Tindaklanjuti Konferensi Minyak Nabati di Pakistan, Wamendag Roro Kunjungi SMART Gali Masukan Pelaku Usaha

Selain Keberlanjutan SMART juga intensifkan pemberdayaan masyarakat. Pada 2024 telah digulirkan 189 proyek pemberdayaan masyarakat, termasuk kepada 113 UMKM.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
27 Januari 2026
<p>Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti melakukan kunjungan ke PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (PT SMART Tbk) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin, 26 Januari 2026. (Dok. Kemendag)</p>

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti melakukan kunjungan ke PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (PT SMART Tbk) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin, 26 Januari 2026. (Dok. Kemendag)

SOKOGURU, KABUPATEN BEKASI-  Menindaklanjuti  hasil kunjungannya  ke Pakistan beberapa waktu lalu, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengunjungi PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin, 26 Januari 2026.

Kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk menggali masukan konstruktif dari SMART sebagai pelaku usaha strategis. 

Selain itu, untuk memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai proses bisnis, penerapan prinsip keberlanjutan dan ketertelusuran sistem sertifikasi sawit, serta standar produksi yang diterapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor, khususnya Pakistan.

Baca juga: Bertemu Importir Produk Indonesia di Karachi, Wamendag Roro Bahas Jalur Pengiriman ke Pakistan

Demikian disampaikan Wamendag, dalam keterangan resmi Kementerian Perdagangan (Kemendag), Selasa, 27 Januari.

"Usai menghadiri The 8th Pakistan Edible Oil Conference (PEOC) 2026 awal bulan lalu, kami merangkum beberapa isu yang menjadi perhatian para pemangku kepentingan, antara lain terkait keamanan pangan, praktik pengolahan minyak nabati, serta tuntutan pasar terhadap produk yang makin berkelanjutan (sustainable),” ujarnya.

Pemerintah Indonesia, khususnya Kemendag, sambung Roro, memandang isu-isu tersebut sebagai tantangan sekaligus peluang memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha serta memperkuat posisi produk sawit nasional di pasar global.

Baca juga: Kunjungi Jaringan Ritel Modern Imtiaz, Wamendag Sebut Produk RI Perkuat Cengkeraman di Pasar Pakistan

Menurutnya, Pemerintah Indonesia mendorong narasi berimbang melalui penyampaian informasi yang objektif dan berbasis data, serta melalui implementasi praktik terbaik di lapangan. Salah satu instrumen utamanya yaitu penerapan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Lebih lanjut, Roro menjekaskan, ISPO mewajibkan pelaku usaha sawit untuk memenuhi berbagai ketentuan, antara lain, mekanisme penyelesaian konflik lahan yang terdokumentasi, sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan serta lahan, perlindungan keanekaragaman hayati, dan pemenuhan standar ketenagakerjaan. 

“Dengan demikian, keberlanjutan tidak hanya menjadi komitmen di atas kertas, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kegiatan usaha,” imbuhnya.

Baca juga: Wamendag Roro Temui Importir Pakistan, Asia Selatan Peluang Besar bagi Eksportir Rempah Indonesia

Lebih lanjut, jelas Roro lagi, dalam kebijakan perdagangan luar negeri, Indonesia secara konsisten menempuh dua arah kebijakan utama. 

Pertama, memastikan kelancaran arus ekspor dengan tetap menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pasokan di dalam negeri. Kedua, memperkuat transparansi serta kepastian kebijakan agar dunia usaha memiliki prediktabilitas dalam berinvestasi dan mengembangkan pasar.

Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah terus melakukan penyempurnaan tata kelola ekspor kelapa sawit, antara lain melalui penyederhanaan prosedur, penguatan sistem ketertelusuran (traceability), serta dorongan penerapan praktik usaha yang berkelanjutan. 

Langkah-langkah itu menjadi penting untuk menjaga daya saing produk sawit Indonesia, khususnya di pasar yang semakin memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

 

Pasar utama minyak sawit Indonesia

Pakistan merupakan salah satu pasar utama minyak sawit Indonesia. Dari berbagai pertemuan dengan pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi industri setempat, terkonfirmasi bahwa minyak sawit Indonesia telah berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan minyak nabati.

Selain itu,  menyediakan harga yang kompetitif, dan mendukung perkembangan industri pengolahan pangan di Pakistan. 

Indonesia dipandang sebagai mitra dagang yang konsisten, efisien, dan dapat diandalkan.

Director of Corporate Affairs SMART, Hari Hanawi, menyampaikan paparan tentang kinerja dan capaian penting SMART, seperti kekuatan operasi hulu, pemanfaatan energi biogas, pengolahan bio energi, serta aspek distribusi dan logistik. 

Ia menuturkan, keberlanjutan bukanlah upaya sampingan, tetapi merupakan cara SMART berbisnis.

"Hingga akhir 2024, sebanyak 99,5% rantai pasok kelapa sawit mampu ditelusuri hingga ke perkebunan (Traceable to the Plantation/TTP). SMART memiliki data ketertelusuran untuk semua yang dperoleh dari perkebunan dan berfokus untuk mendukung para petani dalam rantai pasok dunia mencapai 100% TTP," jelasnya.

Selain keberlanjutan dan ketertelusuran, tambah Hari, SMART juga mengintensifkan pemberdayaan masyarakat. Pada 2024, SMART menggulirkan 189 proyek pemberdayaan masyarakat, termasuk kepada 113 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di sisi lain, Wakil Ketua Kadin untuk Percepatan Ekspor, Juan Permata Adoe, menekankan, pentingnya diversifikasi pasar bagi pelaku usaha dan mengapresiasi SMART yang memiliki ekosistem yang lengkap. Dengan kata lain, terintegrasi dengan baik dari hulu ke hilir.

Ia juga meminta pemerintah dan pelaku usaha untuk menjalin kemitraan yang baik. 

"Pemerintah diharapkan terus memberi arahan dan berkomunikasi dengan pelaku usaha, baik di pusat maupun di daerah. Upaya SMART patut diapresiasi yang sudah mengintegrasikan aspek hulu ke hilir dengan baik," jelas Adoe.

Usai pertemuan, Wamendag Roro juga meninjau area penyimpanan dan proses produksi. SMART telah mengaplikasikan sistem penyimpanan dan pengambilan otomatis (automated storage and retrieval system/ASRS) untuk pemeriksaan stok yang presisi. 

Sistem itu memungkinkan transparansi data real time serta keberlanjutan yang lebih baik minim emisi dan limbah. 

Pada kunjungan kerja tersebut, Wamendag Roro didampingi Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Andri Gilang Nugraha, Direktur Perundingan Bilateral Danang Prasta Danial, dan Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Miftah Farid. 

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Vice President Director SMART Gianto Widjaja dan General Manager SMART Marunda Agus Wijaya. (SG-1)