SOKOGURU, JAKARTA- Sebanyak 76 ton bumbu pasta dengan berbagai varian unggulan, seperti bumbu nasi uduk, balado, nasi goreng, nasi goreng kampung, woku, dan rujak diekspor ke Arab Saudi.
Produk-produk tersebut disiapkan untuk mendukung operasional dapur layanan konsumsi jemaah di Makkah dan Madinah.
Langkah itu menjadi bagian dari strategi memperluas akses produk nasional dalam ekosistem ekonomi haji sekaligus membuka peluang pasar lebih besar di Tanah Suci.
Baca juga: Sebanyak 15 Ton Kopi Specialty Argopuro Walida Senilai Rp3 Miliar Diekspor ke Jeddah, Arab Saudi
Demikian disampaikan Direktur Fasilitas Kemitraan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Tri Hidayatno, dalam keterangan resmi Kementerian Haji dan Umrah, Rabu, 4 Maret 2026.
“Ekonomi haji tidak hanya berkaitan dengan layanan ibadah, tetapi juga penguatan sektor usaha nasional. Melalui fasilitasi ini, kami mendorong agar produk konsumsi bercita rasa Nusantara dapat menjadi bagian dari layanan jemaah haji dan umrah di Arab Saudi,” ujarnya dalam acara pelepasan ekspor perdana Bumbu Masak Cita Rasa Indonesia oleh PT Niaga Citra Mandiri, Selasa 3 Maret.
Pada tahap awal, ekspor produk UMKM tersebut mencakup pengiriman sebanyak 76 ton bumbu pasta aneka varian. Tri menegaskan dukungan terhadap ekspor produk konsumsi Nusantara tersebut tidak semata berorientasi pada aktivitas perdagangan, tetapi merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam menghadirkan layanan haji dan umrah yang lebih adaptif terhadap kebutuhan jemaah.
Baca juga: Kemendag Fasilitasi Kerja Sama Ekspor Makanan Siap Saji Perusahaan Indonesia ke Arab Saudi
“Ditjen PE2HU secara berkelanjutan membuka ruang kemitraan dan memperluas akses pasar bagi UMKM dan pelaku usaha nasional agar dapat terlibat aktif dalam rantai pasok ekonomi haji,” imbuhnya.
Perluasan akses tersebut, lanjut Tri, diharapkan mampu mendorong pelaku usaha naik kelas serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
“Kami berkomitmen membuka akses, memfasilitasi kemitraan, dan memastikan pelaku usaha nasional memiliki peran strategis dalam ekosistem ekonomi haji, khususnya di Arab Saudi,” tegasnya.
Baca juga: UMKM Kripik Tempe Kahla Tembus Pasar Arab Saudi, Rahasianya?
Dukungan terhadap ekspor produk konsumsi jemaah itu juga mencerminkan sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menilai, capaian tersebut sebagai tonggak penting bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) untuk menembus pasar internasional.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa produk lokal memiliki daya saing global. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi dan keberlanjutan ekspor agar terus tumbuh,” ujarnya.
Dalam rantai distribusi, Ali Asia Food berperan sebagai mitra strategis yang memastikan produk konsumsi Nusantara tersalurkan secara efisien ke dapur layanan jemaah di Arab Saudi.
Kolaborasi itu diharapkan membuka peluang yang lebih luas bagi keterlibatan UMKM Indonesia dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah.
Melalui dukungan terhadap ekspor produk konsumsi ini, Ditjen PE2HU menegaskan komitmennya menjadikan sektor haji dan umrah sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional, sekaligus sarana promosi produk unggulan Indonesia di pasar global. (SG-1)