsi Aceh memiliki angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2024 sebesar 75,36 sehingga banyak SDM berkualitas yang ada di Aceh.

By Rosmery C Sihombing  | Sokoguru.Id
30 Agustus 2025
<p>Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menghadiri Temu Komunitas Talenta Ekraf Aceh (Teko Teh) di Banda Aceh, Jumat, 29 Agustus 2025. (Dok. Kemeneterian Ekraf)</p>

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menghadiri Temu Komunitas Talenta Ekraf Aceh (Teko Teh) di Banda Aceh, Jumat, 29 Agustus 2025. (Dok. Kemeneterian Ekraf)

SOKOGURU, ACEH- Dalam lima tahun ke depan, Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) akan menjadikan Aceh sebagai salah satu dari 15 provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional.

"Aceh menjadi salah satu daerah yang akar budayanya begitu kuat dan mempunyai potensi ekonomi kreatif sangat besar sehingga kami mengajak semua kepala daerah di Aceh untuk memetakan potensi ekonomi kreatif dari 17 subsektor yang ada,” kata Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam Temu Komunitas Talenta Ekraf Aceh (Teko Teh) di Hoco Coffee Lambhuk, Banda Aceh, Jumat, 29 Agustus 2025.

Acara temu komunitas talenta ekraf tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan, melihat perkembangan potensi dan tantangan ekonomi kreatif di Aceh sebagai dasar dalam merumuskan program-program strategis yang mendukung pengembangan sumber daya manusia, terutama generasi muda. 

Baca juga: Di Koperasi Merah Putih di Kendari, Menteri Ekraf Sebut Penguatan Ekonomi Rakyat Melalui Kreativitas

Harapannya, sambung Menteri Harsya, ekonomi kreatif bisa menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari Aceh.

“Kalau kita ingin melihat daerah yang berpotensi akan ekrafnya tentu daerah yang mempunyai akar budaya yang sangat kuat. Budaya itu adalah hulunya, hilirnya budaya disentuh inovasi dan teknologi lalu diurus dengan kekayaan intelektual, maka disitulah ekonomi kreatif terjadi," imbuhnya.

Menteri Ekraf juga mengajak agar para kepala daerah di Aceh mendukung pengembangan potensi ekonomi kreatif sekaligus menguatkan ekosistem kreatif.

Baca juga: Bitung Street Food Digelar hingga 19 Juli 2025, Menteri Ekraf Dorong Kuliner Bitung Naik Kelas

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Aceh memiliki angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2024 sebesar 75,36 sehingga banyak sumber daya manusia berkualitas yang ada di Aceh. Namun, tantangan justru terjadi di Aceh karena terbatas lapangan pekerjaan yang mampu menyerap tenaga kerja terdidik.

Harsya menyebut ada data menarik dari BPS mengatakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang ada di Aceh itu begitu tinggi artinya kualitas manusia di Aceh berarti positif dalam hal akses pendidikan yang tinggi. Tetapi, disisi lain pengangguran di Aceh juga besar. 

“Di sinilah kita bisa melihat seperti apa pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota bisa membantu masyarakat untuk buka lapangan kerja baru yang bersumber dari tiap subsektor ekonomi kreatif. Dengan demikian ada kolaborasi untuk memperkuat ekosistem kreatifnya melalui pengembangan komunitas,” ungkapnya. 

Baca juga: Menteri Ekraf Teuku Riefky: Perlu Langkah Konkret dalam Memperkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif di Daerah

Kementerian Ekraf senantiasa berupaya menciptakan ekosistem yang kondusif untuk pertumbuhan dan keberlanjutan industri kreatif di tingkat regional, nasional, hingga internasional. 

Selain itu, Kementerian Ekraf selalu menjaga ekosistem kreatif berkembang melalui program-program seperti Wonder Voice of Indonesia, Akselerasi Kreatif Musik (ASIK), Emak-Emak Matic, Santri Kreatif, dan masih banyak lagi.

Pada pertemuan itu, Perwakilan komunitas Voice People Aceh, Faishal Ridha Erza, mengharapkan, adanya kemudahan akses jaringan dan fasilitas agar mereka bisa membuat acara yang tak sekadar belajar dari zoom meeting. 

Sebagai peserta program Wonder Voice of Indonesia, Faishal mengharapkan adanya program pertumbuhan yang lebih konkret.

"Semoga talenta-talenta voice over dari Aceh juga bisa mendapatkan ruang lebih luas untuk berkembang tak hanya di daerah, tetapi bergema hingga level nasional bahkan internasional. Kami juga mengajak komunitas kreatif lain untuk saling bersinergi karena voice over sangat terkait dengan film, animasi, periklanan yang tentu bisa melahirkan ekosistem kreatif Aceh lebih kuat," imbuhnya.

Turut mendampingi Menteri Ekraf, yaitu Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Syaf; Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekraf, Siamwahyuni; dan Tenaga Ahli Menteri, Panji Purboyo. Hadir pula Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga; Bupati Aceh Barat, Tarmizi; Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M. Nur; beserta 53 pegiat ekraf Aceh lainnya. (SG-1)