SOKOGURU, JAKARTA- Untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026 yang diprediksi mengalami lonjakan signifikan, Kereta Api Indonesia (KAI) Bandara menyiapkan kapasitas angkut besar.
Total sebanyak 637 ribu kursi disiapkan selama masa Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026. Langkah itu dilakukan guna memastikan kelancaran perjalanan pemudik di berbagai wilayah operasional.
Penambahan kapasitas tersebut difokuskan pada dua area utama, yaitu Yogyakarta dan Sumatera Utara.
Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho, menyampaikan hal itu dalam keterangan resmi Badan Pengaturan (BP) BUMN, Rabu, 4 Maret 2026.
Baca juga: Wakili KAI Bandara, Relawan Bakti BUMN Batch VIII Beri Pelatihan UMKM Klungkung Go Digital
“Lebaran adalah momentum dengan pergerakan masyarakat tertinggi dalam setahun. Penyediaan 637 ribu kursi itu merupakan bentuk kesiapan penuh kami dalam memastikan layanan tetap andal, aman, dan tepat waktu,” ujarnya.
“Kami melakukan penguatan pada aspek operasional, SDM, serta layanan pelanggan agar masyarakat mendapatkan pengalaman perjalanan yang nyaman dan seamless,” imbuh Porwanto.
Secara keseluruhan, sambungnya, KAI Bandara akan mengoperasikan hingga 94 perjalanan kereta setiap hari demi mendukung kelancaran arus mudik maupun arus balik.
Baca juga: Pemerintah Terbitkan Pengaturan Lalu Lintas Saat Mudik Lebaran 2026
Optimalisasi layanan itu menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjawab tingginya permintaan transportasi selama musim Lebaran.
Untuk wilayah Yogyakarta, layanan KA YIA dijalankan sebanyak 50 perjalanan per hari. Jumlah tersebut terdiri atas 26 perjalanan KA YIA Xpress dan 24 perjalanan KA YIA Reguler, dengan total kapasitas mencapai 275 ribu kursi.
Rinciannya meliputi 114 ribu kursi untuk YIA Xpress dan 161 ribu kursi untuk YIA Reguler.
Baca juga: DPR Apresiasi Inovasi PT KAI yang Hadirkan Gerbong Kelas Ekonomi Setara Kelas Eksekutif
Sementara itu, di Sumatera Utara tersedia total 361 ribu kursi. Kapasitas tersebut mencakup 239 ribu kursi KA Srilelawangsa relasi Medan – Binjai – Kuala Bingai serta 122 ribu kursi relasi Medan – Kualanamu, dengan 44 perjalanan yang beroperasi setiap hari untuk melayani masyarakat di kawasan tersebut.
Lebih lanjut, Porwanto menegaskan, kesiapan kapasitas itu merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam menjaga kelancaran mobilitas nasional selama Lebaran.
Selain menghadirkan kapasitas besar, moda transportasi berbasis rel juga dinilai lebih ramah lingkungan.
Dengan efisiensi energi yang lebih baik dibandingkan kendaraan pribadi, kereta bandara turut membantu menekan kepadatan lalu lintas sekaligus mengurangi emisi karbon selama periode mudik.
“Melalui langkah ini, KAI Bandara memperkuat perannya tidak hanya sebagai penghubung pusat kota dengan bandara, tetapi juga sebagai elemen penting dalam sistem transportasi nasional,” katanya lagi..
Layanan yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan menjadi fokus utama dalam mendukung perjalanan masyarakat Indonesia.
Untuk itu, Porwanto mengimbau penumpang agar memperhatikan barang bawaan masing-masing serta tiba lebih awal di stasiun, yakni minimal tiga jam sebelum penerbangan internasional dan dua jam sebelum penerbangan domestik.
Perusahaan juga menyediakan layanan lost and found bagi barang yang ditemukan oleh petugas.
Informasi terkait jadwal perjalanan, tarif, serta pemesanan tiket dapat diakses melalui situs resmi PT Railink di www.railink.co.id.
Selain itu, masyarakat juga dapat memperoleh pembaruan melalui media sosial resmi Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, maupun melalui email di humas@railink.co.id.
PT Railink (KAI Bandara) merupakan anak usaha dari PT Kereta Api Indonesia dan Angkasa Pura Indonesia yang menghadirkan layanan kereta api dari pusat kota menuju bandar udara.
Layanan KA Bandara pertama kali beroperasi pada 2013 dengan rute Medan menuju Kualanamu International Airport, kemudian disusul pengoperasian KA Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) pada 2018.
Pada April 2022, PT Kereta Api Indonesia memberikan penugasan kepada KAI Bandara untuk mengelola layanan KA Bandara Yogyakarta International Airport sehingga memperluas jaringan layanan kereta bandara di Tanah Air.
Perubahan strategis terjadi pada Januari 2023 ketika pengoperasian KA Basoetta dialihkan kepada PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat fokus pengembangan layanan kereta bandara di Medan dan Yogyakarta.
Sejak 2021, PT Railink juga mengembangkan lini bisnis Maintenance, Operations, Spare Parts and Services (MOSS) yang diarahkan menjadi pemimpin dalam perawatan sarana serta perdagangan suku cadang kereta api yang berkelanjutan, sekaligus mendukung operasional kereta api khususnya di lingkungan KAI Group. (SG-1)